/
Jum'at, 03 Maret 2023 | 13:45 WIB
Simak batasan memasukkan benda ke 5 lubang yang tidak membatalkan puasa Ramadhan dari Buya Yahya berikut ini. (Tangkapan Layar/YouTube Al-Bahjah TV)

SuaraBandung.id - Bulan Ramadhan 2023 tinggal menghitung hari. Para umat islam akan menjalankan ibadah puasa pada bulan suci nan berkah ini.

Berkaitan dengan ibadah di Bulan Ramadhan, para muslim dan muslimah wajib tahu hal-hal yang tidak boleh dilakukan saat menjalankan puasa.

Salah satunya adalah hukum seseorang tidak boleh memasukkan segala sesuatu ke 5 lubang dalam dirinya, yang bisa membatalkan puasa.

Melalui kanal Youtube Al-Bahjah TV, Buya Yahya menjelaskan lebih detail terkait hal tersebut yang sering bikin salah paham terhadap batasan-batasannya. 

Sebelum sampai ke sana, Buya Yahya terlebih dahulu menyebutkan 5 lubang yang dimaksud yang dilarang dimasukki segala sesuatu, saat menjalankan puasa. Baik itu salah satunya, maupun lebih dari itu.

"Lubang mulut, lubang hidung, lubang telinga, lubang buang air kecil, lubang buang air besar. Lima," kata Buya Yahya, pada 12 Mei 2018.

Buya selanjutnya menjelaskan lebih rinci maksud dari tidak diperbolehkan memasukkan segala sesuatu ke lubang tersebut, secara satu per satu.

1. Lubang Mulut

"Yang dimaksud memasukkan ke lubang mulut adalah, nelennya," tegas Buya Yahya.

Baca Juga: Mahasiswa UB Malang Demo Pemberian Gelar Doktor Honoris Causa Pada Erick Thohir

Ia mengatakan bahwa, apabila segala sesuatu yang masuk ke dalam lubang mulut tanpa sengaja dan tidak ditelan, maka puasa tidak akan batal.

Apabila hal itu dilakukan secara sengaja dan tidak tertelan, maka hukumnya adalah makruh.

Sedangkan untuk menelan ludah, dikatakan tidak membatalkan puasa dengan tiga catatan.

"Yang pertama ludahmu sendiri, kedua asalkan ludahnya masih ada di dalam mulut sendiri dan yang ketiga ketika ludah masih asli. Belum campur sama permen, belum campur sama kopi," jelas Buya.

2. Lubang Hidung

"Yang membatalkan puasa saat memasukkan segala sesuatu ke hidung adalah seandainya kita memasukkan air, maka kita sampai merasakan panasnya di dalam pangkal hidung. Kalau tidak sampai bagian paling atas (hidung) yang bisa kita rasakan panasnya, maka tidak batal," jelasnya.

Load More