/
Minggu, 12 Maret 2023 | 15:00 WIB
Beredar video yang menyebutkan Teddy Minahasa mendapat hukuman mati seperti Ferdy Sambo (Tangkapan Layar YouTube KANAL BERITA)

SuaraBandung.id - Mantan Kapolda Sumatra Barat Irjen Pol Teddy Minahasa yang menjadi terdakwa kasus narkoba dikabarkan akan menerima hukuman mati seperti Ferdy Sambo.


Hal ini tersiar di kalangan warganet melalui sebuah video yang diunggah oleh akun YouTube KANAL BERITA, yang menyebutkan bahwa Teddy Minahasa akan dihukum seperti Ferdy Sambo.


Video yang mengabarkan soal Teddy Minahasa itu diunggah pada Kamis (9/3/2023) itu berjudul “TEDDY JUGA AKAN TERIMA HUKUMAN MATI // PUTUSAN AKAN DIBACAKAN INI??”


Bahkan dalam thumbnail video terbut tertulis “TEDDY IKUTI JEJAK SAMBO. TERNYATA TEDDY JUGA AKAN TERIMA HUKUMAN MATI.” Lantas benarkah Teddy Minahasa akan dihukum mati meskipun statusnya masih terdakwa?


CEK FAKTA

Berdasarkan penelusuran tim SuaraBandung.id, (11/3/2023), apa yang dinarasikan dan ditayangkan oleh akun YouTube KANAL BERITA tidaklah benar.

Dalam video yang sudah ditonton lebih dari lima ribu kali sejak diunggah, hanya ditayangkan cuplikan Teddy Minahasa, Ferdy Sambo, hingga Bharada E di pengadilan.

Narator pun hanya menuturkan pihak kepolisian yang masih menunggu keputusan sidang pidana Teddy Minahasa berkekuatan hukum tetap (inkrah) sebelum melaksanakan sidang komisi kode etik.


Tak ada ucapan dari pihak kepolisian atau narator yang menyebutkan bahwa Teddy Minahasa akan dihukum mati ataupun mengikuti hukuman yang menimpa Ferdy Sambo.

Baca Juga: KABAR DUKA! Istri Moeldoko Meninggal Dunia Subuh Tadi

KESIMPULAN : 

Video unggahan akun YouTube KANAL BERITA berjudul “TEDDY JUGA AKAN TERIMA HUKUMAN MATI // PUTUSAN AKAN DIBACAKAN INI??” adalah Hoax.

Tidak ada keterangan valid atas hukuman yang akan menimpa Teddy Minahasa bahkan sidang kode etiknya pun belum digelar.

Artikel ini merupakan bagian dari konten Cek Fakta bandung.suara.com (Suara Network Jabar) mitra suara.com. 

Dibuat seakurat mungkin dengan sumber sejelas mungkin, namun tidak mesti menjadi rujukan kebenaran yang sesungguhnya (karena masih ada potensi salah informasi). 

Lebih lengkap mengenai konten Cek Fakta bisa dibaca di laman ini. 


Pembaca (publik) juga dipersilakan memberi komentar/kritik, baik melalui kolom komentar di setiap konten terkait, mengontak Redaksi Suara.com, atau menyampaikan isu/klaim yang butuh diverifikasi atau diperiksa faktanya melalui email cekfakta@suara.com. (*)


Sumber: YouTube KANAL BERITA

Load More