SuaraBandung.id - Baru-baru ini heboh terkait drama korea netflix yang kembali tayang pada 10 Maret 2023 berjudul ‘The Glory season 2’
The Glory mengisahkan tentang pembullyan atau perundungan anak sekolah menengah atas (SMA) yang dilakukan oleh kelima siswa siswi kepada satu orang siswi yang dianggap rendah.
Adegan perundungan yang sadis—khususnya untuk anak di bawah umur—dalam film tersebut berhasil membuat para penonton geram sekaligus merinding kengerian.
Namun nyatanya, adegan tersebut bukan hanya sekedar film karangan, melainkan dari sebuah kisah nyata.
Dari akun tiktok @onlyhyekyo112 (15/3/2023) dirinya mengunggah ulang sebuah video acara talk show korea yang mengundang satu korban bullying di sekolah yang kisahnya menjadi inspirasi drama The Glory.
Park Sung Min (31), selaku korban pembullyan saat itu mengaku mereka (pembully) pernah membakar lengannya dengan catokan selama 5 menit. Ia juga mengatakan kalau ia tidak berani menonton drama The Glory karena masih terlalu takut.
Kabarnya, para pembully yang pernah melakukan penganiayaan kepada Park Sung Min saat itu, kini tengah bekerja membantu penggalangan dana untuk organisasi nirlaba, dan mereka juga memiliki lisensi perawat dan pekerja sosial, kata Park Sung Min.
“Itu membuatku kesal, dan membuatku merinding,” ucapnya dengan bahasa Korea.
“Kalau saya tidak bisa memberikan mereka uang, mereka akan mengancam dengan melukai adik saya, dan akan membakar lengan saya dengan catokan selama 5 menit,” katanya membuat ketiga host di acara tersebut sangat terkejut.
Baca Juga: Polisi Bakal Panggil Amanda Terkait Tuduhan Jadi Pembisik Mario Dandy Cs
Selain itu, Park Sung Min menyebut,
“Ada kalanya juga mereka menusuk seluruh tubuhku dengan garpu. Dan melemparkannya membuat kornea di mataku robek.”
Dalam video tersebut netizen juga terkejut dan memberikan reaksi kekesalannya pada si perundung. Namun selain itu, ada juga yang memuji sikap korban karena mampu begitu tenang sambil menceritakan kisah kelamnya.
Sumber: Tiktok/@onlyhyekyo112
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bukan Hanya untuk Petualang, Perlengkapan Multifungsi Kini Jadi Bagian Gaya Hidup Urban
-
Link Live Streaming PSG vs Arsenal: Siapa Bakal Angkat 'Si Kuping Besar'?
-
'Oleh-Oleh' Presiden Prabowo dari Luar Negeri: Antara Visi Visioner dan Mimpi Buruk Guru di Sekolah
-
Aturan Pajak Purbaya Makin Ketat, PP Baru Siap Kuras Kantong UMKM Beromzet Miliaran
-
Influencer Ini Akan Dijemput Paksa Polisi Kasus Whip Pink
-
Geger Teror Pocong di Lampung Timur: Ternyata Rekayasa AI Buatan 7 Bocah Ingusan
-
Bilal Indrajaya Bawakan Konsep "Tribute to The Beatles", Nyanyikan Lagu Kesukaan Sang Anak
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Nyawa Wanita Muda Melayang Gara-gara Kartu SIM: Tragedi Berdarah di Siger Park Bakauheni
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?