SuaraBandung.id - Belakangan ini, kasus kekerasan dan pembegalan makin marak terjadi di Kota Bandung.
Rasanya hampir setiap hari netizen di media sosial dihebohkan dengan berita pembacokan, pembegalan, hingga kekerasan yang menimpa warga Bandung yang diserang oleh kelompok tak dikenal.
Maraknya kasus kekerasan dan begal di Bandung membuat netizen bertanya-tanya apakah ada pihak yang memang sengaja membiarkan hal ini terjadi.
Dilansir dari Twitter pada (21/3/2023), seorang netizen melayangkan pertanyaannya mengenai perihal ini pada sebuah cuitan akun yang memberitakan telah terjadi lagi aksi pembegalan di kawasan Bandung.
“Ini perkiraan ngawur aja ya, kayanya sengaja deh entah itu aparat atau pemerintah gk pernah ngurusin kasus ini. Ada skenariokah di belakang ? Siapa tau cuma praduga. Soalnya keseringan dan gk cuma 1 beritanya tapi gk ada tindakan.” ujar netizen tersebut.
Bukan hanya dia, netizen lain juga turut melayangkan pertanyaan serupa. Pasalnya, berita kasus kekerasan di Bandung semacam ini sudah semakin sering terjadi dan menjamur.
Bahkan, ada netizen yang menyayangkan bahwa sampai saat ini belum ada gerakan dari Pemerintah Kota Bandung dan pihak berwenang lainnya.
“Memang sengaja dibiarkan apa gimana? Kok semakin sering dan begal2/gengster ini asa bebas kiyeu nyak? Piraku minta tolong TNI kalau @RESTABES_BDG @humaspoldajbr @PemkotBandung ga ada gerakan mah.” komentar seorang netizen.
Ada pula netizen yang berspekulasi bahwa maraknya kasus kekerasan dan begal di Bandung belakangan ini memiliki kaitan dengan politik.
Baca Juga: Nekat Gelar Sahur On The Road, Polda Jabar Akan Lakukan Hal Ini!
“biasa lah deket tahun politik ntar tinggal liat aja pahlawan yg muncul siapa hahaha” komentar seorang netizen.
Hingga saat ini, kasus pembegalan dan kekerasan di Bandung masih menjadi peristiwa yang meresahkan warga Kota Kembang. Besar harapan warga agar Pemkot Bandung dapat segera menangani masalah ini.
(*)
Sumber: Twitter txtdaribandung
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Direktur Utama RSUP Prof. Dr. R. D. Kandou Manado Bantah Ada Penyimpangan Anggaran
-
Pertamina EP Adera Sambung Harapan Anak Putus Sekolah Lewat Program Sekolah Kembali
-
Apa Itu Aplikasi AMPERA 24/7? Kini Warga Palembang Bisa Akses Layanan Polisi dari Ponsel
-
Murid Mengeluh Sepatunya Mengganjal saat Dipakai Sekolah, Isinya Diduga Paket Sabu
-
5 Fakta Mahasiswa KKN Tenggelam di Sungai Rawas, Perahu Terbalik Usai Tabrak Kayu
-
Ada Apa di Kejari Kabupaten Bogor? Kasi Pidsus Mendadak Dipanggil Kejagung
-
Pemenuhan Gizi Jadi Fondasi Tumbuh Kembang Anak, Ini yang Harus Diketahui Orang Tua
-
Dari Gudang hingga Rumah, Begini Perjalanan Produk Sebelum Sampai ke Tangan Konsumen
-
Ancaman Belum Usai: Sosiolog UNJ Ingatkan Bentrokan Matraman Rawan Dibajak Isu SARA
-
Tuntas Uji Coba 3 Bulan, Pemkab Bogor Godok Rute Baru Bus Listrik Bojong Gede - Exit Tol Citeureup