/
Minggu, 02 April 2023 | 14:45 WIB
Habib Novel Bamukmin menyatakan bahwa Jokowi Presiden anti-Islam dan NU akan Habib Novel musnahkan, benarkah? ((YouTube Kabar Politik))

SuaraBandung.id— Nama Novel Bamukmin akhir-akhir ini mencuat setelah mendeklarasikan diri dan menyatakan dirinya pantas menjadi Capres atau Cawapres.

Hingga beredar rumor yang menyebutkan bahwa Habib Novel Bamukmin akan memusnahkan NU dan menilai Jokowi bukan representasi  dari Islam.

Rumor tersebut diunggah oleh kanal YouTube KABAR POLITIK, dan sudah ditonton sebanyak 9,5 rb x.

Dengan tajuk, " Ngelantur!! Ancam musnahkan NU dan sebut Jokowi anti Islam, Novel berakhir tragis," itu coba menggiring publik agar percaya dan memakan beriata tersebut.

Lantas benarkah beriata tersebut? Cek yu faktanya!

Cek Fakta

Apa yang ditulis oleh judul berita tersebut tak sesuai dengan informasi yang mereka sampaikan, karena terang benderang infromasi yang disampaikan oleh kanal tersebut hanya terkait pencalonan Novel Bamukmin yang merasai diri pantas menjadi Capres maupun Cawapres.

Pun dalam thumbnail untuk membuat publik percaya diperlihatkan potret Novel Bamukmin yang diintegorasi Banser.

Padahal secara isi informasi berita, tidak punya data dan fakta serta koherensi berita yang dipegang teguh.

Baca Juga: Ingin Sukses Usia Muda? Lakukan Ini Kata Ustadz Abdul Somad

" Ancam musnahkan NU dari NKRI, Novel dapat perlakuan tegas dari Banser," tulis keterangan dalam thumbnailnya yang menyesatkan.

Kesimpulan

Berdasarkan analisis terhadap berita tersebut didapatkan kesimpulan bahwa beritta yang berjudul, " Ngelantur!! Ancam musnahkan NU dan sebut Jokowi anti Islam, Novel berakhir tragis," itu hoax.

Catatan Redaksi: 

Ini adalah salah satu artikel yang masuk dalam konten cek fakta suarabandung.com, dibuat dengan sumber yang jelas namun tidak bisa dijadikan rujukan karena masih berpotensi salah informasi.

Publik dipersilakan memberikan kritik melalui kolom komentar atau menghubungi Redaksi Suara.com melalui email cekfakta@suara.com. (*)

Sumber: YouTube KABAR POLITIK

Load More