/
Selasa, 18 Juli 2023 | 08:00 WIB
Menteri Pendidikan Nadiem Makariem. Masyarakat masih menunggu solusi dari Nadiem terkait PPDB dan sistem zonasi yang penuh masalah. (Instagram @nadiemmakariem)

Suara Bandung - Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB tahun 2023 banyak diperbincangkan masyarakat. Pasalnya, sistem zonasi membuat sebagian calon peserta didik curang dan menimbulkan masalah.

Carut-marut PPDB tahun ajaran 2023 dan sistem zonasi telah dikeluhkan banyak orang. Tak sedikit orang tua dan peserta didik yang mengunggah keluhan mereka di berbagai media sosial hingga menjadi viral.

Sistem zonasi mulai diperkenalkan sejak tahun 2017, saat Menteri Pendidikan dijabat oleh Muhadjir Effendy. Sistem zonasi diberlakukan pada PPDB 2017 sebagai langkah awal pemerataan pendidikan. 

Sayangnya, pemerataan kualitas pendidikan tampaknya belum dirasakan masyarakat. Akibatnya, sistem zonasi justru menimbulkan banyak masalah, apalagi dengan banyaknya kecurangan. 

Menteri Pendidikan Nadiem Makariem pun tampak belum memberikan solusi terkait sistem zonasi dan PPDB. Netizen yang kesal mulai menyerbu akun Instagram Nadiem dan menyampaikan kritik serta keluhan perihal zonasi dan PPDB.

"Hapus zonasi! Mau belajar aja dibikin ribet!" komentar @ya****************ya.

"Ga heranlah kalo kebiasaan sogok menyogok itu subur, dari kecil udah diajarin curang sama ortunya lewat zonasi PPDB," kata @ra*********.a.

"Hapus sistem zonasi! Jangan patahkan semangat belajar generasi anak didik kita dengan sistem Anda!" komentar @di****ro.

"Update instastory bisa, komen rakyat yang kesusahan gara-gara kebijakan dia nggak ada yang dibales, lawak ini menteri," ujar @he*********no.*

Baca Juga: Tak Puas Jadi Produser TV Series dan Musik, Andhika Velasco Sikat Bisnis Travel Umrah

Sumber: Instagram @nadiemmakariem

Load More