Suara Bandung - Penerimaan Peserta Didik Baru atau PPDB tahun 2023 banyak diperbincangkan masyarakat. Pasalnya, sistem zonasi membuat sebagian calon peserta didik curang dan menimbulkan masalah.
Carut-marut PPDB tahun ajaran 2023 dan sistem zonasi telah dikeluhkan banyak orang. Tak sedikit orang tua dan peserta didik yang mengunggah keluhan mereka di berbagai media sosial hingga menjadi viral.
Sistem zonasi mulai diperkenalkan sejak tahun 2017, saat Menteri Pendidikan dijabat oleh Muhadjir Effendy. Sistem zonasi diberlakukan pada PPDB 2017 sebagai langkah awal pemerataan pendidikan.
Sayangnya, pemerataan kualitas pendidikan tampaknya belum dirasakan masyarakat. Akibatnya, sistem zonasi justru menimbulkan banyak masalah, apalagi dengan banyaknya kecurangan.
Menteri Pendidikan Nadiem Makariem pun tampak belum memberikan solusi terkait sistem zonasi dan PPDB. Netizen yang kesal mulai menyerbu akun Instagram Nadiem dan menyampaikan kritik serta keluhan perihal zonasi dan PPDB.
"Hapus zonasi! Mau belajar aja dibikin ribet!" komentar @ya****************ya.
"Ga heranlah kalo kebiasaan sogok menyogok itu subur, dari kecil udah diajarin curang sama ortunya lewat zonasi PPDB," kata @ra*********.a.
"Hapus sistem zonasi! Jangan patahkan semangat belajar generasi anak didik kita dengan sistem Anda!" komentar @di****ro.
"Update instastory bisa, komen rakyat yang kesusahan gara-gara kebijakan dia nggak ada yang dibales, lawak ini menteri," ujar @he*********no.*
Baca Juga: Tak Puas Jadi Produser TV Series dan Musik, Andhika Velasco Sikat Bisnis Travel Umrah
Sumber: Instagram @nadiemmakariem
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Ditahan KPK, Moch Mahrus Suap Anggota DPR Rp1,5 Miliar demi Raih Hibah Pokmas Jatim
-
Kebakaran Lahan Meluas ke Pemukiman, BPBD Cianjur Minta Warga Waspadai Puntung Rokok
-
140 Titik di Banten Darurat Air Bersih
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air