SUARA BANDUNG – Ada 4 hal menakutkan diprediksi terjadi dalam Pilpres 2024, Prof Enjang AS soroti polarisasi di internal umat Islam.
Proses pergantian kekuasaan lima tahun sekali sudah di depan mata. Joko Widodo alias Jokowi akan segera purnatugas dalam pengambdiannya sebagai Presiden RI.
Namun, jelang pergantian kekuasaan ini ada beberapa hal yang dikhawatirkan terjadi, yakni "warisan pembelahan".
Terkait hal itu, dalam orasi ilmiah Pengukuhan Guru Besar Ilmu Komunikasi pada Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) UIN Bandung, Prof. Dr. H. Enjang AS, M.Si., M.Ag., CICS yang akrab dipanggil Kang Enjang, melihat ada fenomena yang terjadi di tengah masyarakat.
Dia terang-teranan sangat mengkhawatirkan tentang adanya polarisasi, fragmentasi, dan konflik sosial yang rupanya masih terus terjadi.
Fenomena ini kata Kang Enjang, memperlihatkan adanya perbedaan pendapat yang cukup tajam dan pengkubuan di antara kelompok- kelompok sosial yang berbeda.
"Di ranah politik, misalnya, terjadi polarisasi secara tajam sejak tahun 2014 atau lebih tepatnya pada waktu Pemilihan Presiden Tahun 2014," kata dia pada Jumat (21/7/2023).
"Selanjutnya diikuti oleh Pemilihan Gubernur DKI Jakarta tahun 2017. Selanjutnya, Pemilihan Presiden 2019," ujarnya pada Kamis 20 Juli 2023.
Atas dasar itu, Kang Enjang mengungkap beberapa hasil studi yang luar biasa, yakni memperlihatkan pertentangan tersebut masih terus berlangsung, sekalipun pilpres telah berakhir.
Bahkan kata Kang Enjang, meski Prabowo Subianto, sebagai lawan politik Jokowi telah bergabung dengan Pemerintahan Jokowi Widodo, akan tetapi pertentangan tajam masih tampak dan bisa dirasakan.
Celakanya, polarisasi ini terjadi dalam isu-isu non-politik. Misalnya pada kasus Covid-19. Meski tensi polarisasi tersebut telah menurun, tetapi masyarakat pantas untuk cemas karena pertentangan ini bisa jadi muncul kembali memasuki tahun politik 2024.
"Pada tahun politik atau dalam menghadapi tahun politik, khususnya pada masa kampanye pemilihan presiden, gerakan yang mengarah pada terjadinya polarisasi, fragmentasi, gesekan sosial, bahkan konflik sosial mendapatkan rumahnya yang begitu ideal, dengan hadirnya media sosial," katanya.
Keberadaan media sosial dinilai menjadi arena yang bisa mempengaruhi terbangunnya polarisasi dengan berbagai informasi yang tidak benar bahkan menyesatkan.
Hal itu terjadi kata dia, akibat para pengguna informasi cenderung kurang selektif dan hanya didasarkan pada pengetahuan yang terbatas pada kelompoknya.
"Ditambah kurang memperhatikan benar atau tidaknya informasi yang masuk kepadanya. Bahkan seringkali mudah terpropokasi oleh informasi yang didapatkannya."
Tag
Berita Terkait
-
CEK FAKTA: Erick Thohir Politisasi JIS, Jakmania Siap Bela Anies Baswedan! Benarkah?
-
Cek Fakta: Ganjar Pranowo Terbukti Sesat, Capres PDIP Ngamuk Bela Panji Gumilang?
-
FC Barcelona dan Atletico Madrid Pernah Bermain di JIS, Juru Bicara Anies Baswedan: Mereka Memuji Lapangannya
-
JIS Renovasi Karena Adanya Unsur Politik? Erick Thohir Tegaskan Stadion Milik Indonesia!
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
-
Sempat Dikira Tidur, Pria di Depan Gedung HNSI Juanda Ternyata Sudah Tak Bernyawa
Terkini
-
Kylian Mbappe Bocorkan Tips Rahasia demi Prancis Juara Piala Dunia 2026
-
Halal Bihalal Bank Sumsel Babel 2026: Perkuat Sinergi dan Bangun Budaya Kerja Positif
-
Kondisi Terkini Jalur Puncak Cianjur - Bogor, Hujan Deras Picu Kabut Tebal
-
Kecelakaan Beruntun di Jalur Bogor-Sukabumi: 5 Orang Luka, Arus Lalu Lintas Sempat Tersendat
-
Andrie Yunus Jalani Operasi Lanjutan, Dokter Fokus Selamatkan Bola Mata Kanan
-
5 Fakta Aksi Begal Sadis di Prabumulih: Korban Ditendang hingga Motor Raib
-
Arus Lebaran 2026 Menguat, Tol GempolPasuruan Didominasi Pergerakan ke Arah Pasuruan
-
Optimalkan SDA untuk Kemandirian Nasional, Prabowo Pacu Hilirisasi dan Ketahanan Energi
-
Prabowo Dorong Reformasi TNI: Penegakan Hukum Internal Diperketat, Tak Ada Toleransi Pelanggaran!
-
Keputusan Carlo Ancelotti Coret Neymar Bikin Marah Legenda Brasil