SUARA BANDUNG – Perempuan hingga saat ini tidak pernah berhenti memperjuangkan hak-hak mereka demi tercapainya keadilan gender.
Pada zaman sekarang, dalam bidang apapun itu, kehadiran perempuan sangat dibutuhkan. Perannya menjadi penting dan kontribusinya layak diperhitungkan.
Berdasarkan sejarah bagaimana nasib perempuan sebelum dan sesudah islam datang, memberikan gambaran bahwa perempuan perlu terus berjuang agar keadilan selalu ada.
Sebelum islam datang, nasib perempuan sangatlah buruk. Ketika masa itu perempuan sama sekali tidak memiliki harga diri dan mendapatkan perlakuan yang tidak mencerminkan kemanusiaan.
Pada masa sebelum islam datang, bayi perempuan dikubur hidup-hidup, bagaimana perempuan dipaksa kawin sebelum menstruasi, saat itu hubungan seksual menjadi kewajiban dari istri, poligami yang tak terbatas, istri banyak dipukuli, dituduh zinah hanya bisa dibenarkan.
Lalu bagaimana anak perempuan tidak diinginkan sementara anak laki-laki lebih diutamakan.
Namun, setelah islam datang terjadi banyak perubahan dalam mempelakukan perempuan.
Bagaimana larangan mengubur bayi perempuan yang masih hidup, hubungan seksual tidak lagi hanya menjadi kewajiban istri tetapi kewajiban dari suami, pembatasan poligami, larangan memukul istri, dan lain-lain.
Namun, memang sampai saat ini masih terjadi praktik kejahiliyahan (kebodohan), seperti masih banyak ditemukannya bayi yang dibuang dan dikubur secara hidup-hidup, yang ditemukan di tempat sampah, di mesjid dan tempat lainnya.
Baca Juga: Haru, Ini Tujuan Michelle Ashley Bongkar Kelakuan Tak Senonoh Suami Kedua Pinkan Mambo
Pernikahan anak yang puncaknya terjadi pada masa pandemi covid-19, salah satu penyebanya karena orang tua yang sudah tidak bisa membiayai anak-anaknya sekolah sehingga memutuskan untuk menikahkan mereka, hingga mereka menyesali sendiri hal tersebut.
Terdapat juga banyak berita tentang bagaimana suami menganiaya istrinya sendiri dengan sadis, pembunuhan hingga kekerasan terhadap istri.
Bahkan poligami yang dilakukan diam-diam oleh suami setelah belasan tahun menikah.
Fakta-fakta tersebutlah yang mengharuskan perempuan untuk bisa tetap bangkit, melawan ketertindasan, dan ketidakadilan yang terjadi.
Fakta sejarah perjuangan perempuan harus menjadi pemicu semangat bagi perempuan masa kini untuk terus berjuang lagi dan lagi, berdiri di kaki sendiri, untuk mendapatkan keadilan. (*/Alina)
Sumber: Survey Pribadi
Berita Terkait
-
HARAM! Anak Perempuan Menolak Perintah Ayah Ketika Sudah Menikah, Begini Penjelasan Buya Yahya
-
Non Muslim yang Makan Kerupuk Babi Harus Dijadikan Pelanggan? Buya Yahya: Perilaku Akhlaq Jual Belinya yang Indah
-
Benarkah Anak Perempuan Tidak Wajib Membahagiakan Orang Tua setelah Menikah? Ini Kata Buya Yahya
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- 6 Sepatu Puma Wanita yang Lagi Diskon 55 Persen di Toko Resmi, Ada Model Lari hingga Sneaker
Pilihan
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
Terkini
-
Kasih Paham: Dolar Naik Gila-gilaan, Kenapa Rupiah Kita Kalah?
-
Libur Idul Adha, Pantai Anyer Diserbu Ribuan Wisatawan
-
Pecah Rekor MURI! Pemkab Bogor Sukses Gelar Layanan Publik Nonstop 100 Jam
-
PPDB Jabar Harus Transparan: Semua Calon Siswa Punya Hak Sama, Stop Praktik Curang!
-
Simulasi Cicilan KPR Bank Sumsel Babel 2026: Cara Punya Rumah di Palembang dengan Angsuran Ringan
-
Review Leadership Mastery: Apakah Buku Ini Layak Jadi Kitab Wajib Para Pemimpin Masa Kini?
-
Toko Kosmetik di Sawah Besar Digerebek, Ternyata 'Gudang' Ribuan Butir Pil Tramadol dan Hexymer
-
Adhisty Zara Mendadak Menikah dan Umumkan Kehamilan, Ini Profil Tsaqib Sang Suami
-
Perkuat GCG dan Efisiensi, Pengamat Apresiasi Tata Kelola BUMN
-
3 Mobil Bekas 1000cc Turbo: Pilih Raize-Rocky atau Nissan Magnite? Simak Perbandingan Jujur Pakar