SUARA BANDUNG – Isu gender sampai saat ini masih banyak menjadi perbincangan hangat di berbagai kalangan.
Bagaimana tidak, dalih kesetaraan gender masih terus digaungkan, padahal sudah jelas dalam Al Quran baik laki-laki maupun perempuan memiliki peran sesuai porsinya masing-masing, yang tidak akan bisa disamakan.
Hanya saja, dalam memperjuangkan hak yang sama seperti misalnya dalam pendidikan, perempuan terus berupaya untuk mendapatkannya.
Walaupun juga sebenarnya, zaman sekarang kesempatan pendidikan bagi perempuan sudah terbuka begitu luas, tidak seperti era sebelum kemerdekaan yang dimana hak perempuan dalam pendidikan masih terbatas.
Pada akhirnya, tinggal bagaimana perempuan memanfaatkan segala kesempatan yang luas tersebut untuk memperoleh pendidikan yang baik dan penting adanya kemauan dari dalam diri perempuan itu sendiri.
Kembali pada bagaimana gender direpresentasikan di media saat ini bisa kita analisis. Gender yaitu sifat yang melekat pada diri laki-laki dan perempuan berdasarkan konstruk sosial.
Gender merujuk pada peran dan perilaku dari laki-laki dan perempuan yang bisa diubah, bukan berdasarkan kodrat secara lahiriyah.
Saat ini, banyak sekali konten dalam media yang menampilkan bagaimana perempuan itu digambarkan.
Media sendiri memang digunakan sebagai alat untuk menyampaikan pesan atau informasi dari sang produksi pesan kepada khalayak umum.
Baca Juga: Haru, Ini Tujuan Michelle Ashley Bongkar Kelakuan Tak Senonoh Suami Kedua Pinkan Mambo
Di mana pesan atau informasi tersebut bisa dengan mudah diterima dan dikonstruksi oleh khalayak sebagai suatu kebenaran. Maka perlunya kehati-hatian dalam memproduksi pesan ke dalam media.
Representasi perempuan dalam media bisa dianalisis dengan melihat bagaimana aktor-aktor sosial dalam media tersebut diposisikan dalam penyajian.
Siapa pihak yang diposisikan dalam media dan apa akibatnya. Serta objek majam apa yang diimajinasikan oleh subjek dalam media.
Contohnya, kita lihat dalam iklan sabun atau shampoo di media massa, yang mana menyajikan perempuan yang cantik putih merona, berambut panjang dan juga seksi.
Hal ini menunjukkan bahwa media merepresentasikan perempuan seperti itu, sehingga khalayak beranggapan dan memandang perempuan yang cantik adalah perempuan yang putih merona, seksi dan berambut panjang, sebagaimana yang ditampilkan dalam iklan tersebut.
Selain itu, pembawa berita atau presenter perempuan disajikan dengan cantik bermakeup, elegan dan juga seksi. Sehingga menjadi konsumsi pemirsa yang menyaksikan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan