SUARA BANDUNG - Perkara tes DNA ulang terhadap Denny Sumargo, yang dilayangkan oleh DJ Verny Hasan masih belum usai.
Setelah Ikeyda angkat bicara mengenai kehamilan sahabatnya, terkini dr. Richard Lee mengundang dokter forensik dari RSCM, yang menjadi tempat di mana tes DNA Denny Sumargo empat tahun silam.
Kedatangan dr. Ade Firmansyah selaku dokter forensik RSCM tentunya guna menjelaskan mengenai prosedur pelaksanaan tes DNA, termasuk kemungkinan adanya kesalahan dalam menyimpulkan hasil tes.
Hal tersebut, seolah menjawab keresahan yang dirasa Verny Hasan mengenai hasil tes DNA empat tahun silam terkait anaknya.
Verny Hasan belakangan ini meminta adanya tes DNA ulang, karena tidak yakin dengan hasil yang diterimanya beberapa tahun lalu.
Sebagaimana disampaikan Ikeyda, Verny Hasan justru meyakin bila Denny Sumargo ayah biologis dari anak kandung sang DJ.
Apalagi, wajah anak Verny Hasan ini disebut-sebut memiliki kemiripan dengan Denny Sumargo.
dr. Ader Firmansyah menjelaskan, mengenai probabilitas dalam tes DNA. Bila probabilitas tes DNA tidak mungkin 100 persen, melainkan maksimal 99,99 persen, dikarenakan hanya mengambil 23 lokus, menurutnya.
Meski tidak mencapai angka sempurna, tetapi persentase tersebut bisa dijadikan dasar untuk pengakuan anak biologis.
Baca Juga: Ferry Irawan Buktikan soal Nafkah dan Bantah Lakukan KDRT, Venna Melinda: Terima Kasih, Memang...
"Dari 23 lokus itu, kita punya beberapa probability. Makanya keluarnya pasti probability. Tapi, nggak mungkin 100 persen, makanya begitu 99,99 persen, itu sudah pasti (anak biologis," kata dr Ade Firmansyah.
Terkait penjelasan dr Ade Firmansyah ini rupanya membuat pemilik produk kecantikan itu tertawa. Ia mengaku mengerti jalan pikiran Verny mengenai tantangan tes DNA ulang.
"Sekarang saya mengerti kenapa VH ingin tes ulang, mungkin dia merasa dia 0,000001 persen itu," kata dr Richard Lee bercanda.
Selain itu, dr Ade Firmansyah menegaskan, bila probabilitas nilainya 0 persen dapat diartikan tidak ada keterkaitan biologis antara ayah dan anak.
"Kalau 0 persen berarti bukan ya?," kata dr Richard Lee.
"Bukan," kata dr Ade Firmansyah.
Berita Terkait
-
Dokter Richard Lee Review Payung di Mobil Roll Royce, Payung Termahal di Dunia dengan Harga Rp80 Juta: Apa Kelebihannya?
-
Acara Ultah dan Baby Shower Denise Chariesta Sepi Tamu Undangan Artis, Hanya Denny Sumargo yang Beri Respons
-
Verny Hasan Ketar Ketir, Dokter Forensik Buka Suara Soal Tes DNA: Kalau 0% Persen, Bukan Anak Biologis
Terpopuler
- 5 Pelembap Viva Cosmetics untuk Mencerahkan Wajah dan Hilangkan Flek Hitam, Dijamin Ampuh
- Siapa Saja Tokoh Indonesia di Epstein Files? Ini 6 Nama yang Tertera dalam Dokumen
- 24 Nama Tokoh Besar yang Muncul di Epstein Files, Ada Figur dari Indonesia
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Adu Tajam! Persija Punya Mauro Zijlstra, Persib Ada Sergio Castel, Siapa Bomber Haus Gol?
Pilihan
-
Ketika Hujan Tak Selalu Berkah, Dilema Petani Sukoharjo Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
KPK Cecar Eks Menteri BUMN Rini Soemarno Soal Holding Minyak dan Gas
-
Diduga Nikah Lagi Padahal Masih Bersuami, Kakak Ipar Nakula Sadewa Dipolisikan
-
Lebih dari 150 Ribu Warga Jogja Dinonaktifkan dari PBI JK, Warga Kaget dan Bingung Nasib Pengobatan
-
Gempa Pacitan Guncang Jogja, 15 Warga Terluka dan 14 KA Berhenti Luar Biasa
Terkini
-
KPK Tahan Ketua dan Wakil Ketua PN Depok, Buntut Dugaan Minta Fee Rp850 Juta
-
Yudi Purnomo Soal Wacana Polri di Bawah Kementerian: Ingat Pengalaman KPK
-
Soal Usul Duet Prabowo-Zulhas di 2029, Dasco: Kita Anggap Wacana dan Hiburan Buat Rakyat
-
Dasco Ungkap Arahan Prabowo di HUT ke-18 Gerindra: Jaga Uang Rakyat, Jangan Berbuat Perilaku Tercela
-
Derbi Mataram PSIM vs Persis Tanpa Pemenang, Milo Puas Laskar Sambernyawa Curi Poin
-
Gerindra Akhirnya Minta Maaf, Atribut Partainya Ganggu Masyarakat di Jalan
-
Habiburokhman Sebut Pernyataan Abraham Samad Soal Reformasi Polri Salah Kaprah
-
IPW Nilai Polri Bisa Mudah Dipengaruhi Kepentingan Politik Jika di Bawah Kementerian
-
Semangat Berdikari, Soekarno Run Runniversary 2026 Siapkan Beasiswa Pelajar dan Inovasi 'Zero Waste'
-
Sayap Kecil yang Menantang Badai