SUARA BANDUNG - Kemenangan tanpa balas Timnas Indonesia laga kontra Brunei Darussalam dengan skor 6-0 pada pertandingan leg pertama kualifikasi Piala Dunia 2026, Kamis (12/10/2023) kemarin, membuat Erick Thohir bereaksi.
Selaku ketua PSSI, Erick Thohir ikut serta bergembira menyambut hasil yang diberikan oleh Timnas Indonesia, yaitu menang atas Brunei Darussalam.
Namun, di sela-sela merayakan keunggulan pada leg pertama atas Brunei Darussalam, Erick Thohir justru memberikan peringatan pada para penggawa Timnas Indonesia.
"Merayakan kemenangan boleh tapi laga kontra Brunei Darussalam harus dituntaskan karena masih ada mimpi yang tetap harus diraih," ucap Erick Thohir, dikutip dari Channel Bung Ropan, Jumat (13/10/2023),.
Mimpi itu bukan hanya menang atas Brunei tapi juga bisa lolos seleksi Piala Dunia, Timnas Indonesia akan maju pada grup F yang berisi Irak, Vietnam, dan Filipina.
Untuk lolos dari Grup F, Indonesia setidaknya harus memperoleh posisi ke dua yang kemudian akan masuk di fase ketiga, di mana ada 18 tim di Asia memperebutkan 8 tiket untuk lolos masuk di Piala Dunia 2026.
Selain itu, Indonesia bisa lolos ke Piala Dunia bila bisa mengalahkan wakil dari Amerika Selatan.
Hal ini berarti kemungkinan ada 9 Tim dari Asia yang bisa bertanding di Piala Dunia.
Untuk mewujudkan mimpi tersebut, PSSI akan terus berburu pemain-pemain naturalisasi agar Timnas Indonesia menjadi lebih kuat.
Baca Juga: Prancis Sorot Kemenangan Timnas Indonesia, Singgung Eksistensi Elkan Baggott dan Sandy Walsh
Salah satu pemain tersebut adalah Jay Idzes yang diproyeksikan bisa ikut bergabung di Timnas Indonesia, pada Piala Asia Qatar Januari dan Februari 2024 mendatang.
Selain Jay, ada satu pemain lagi yang akan diproyeksikan menguatkan Timnas Indonesia, Nathan Tjoe-A-On.
Kabar ini pastinya akan menambah semangat Timnas Indonesia dan makin memperkuat dan kemungkinan lolos melalui beberapa tahap seleksi Piala Dunia akan semakin besar.(*/Alina)
Sumber: Youtube Bung Ropan
Berita Terkait
-
Prancis Sorot Kemenangan Timnas Indonesia, Singgung Eksistensi Elkan Baggott dan Sandy Walsh
-
Ciptakan Hattrick saat Timnas Indonesia Lawan Brunei Darussalam, Dimas Drajad Banjir Pujian
-
Langkah Erick Thohir Terendus, Ada Upaya Usir Shin Tae Yong dari Indonesia, Kekuatan Besar Anti STY Gagal Total? Australia Buka Suara Soal Piala Dunia
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Pemutihan Pajak Kendaraan Jakarta 2026, Denda Dihapus hingga 31 Agustus
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati