SUARA BANDUNG - SMP Negeri 3 Ngamprah Kabupaten Bandung Barat menerima bantuan penunjang pembelajaran dari China Railway Rolling Stock Corporation (CRRC) Qingdao Sifang Co.,Ltd.
CRRC merupakan perusahaan yang memproduksi kereta cepat Whoosh yang diresmikan oleh Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.
Sekolah yang berada di Jalan Raya Bukit Permata, RT 10/RW 22, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) tersebut menerima bantuan berupa sound sistem dan laptop.
Deputy General Manager, CRRC Qingdao Sifang Rolling Stock Co., Ltd, Mr. Cao Rui mengatakan, donasi tersebut diperuntukkan bagi program 'Kelas Kesejahteraan Masyarakat' dalam persiapan siswa memasuki jenjang pendidikan selanjutnya dari basis pertukaran ilmu pengetahuan dan budaya rangkaian Kereta Api Whoosh.
"Bulan ini menjadi momentum sejarah perkeretaapian Indonesia, yakni kereta Whoosh sebagai kereta tercepat se-Asia Tenggara dengan kecepatan 350 kilometer per jam yang baru saja diresmikan," katanya saat ditemui.
"Ini prestasi terbesar Indonesia dalam modernisasi transportasi dan saya sangat bangga CRRC Qingdao Sifang menjadi bagian di dalamnya," ujarnya.
Ia menambahkan, sebagai perusahaan inti yang fokus dalam bidang pengembangan kereta cepat, CRRC juga mengadakan acara pertukaran dan pameran budaya.
"Dengan sambutan yang hangat dari masyarakat, tentu ini menjadi jembatan penting pertukaran budaya antara Indonesia dan Tiongkok," katanya.
Pihaknya berharap, kegiatan ini bisa menjadi pembelajaran dan menumbuhkan pengetahuan para guru dan siswa, khususnya dalam bidang perkeretaapian.
Baca Juga: Jawaban Adian Napitupulu Terkait Jokowi-Gibran Dipecat dari PDI Perjuangan: Bapak dan Anak Itu...
"Kami akan berkontribusi dan mendukung kesejahteraan dalam bidang pendidikan sebagai jembatan untuk menjalin persahabatan antara Indonesia dan Tiongkok," jelasnya.
Sementara itu, Asisten Ekonomi Pembangunan Kabupaten Bandung Barat, Asep Wahyu mengatakan, SMPN 3 Ngamprah merupakan salah satu sekolah yang terdampak pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB).
"Setiap hari para siswa ini harus dihadapkan dengan bisingnya suara kereta baik yang konvensional maupun kereta cepat," katanya.
Ia meneyebut, dengan adanya bantuan corporate social responsibility (CSR) yang diberikan menjadi bukti tanggungjawab CRRC terhadap dampak yang ditimbulkan dari pembangunan kereta cepat.
"Oleh karenanya, saya berharap keberadaan kereta cepat ini bisa menjadi kebanggaan kita semua mengingat kereta cepat se-Asia Tenggara baru ada di kita karena Stasiun Padalarang ada di Bandung Barat," tandasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Ulasan Film Supergirl: Sinema Kosmis yang Megah, Sunyi, dan Mendalam
-
Tarif KOL Capai Rp 150 Juta, Startup Ini Pilih Bayar Konsumen Biasa
-
4 Fakta Menarik Ketangguhan Turki Menjegal Dominasi Amerika Serikat di Piala Dunia 2026
-
Tilap Rp7,6 Miliar, Duo Penipu Haji Mujamalah VIP Diringkus Sebelum Kabur ke Luar Negeri
-
HP Perkenalkan AI PC dan HP IQ, Siap Ubah Masa Depan Dunia Kerja
-
KPK Limpahkan Perkara Tersangka Terakhir Kasus Suap Impor di Bea Cukai ke Tahap Penuntutan
-
Razman Arif Nasution Resmi Dipenjara usai Divonis Cemarkan Nama Baik Hotman Paris
-
Bitch x Rich Lanjut Season 3, Incar Miyeon (G)I-DLE sebagai Pemeran Utama
-
Jokowi Hadiri Rakorda PSI di Lampung, Siap Sampaikan Pandangan soal Politik Nasional
-
Mengapa Tekan Emisi Saja Tidak Akan Cukup Selesaikan Krisis Lingkungan? Studi Ungkap Caranya