SuaraBandungBarat.id - Pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan terkait motif Putri Candrawati dalam kasus pembunuhan Brigadir J.
Dalam rangkaian penyelidikan nya Putri Candrawati kembali membuat pengakuan terbarunya dengan mengatakan Brigadir J telah melakukan pelecehan atas dirinya.
Hal tersebut sempat dikemukakan istri Ferdy Sambo saat awal pemeriksaan di Polres Metro Jakarta Selatan.
Atas pengakuannya, kasus pelecehan yang terjadi di Magelang, akhirnya mencuat ke publik hingga menimbulkan kontroversi.
sebelumnya Dirtipidum Bareskrim Polri menghentikan penyidikan mengenai aksi pelecehan yang diduga dilakukan oleh Brigadir J terhadap Putri Candrawati.
Saat wawancaranya yang kedua, Putri Candrawati mengubah keterangannya dan mengatakan bahwa benar Brigadir J pernah masuk kedalam kamarnya ketika sedang berada di Magelang.
Tak hanya itu, Putri Candrawati juga mengatakan bahwa Brigadir J melucuti pakaiannya dan sempat mengalami kontak fisik dengannya.
Dengan pengkuan Putri Candrawati yang berubah-ubah tersebut semakin menuai kontroversi dari berbagai kalangan dan dirasa banyak terjadi kejanggalan.
Ahli hukum tata negara Refly Harun menanggapi pernyataan tersebut, "ini merupakan usaha yang dilakukan Putri Candrawati untuk terhindar dari hukum atau sekedar meringankan hukuman yang berlaku."
Baca Juga: Dipecat, Ferdy Sambo Mengaku Menyesal dan Tempuh Langkah Banding
"Kalau kita melihat keterangan Putri tersebut, maka ada dua hal yang terbayang dalam benak saya," ujar Refly harun.
"Satu, dia ingin membuat skenario yang barangkali bisa meringankan hukuman dia dan suaminya, terutama suaminya karena dia bilang masih cinta. Sekaligus barangkali menebus rasa bersalah, we don't know exactly (Kita tidak tahu tepatnya)," lanjutnya memberikan tanggapan.
Dan untuk tanggapan yang kedua Refly Harun mengatakan bahwa "bisa saja Putri Candrawati menutupi motif atas kasus tersebut lantaran tak ingin diketahui publik."
Hal tersebut terlihat saat istri Ferdy Sambo itu mengatakan malu ketika di wawancara oleh LPSK.
"Dan yang kedua adalah dia malu mengaku kalau misalnya ada motif dewasa. Makanya ketika kepada petugas LPSK yang menemuinya, dia mengatakan 'Malu mba, malu mba.'," lanjut Refly Harun.
Pengakuan Putri Candrawati yang berubah-ubah membuat publik bertanya-tanya apa motif sebenarnya atas kasus pembunuhan Brigadir J tersebut.Tutup nya
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Lipstik Lokal Murah dan Awet, Transferproof Meski Dipakai Makan dan Minum
- Apakah Produk Viva Memiliki Sunscreen? Segini Harga dan Cara Pakainya
- Promo Long Weekend Alfamart, Diskon Camilan untuk Liburan sampai 60 Persen
- 5 HP Baterai 7000 mAh Terbaru 2026, Tahan Seharian dan Kencang Mulai Rp1 Jutaan
- Siapa Ayu Aulia? Bongkar Ciri-ciri Bupati R yang Membuatnya Kehilangan Rahim
Pilihan
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
SMAN 1 Pontianak Tolak Ikut Lomba Ulang, Sampaikan Salam: Sampai Jumpa di LCC Tahun Depan!
-
Keluar Kau Setan! Ricuh di Pertemuan Donald Trump dan Xi Jinping
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
Terkini
-
Viral Pelayanan Jutek di Puskesmas Cisarua, Ini Respons Pimpinan
-
Persib vs PSM Makassar: 6 Poin Penting Pesan Pak Haji Umuh untuk Jaga Tahta Klasemen
-
3 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik Januari 2026, Kualitas Premium Cuma 300 Ribuan
-
'Satu Foto Sejuta Cerita' Dedie A. Rachim Terpukau oleh Karya Jurnalistik di APFI 2026
-
4 Rekomendasi Sepeda 1 Jutaan Terbaik untuk Bapak-Bapak di Mei 2026
-
Long Weekend Makin Nyaman, BSB Cash Bank Sumsel Babel Jadi Andalan Pengguna Tol dan LRT
-
Gaya 'Old Money' dengan Sepatu Lari Lokal: 5 Brand yang Tampil Mewah Tanpa Logo Mencolok
-
Waspada Hantavirus! Banten Pernah Catat 1 Kasus, Pintu Masuk Internasional Dijaga Ketat
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
-
Dedi Mulyadi Ingin Kembalikan Kawasan Batutulis Bogor Jadi Area Hijau dan Sejarah