/
Minggu, 25 September 2022 | 19:24 WIB
Pendukung Gubernur Papua Lukas Enembe demo soal penetapan tersangka, pendukung Lukas Enembe demo. (ANTARA FOTO/Gusti Tanati/app/foc)

SuaraBandungBarat.id - Media massa memiliki kekuatan yang luar biasa dalam menghitam-putihkan ruang pemikiran publik. 

Perannya yang sangat taktis dan strategis menjadikan media memiliki peran ganda dalam setiap pemberitaan. 

Bisa berperan konstruktif atau bahkan sebaliknya menjadi alata penyebar hoax dan berita bohong yang lebih bersifat dekstuktif terhadap publik. 

Diketahui bahwa Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia wilayah Maluku Papua dan Aliansi Jurnalis Independen Jayapura meminta media massa, terutama di Jakarta, agar mengedepankan pemberitaan yang menyejukkan pascapenetapan tersangka Gubernur Lukas Enembe oleh KPK.

Korwil  Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia wilayah Maluku Papua Chanry Suripatty mengatakan situasi di Papua, khususnya Kota Jayapura, saat ini memanas menyusul penetapan tersangka terhadap Lukas Enembe.

"Sehingga kami mengimbau agar media massa lebih mengedepankan pemberitaan yang menyejukkan dan edukatif agar tidak memperkeruh suasana," katanya.

Tegas Chanry menyatakan bahwa jurnalisme damai tidak akan menghilangkan fakta, namun lebih menonjolkan pemberitaan yang bisa menurunkan tensi konflik dan memberikan solusi.

"IJTI juga meminta kepada pemerintah dan tokoh masyarakat diimbau untuk menyebarkan perdamaian dan menenangkan warga dari kemungkinan hasutan yang bisa memprovokasi massa," ujarnya.

Dia menjelaskan terkait dengan penegakan hukum terhadap Lukas Enembe pada prinsipnya IJTI berpendapat pemberitaan media massa juga lebih mengedepankan asas praduga tak bersalah terhadap penetapan tersangka kepada orang nomor satu di Provinsi Papua tersebut.

Baca Juga: Usai Menang Telak Lawan Curacao, Iwan Bule Singgung Perpanjangan Kontrak Shin Tae Young

"Selain itu media massa juga memberikan ruang kepada Gubernur Lukas Enembe dalam menyampaikan kondisi kesehatannya saat ini," katanya.

Dia menambahkan terkait adanya keributan antara dua kelompok warga yang terjadi di wilayah Koya dan pasar Youtefa, Kota Jayapura, Papua, media massa harus dapat memberitakan secara objektif dan tidak mengaitkan dengan proses hukum yang saat ini dihadapi oleh Lukas Enembe.

Keributan antar warga tersebut kata dia, murni adalah masalah pidana dan tidak ada sangkut paut dengan proses hukum yang dihadapi gubernur. Dengan demikian pihaknya mendukung TNI dan Polri dalam penanganan situasi di Papua yang aman dan damai.

"Maraknya isu yang berpotensi suku, ras, agama dan antar golongan diharapkan media massa dapat menjauhkan hal tersebut dalam pemberitaan serta tetap menjaga situasi kondusif di Papua yang merupakan tanah penuh damai," ujarnya.

Ketua Aliansi Jurnalis Independen Jayapura Lucky Ireeuw mengatakan insan pers di Tanah Papua dalam menciptakan produk jurnalistik mengedepankan fakta dan netral terkait kasus hukum yang menimpa Gubernur Papua Lukas Enembe.

Menurut Lucky, situasi di Papua saat ini berpotensi konflik apabila media massa tidak bijak dalam memberikan informasi kepada masyarakat terkait kasus tersebut.

Load More