SuaraBandungBarat.id – Media sosial lagi-lagi makan korban. Melalui aplikasi MeChat, seorang siswi SMP berusia 14 tahun ‘terjaring’ kepala sekolah.
Dampaknya luar biasa, sang Kepsek yang bertugas di sekolah di Samarinda ini langsung melakukan bujukan maut.
Tak punya rasa malu, Pak Kepsek berinisial DT ini mengaku sudah berumur 58 tahun dan bertugas sebagai pendidik.
Namun entah apa yang terjadi siswi SMP sebut saja Bunga, mau melayani percakapan khusu dengan si kepsek.
Sampai akhirnya, Bunga terjebak rayuan Pak Kepsek, dan saat itu juga dimangsa di sebuah hotel.
Tak cukup ‘digituin’ di hotel, Bunga juga sampai empat kali digagahi di tempat berbeda.
Kejadian yang menimpa Bunga ini kemudian diketahui orangtuanya yang curiga sang anak tidak pulang.
Siswi kelas tiga ini bahkan sampai tidak sekolah gara-gara disesatkan Pak Kepsek dengan diajari hubungan dewasa.
Sadar anaknya jadi korban pemerkosaan, sang ibu buru-buru melapor kepada pihak kepolisian.
Dari sana Unit Reskrim Marabunta Samarinda kemudian bergerak cepat lalu menangkap pelaku di wilayah Samarinda pada 6 Oktober kemarin.
Kapolresta Samarinda, Kombes Pol Ary Fadil mengatakan, kejadian tersebut diketahui terjadi pada Selasa 4 Oktober lalu.
Apa yang dialami Bunga ini diketahui orangtuanya. Saat itu korban mengetahui bahwa anaknya bunga (14)--bukan nama sebenarnya--duduk di kelas 3 SMP tak masuk sekolah.
Kaget dan panik anaknya tidak pulang, mereka mencari Bunga yang akhirnya ditemukan dalam perjalanan di Jalan Poros Palaran.
Kepolosan Bunga terlihat saat mengaku dirinya tidak sekolah lantaran diajak jalan-jalan DT (58) yang merupakan seorang kepala sekolah.
"Bunga mengaku DT melakukan perbuatan cabul sebanyak 4 kali serta berhubungan badan di hotel sebanyak 1 kali, di salah satu hotel di Samarinda,” katanta.
“Dengan adanya kejadian tersebut ibu korban merasa keberatan dan melaporkan ke Polsek Samarinda Kota,” ucapnya, melansir dari KlikKaltim.com--Jaringan Suara.com, Selasa (11/10/2022).
Dari informasi yang diperoleh, Bunga memiliki akun dan aktif di aplikasi dewasa MeChat.
Kemudian, Bunga berkenalan dengan sang Kepsek melalui aplikasi MeChat pada Maret 2022.
Setelah itu, korban memberikan nomor ponsel pada Pak Kepsek, dan akhirnya sering berbalas chat WA.
Dari keterangan yang didapat, Pak Kepsek ini mengetahui jika Bunga masih bau kencur.
Pelaku juga mengatakan secara jujur pada Bunga, bahwa umurnya 58 tahun.
Dari sana Pak Kepsek dan Bunga sang siswi SMP terus berkomunikasi lewat WA hingga video call.
Di sana Pak Kepsek membujuk Bunga untuk melakukan perbuatan terlarang.
Bungan dipaksa berani memperlihatkan bagian intimnya saat keduanya beberapa kali video call.
Di sana korban dibujuk menunjukkan payudara sehingga timbul niat pelaku untuk melakukan hubungan badan.
Saat itu Pak Kepsek ‘mengajari’ siswi SMP yang jadi korban, sebagai pasangan suami istri.
“Pelaku merayu korban dan mengatakan bahwa kita adalah suami istri, maukah melakukan hubungan suami istri dan korban dibujuk serta diberikan imbalan yg pertama Rp500 ribu,” katanya.
“Kemudian dan yang kedua Rp450 ribu. Seluruh kejadian tersebut dilakukan karena bujukan serta rayuan oleh pelaku kepada korban dan imbalan,” ujarnya.
"Perbuatan cabul yang dilakukan pelaku kepada korban, sebanyak 4 kali dan persetubuhan dilakukan 1 kali. Perbuatan cabul dilakukan di 4 tempat berbeda,” sambungnya.
Tim Polresta Kota Samarinda berhasil mengamankan barang bukti sejumlah pakaian korban, yakni satu baju batik sekolah dan rok sekolah serta kutang dan celana dalam korban.
Untuk menguatkan barang bukti tersebut, pihak kepolisian perintahkan korban melakukan visum.
"Seluruh kejadian tersebut dilakukan korban lantaran adanya bujukan, rayuan, serta imbalan dari pelaku," sebutnya. (*)
Sumber: SuaraKaltim.id
Berita Terkait
-
Kenalan di MeChat, Oknum Kepala Sekolah Cabuli Siswi SMP di Samarinda: Perbuatan Cabul Sebanyak 4 Kali
-
Bejat! Oknum Kepala Sekolah Diduga Perkosa Muridnya
-
Tega! Kepala Sekolah di Namrole Maluku Perkosa Muridnya Sendiri
-
Viral Video Aksi Pria Diduga Sodomi Bocah di Sebuah Empang, Warganet Heran Tidak Ada yang Tegur
-
Geger, Kepala Sekolah Diduga Perkosa Bocah 10 Tahun, Hotman Paris Turun Tangan
Terpopuler
- 7 HP Baru Paling Murah Rilis Awal 2026, Fitur Canggih Mulai Rp1 Jutaan
- 5 Smart TV 43 Inci Full HD Paling Murah, Watt Rendah Nyaman Buat Nonton
- Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
- Pendidikan dan Karier Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto yang Meninggal Dunia
- 5 Sepeda Lipat yang Ringan Digowes dan Ngebut di Tanjakan
Pilihan
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
Terkini
-
Tok! OJK Bekukan Izin Underwriter UOB Kay Hian Sekuritas, Buntut Skandal IPO REAL
-
Sempat Dikira Kain Popok, Begini Cerita Fatmawati Saat Pertama Kali Terima Bahan Bendera Pusaka
-
Pekerja BRI Insurance Galang Dana Mandiri demi Bencana Sumatra
-
Liam Rosenior Tuduh Arsenal Tak Hormati Chelsea, Mikel Arteta Bantah Keras
-
Mensos Gus Ipul: Digitalisasi Bansos Signifikan Tekan Kesalahan Data
-
Kemensos Rehabilitasi 7 PMI Korban TPPO di Turki
-
Sulis Jadi Simbol Perempuan Muslim Berdaya Fatayat NU
-
WN China Tersangka Kasus Tambang Emas Kabur, Ditangkap Imigrasi di Entikong
-
Iran Susah Payah Kalahkan Timnas Indonesia di Final Piala Futsal Asia 2026
-
Soroti Kematian Bocah SD di NTT, Hasto PDIP: Bangunlah Jiwanya, Tapi Anak Tak Bisa Beli Pena