SuaraBandungBarat.id - Dewi Perssik kembali berikan keterangan kepada awak media terkait kasus pencemaran nama baik yang menimpanya.
Merasa bukan hal wajar, Dewi Perssik tetap lanjutkan proses hukum terhadap para haters agar mendapatkan efek jera.
Saat pihak media menemuinya, Dewi Perssik bercerita tentang pembicaraannya dengan pelaku yang mencemarkan nama baiknya tersebut.
Dewi mengungkapkan bahwa salah seorang pelaku mengatakan jika yang dilakukannya itu untuk menambah pengikut akun media sosialnya.
Tidak hanya itu, Dewi juga mengatakan bahwa pelaku bertujuan untuk mendapatkan endorse karena susah cari duit di zaman sekarang ini.
"Cari followers, dia bilang dia kan cari duit susah hari gini, tapi kalo misalkan dia itu banyak yang nonton, ada aja yang ngasih endorse," ungkap Dewi Perssik yang dikutip dari Youtube OFFICIAL NIT NOT, Kamis (10/11/2022).
Oleh karena itu, menurut Dewi juga pelu tersebut membuat video yang menghinanya dengan tujuan agar viral, dan bukan fans sebenarnya.
"Makanya dia itu panggil namaku, Dewi Perssik, Dewi Perssik, Dewi Perssik, gitu, nah akhirnya dia bikin supaya viral, lumayan kan kalo viral, intinya tuh cari duit, bukan fans yang sebenarnya," sambungnya.
Saat ditanya terkait kerugian, Dewi mengungkapkan bahwa jelas apa yang para pelaku lakukan itu merugikan.
Baca Juga: Heboh Sopir Taksi Catcalling Wanita Bule yang Ternyata Artis Onlyfans
"Merugikan dong mba, maksudnya gini, dia bisa cari duit masa harus merugikan saya sih bu, gak kasihan," jelasnya.
Dewi yang juga memiliki anak, ingin punya penghasilan untuk keluarga, bahkan sampai berkata kenapa tidak meminta langsung saja kepadanya daripada berkata yang tidak-tidak.
"Saya kan juga punya anak, punya orang tua, masa gak kasihan sih, mending minta aja ama aku, daripada ngatain aku," tegasnya.
Selain itu, Dewi menceritakan tentang seorang bapa yang menganggap semuanya itu wajar karena sekarang ini zaman media sosial.
"Jadi yang satunya lagi yang bapak-bapak, itu kan dia juga ngomong, ya ini kan sekarang lagi zaman sosmed, jadi wajar kalo misalkan kita berbicara," kata dewi sambi menirukan perkataan pelaku.
Menanggapi perkataan tersebut, sontak Dewi kesal hingga mengatakan tentang undang-undang ITE yang bisa menjeratnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
- Oki Setiana Dewi Jadi Kunci Kasus Pelecehan Syekh Ahmad Al Misry Terbongkar Lagi, Ini Perannya
- 7 Sabun Cuci Muka dengan Kolagen untuk Kencangkan Wajah, Bikin Kulit Kenyal dan Glowing
- 6 HP Realme Kamera Bagus dan RAM Besar, Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan
- Cushion Apa yang Tahan 12 Jam Tanpa Luntur? Ini 4 Pilihan Terbaiknya
Pilihan
-
DPR Minta Ombudsman RI Segera Konsolidasi Internal Usai Ketua Jadi Tersangka Korupsi Nikel
-
Siti Nurhaliza Alami Kecelakaan Beruntun di Jalan Tol
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
Terkini
-
DPR: Napi Korupsi Ngopi di Kafe, 'Mustahil Tanpa Kerja Sama Petugas!'
-
Negara Rugi Bandar Akibat Rokok Ilegal, Ekonom: Penegakan Hukum Tak Bisa Ditawar
-
4 Korban Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau Teridentifikasi, Termasuk Pilot dan CEO KPN Corp
-
Film Yang Lain Boleh Hilang Asal Kau Jangan Ajak Penonton Hargai Momen Bersama Ibu sebelum Terlambat
-
Bulog Pastikan Harga Minyakita Stabil dan Stok Berlimpah
-
Selat Hormuz Memanas, Indonesia Amankan Kedaulatan Pangan Lewat Kemandirian Produksi Pupuk
-
Helikopter PK-CFX Jatuh di Sekadau Tanpa Black Box, Ini Dampaknya pada Investigasi
-
3 Polisi Pemerkosa Cuma Dihukum Etik, Ibu Korban Minta Keadilan: Pak Kapolri Pakai Hati Nurani
-
CEO KPN Corp Asal Malaysia Jadi Korban Helikopter Jatuh di Sekadau, Ini Daftar Penumpang PK-CFX
-
Maskara Anti Luntur dan Tahan Gesek Merk Apa? Ini 7 Pilihan Produknya Agar Mata Badai Seharian