SuaraBandungBarat.id- Angga Wijaya berharap perseteruan antara mantan istri yakni Dewi Perssik dan hatersnya segera selesai dan titik temu.
Ia mengatakan, dirinya enggan banyak berkomentar terkait perseteruan antara Dewi Perssik dan salah seorang netizen yang dilaporkan atas kasus dugaan pencemaran nama baik.
"Kalau aku no komen yah, tar bilang a, abcd hasilnya bilang d terus berlanjut nantinya," katanya seperti dikutip dari YouTube Was Was, Selasa (15/11/2022).
Menurutnya, untuk saat ini memang sulit mencegah orang lain untuk berkomentar terkait kehidupan yang dijalani oleh publik figur.
"Menurut gua pribadi biasanya kita tidak bisa mencegah orang lain untuk komentar apa tentang kita," katanya.
"Karena yang mereka lihat itu adalah yang dikomentari yang mereka lihat bukan yang mereka tau," imbuhnya.
Namun demikian, baginya komentar miring yang dilontarkan lebih baik diabaikan daripada ditanggapi.
"Sedikit banyak kalau gue pribadi jadi beliau gua sih ga bakal ladenin," katanya.
Angga menyebut, mantan istrinya tersebut memang kerap kali langsung menanggapi komentar buruk yang dilontarkan orang lain kepadanya (Dewi Perssik).
Baca Juga: Kaesang Pangarep Lempar Gombalan ke Calon Istri, Balasan Erina Gudono Jadi Sorotan
"Kalau mba Dewi kan selalu kalau ada yang ngomongin kurang baik tentang dia langsung dicounterkan," katanya.
Ia menilai, sikap Dewi Perssik yang mengambil jalur hukum tersebut dilakukan untuk memberikan pelajaran kepada orang yang memberikan komentar yang tidak baik.
"Kalau tanggapan pribadi gue sih semoga cepat berlalu itu aja. Dulu sih kalau ada yang ngata ngatain kurang baik sama dia dulu saat masih sama gua masih terbilang nomer sekiankan," katanya.
"Tapi untuk sekarang sikap dia tuh ingin memberikan pelajaran agar kedepannya tidak ada orang-orang seperti itu lagi," jelasnya.
Ia menegaskan, dirinya pun sempat melihat video netizen yang saat ini menjadi terlapor memang tidak berdasarkan fakta.
"Gue sempet lihat tayangannya dan bener-bener frontal kalau itu sih memang harus ditegur. Ga boleh kayak gitu karena ga ada fakta. Karena sekarang harus berbicara fakta ada UU ITE loh," tuturnya. (*)
Sumber: YouTube Was Was
Berita Terkait
-
Nikita Mirzani Ajukan Eksepsi Setelah Dakwaan Pasal Berlapis Dibacakan Oleh Jaksa
-
Kenapa Nikita Mirzani Buat Dito Mahendra Lapor Polisi? Ini Kronologi hingga Pasal Berlapis yang Dikenakan
-
Denise Chariesta Berencana Akan Terang-terangan Membongkar Sosok RD yang Selama Ini Pernah Selingkuh Dengan Dirinya
Terpopuler
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Daripada Nyicil BeAT: Ini 5 Motor Keren Murah Bertenaga untuk Pelajar, Harga Mulai 5 Jutaan Saja
- Beroperasi Bertahun-tahun Tanpa Izin Resmi, Pabrik Pengolahan Oli Bekas di Tangerang Resmi Ditutup
- Suzuki Burgman 15 Sudah Ada di Dealer, Skutik Penantang NMAX dengan Layar TFT dan Traction Control
Pilihan
-
Sudewo Tolak Dakwaan Gabungan Kasus DJKA dan Perangkat Desa, Kuasa Hukum Sebut Langgar KUHAP!
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
Terkini
-
Pemerintah Guyur Stimulus Pangan hingga Transportasi Semester II 2026
-
4 Terdakwa Penyiraman Air Keras Andrie Yunus Banding, Amnesty Khawatir Barang Bukti Dimusnahkan
-
KPK Tindak Lanjuti Laporan Dugaan Korupsi ITDC di Proyek Mandalika
-
Kasus Ijazah Jokowi: Mengapa Roy Suryo dan dr Tifa Tak Pilih Damai?
-
DPRD DKI Fokuskan Pemenuhan Infrastruktur Dasar Publik
-
Harga MinyaKita Tak Jadi Naik, Terus Apa Solusi Pemerintah?
-
7 Makanan untuk Mengatasi Jerawat, Konsumsi Rutin agar Wajah Kembali Sehat
-
Berapa Harga Air Purifier Mini? Cek 4 Pilihan Ratusan Ribu yang Layak Dicoba
-
Hilirisasi Nikel Butuh Talenta, IWIP dan WBN Fokus Kembangkan SDM
-
Aset Negara Bernilai Tinggi di Senayan Diminta Kembali Dikelola Pemerintah