SuaraBandungBarat.id - Barbie Kumalasari alias Ratu halu ajak Pinkan Mambo duet nyanyi dari pada mencari kejelekkan orang lain.
Barbie Merasa kesal kepada Pinkan yang disebut sudah menghina dan ingin merebut gelarnya, hingga ratu halu membuatnya terpaksa memohon maaf.
Barbie menegaskan bahwa predikat Ratu Halu itu hanya ada satu dan meminta Pinkan untuk berhati-hati lagi.
"Barbie tuh ratu halu cuman satu-satunya, jadi kalo ngomong tolong hati-hati gitu kan, jangan sampai ngehina-hina orang, karena kan gak bagus gitu," ungkap Barbie yang dikutip dari tayangan Youtube KH INFOTAINMENT pada Sabtu (10/12/2022).
Ungkapan Barbie dalam unggahan Instagramnya tersebut tidak lama mendapatkan balasan dari Pinkan melalui unggahan Instagramnya.
"Tiba-tiba dua hari kemudian di Insta Story dia ngetagin aku juga, sambil nangis gitu kan, dia juga minta maaf," jelasnya.
"Aku juga kaget gitu loh, kok cepet amat, kemaren baru menghina sekarang udah minta maaf," tambahnya.
Melihat permohonan maaf dari Pinkan, Barbie merasa tidak ada gunanya juga untuk diperpanjang, bahkan mengajaknya duet nyanyi.
"Terus aku mikir, kalo orang udah minta maaf, masa sih kita mau panjang-panjangin juga, Kalo perlu, udah kamu nyanyi bareng aja sama aku, aku bilang kayak gitu aja sekalian," ungkapnya.
Baca Juga: Bikin Geram! Berikut 4 Rekomendasi Drama Korea Paling Menguras Emosi
Menurut Barbie, karir Pinkan sebenarnya sudah bagus karena memiliki predikat sebagai penyanyi, bahkan Ratu halu mengakui kebagusan suaranya.
"Kalaupun mau bikin halu, halu yang lucu, halu yang keren gitu loh yang berkelas, karena kan kamu predikatnya sudah penyanyi,dan suara kamu lebih bagus daripada aku," kata Barbie.
Barbie sungguh menyayangkan perbuatan Pinkan yang ingin karirnya naik, tapi justru malah menjatuhkan dirinya sendiri.
"Kenapa harus membuat sebuah konsep yang bukannya bikin karir naik, malah menjatuhkan karir sendiri, kan sayang gitu loh," tuturnya.
Hingga Barbie mengungkapkan bahwa dirinya merasa geli dan memandang perbuatan Pinkan itu norak, apalagi sebagai publik figur yang harus punya branding sendiri.
"Geli aja, norak ya, karena kalau kita public figure harus punya branding yang berbeda," imbuhnya.(*)
Berita Terkait
-
Tegaskan Predikat Ratu Halu, Ternyata Ini yang dilakukan Barbie Kumalasari hingga Bikin Pinkan Mambo Memohon Maaf
-
Tak Terima dengan Perbuatan Pinkan Mambo, Barbie Kumalasari Sebut Soal ITE dan Pencemaran Nama Baik, Bawa ke Jalur Hukum?
-
Sempat Jadi Target, Barbie Kumalasari Pernah Larang Pinkan Mambo Jualan Pisang: Boleh Merasa Sok Kaya...
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Mau Gelar Scudetto, Haram Buat Pemain Inter Milan Salahkan Wasit Kalau Kalah
-
Pecah Kongsi? Netanyahu Sindir Donald Trump Soal AS Mau Negosiasi dengan Iran
-
Trump Klaim Iran Mau Berunding, Teheran: Bohong! AS Gemetar dengan Rudal Sejjil
-
Demi Tiket Piala Dunia 2026, Gennaro Gattuso: Pemain Dilarang Lembek, Berjuang Mati-matian
-
Penumpang Ungkap Momen Mencekam Tabrakan Pesawat Air Canada, Pilot Selamatkan Banyak Nyawa
-
Kim Jong Un Terpilih Lagi Jadi Presiden Korut, Sang Adik Hilang Misterius
-
Viral Polisi Ditantang Duel Remaja di Blitar saat Sita Petasan Siap Meledak, Ini Kronologinya
-
Sinopsis Project Hail Mary, Misi Ryan Gosling Selamatkan Bumi dari Kepunahan
-
Momen Idulfitri, Prabowo Hubungi Presiden Palestina Mahmoud Abbas Bahas Solidaritas Bangsa
-
Menlu Israel Klaim 40 Negara Labeli Garda Revolusi Iran sebagai Teroris, Ada Indonesia?