SuaraBandungBarat.id- Pembangunan tower milik KCIC untuk sistem persinyalan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) ditolak warga di sekitar lokasi tersebut.
Pasalnya, warga Kampung Pabrik Tahu RT 01 RW 08 Desa Kertamulya, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB) ini menilai keberadaan tower tersebut berdekatan dengan lingkungan warga lantaran hanya berjarak lima meter.
Warga setempat, Ruhimat (27) mengatakan, pihaknya khawatir keberadaan lokasi tower yang dekat dengan pemukiman warga bakal berdampak negatif. Bahkan masyarakat hingga saat ini belum melihat kajian lingkungan dan sosialiasi dari pihak terkait.
"Kita menolak rencana pembangunan tower di sini karena terlalu dekat dengan rumah. Kami minta PT KCIC dan WIKA selaku pelaksana proyek cari lahan lain," katanya, Selasa (3/1/2022).
Ia menambahkan, warga mengaku khawatir dengan risiko yang diterima ketika tower tersebut dibangun dekat dengan lingkungan masyarakat diantaranya radiasi, sambaran petir, masalah sinyal seluler, serta potensi tower runtuh dan anjloknya harga jual rumah.
"Kami takut tower justru membawa banyak masalah. Dibanyak tempat ada laporan tersambar pertir, susah sinyal, dan harga rumah merosot. Dampak lainnya bagimana kalau runtuh? jadi kami gak mau ada bayang-bayang masalah ini, makanya kita minta pindah lokasinya," katanya.
Ia menyebut, masyarakat sekitar pembangunan tower tersebut tidak diberikan sosialisasi maupun permohonan izin rumah tangga terkait pembangunan tower ini. Mirisnya, informasi terkait tower didapat warga secara tidak resmi dari para pekerja kasar.
"Meraka katanya mau bangun tower setinggi 40 meter di sini. Pondasi 9x9 meter dengan kedalam 6 meter. Jangankan kajian lingkungan atau izin, sosialisasi saja tidak pernah," katanya.
Sementara itu, Ketua RW 08 Desa Kertamulya, Asep Buchori mengatakan, setidaknya kurang lebih ada 100 rumah warga yang berdiri di dekat tower yang rencananya memiliki tinggi 40 meter tersebut.
Baca Juga: Mustahil Ganjar Pakai Dana Pribadi Buat Bantu Kader: Hartanya Cuma Rp11 M yang Dibutuhkan Rp2,5 M
"Surat keberatan pembangunan tower ini telah kita layangkan secara resmi ke pihak kecamatan. Semoga aspirasi kami didengar oleh pemerintah dan disampaikan ke pelaksana proyek," tuturnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- 5 Lipstik Rekomendasi Fuji yang Tahan Lama, Tidak Kering dan Anti Pecah-Pecah
Pilihan
-
Aliansi Rakyat Memanggil Kritik Sederet Program Pemerintah, Tuntut Prabowo-Gibran Lengser
-
Hasil Piala Dunia 2026: Hajar Paraguay, Start Sempurna Amerika Serikat
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
Terkini
-
Drama Overtime Antar Perbanas ke Asia, Ubaya Kuasai Takhta Putri Campus League 2026
-
Sebut Bukan Insiden Kebetulan, Nandang Sutisna Desak Evaluasi Program Makan Bergizi Gratis
-
Banyak Keluarga Melakukannya, Merencanakan Akhir Hayat Kini Jadi Bagian dari Financial Planning
-
Dari Live Shopping ke PayLater, Begini Cara Generasi Digital Berbelanja Sekarang
-
Siap-Siap Merinding Sekaligus Ngakak, Film Dukun Magang Tampilkan Kuntilanak Hitam
-
Jelajah Tri: Dari Benteng Kuto Besak hingga Ampera, Palembang Makin Terkoneksi di Era Digital
-
Curhat Ratu Sofya, Belum Terima Honor Sepeserpun usai Main Film Dosa
-
Sengkarut Data Alamat di Hari Pertama SPMB Malang 2026
-
2 Oknum Perwira Polda Jatim Diduga Terlibat Jaringan Narkoba Internasional
-
Perempuan Tak Sekadar Belanja, Bazar Fesyen Bertransformasi Jadi Ruang Bertumbuh dan Berjejaring