SuaraBandungBarat.id - Muhammad Ainun Nadjib atau yang lebih dikenal sebagai Caknun, yang merupakan tokoh intelektual Muslim di Indonesia secara gamblang mengatakan bahwa di Indonesia dikuasai Fir'aun, Korun, dan jugan Hamman.
Sosok yang disebutkan Cak Nun diatas kemudian dicocokan dengan para pemimpin di Indonesia, Presiden Jokowi sebagai Fir'aun, Anthony Salim sebagai Qorun, serta Luhut Binsar Pandjaitan sebagai Hamman.
Hal tersebut dilontarkan Cak Nun saat saat mengisi acara dan membahas mengenai Calon Presiden tahun 2024.
Didalam video tersebut, terlihat Cak Nun mengatakan bahwa sistem yang ada di Negara Indonesia sekarang telah dikuasai oleh ketiga orang ini, termasuk otoritas serta uang.
Kemudian, Cak Nun melanjutkan pembahasannya mengenai bencana yang sering terjadi Indonesia. Ia menyebutkan bahwa para stakeholder lebih sibuk dengan bencana yaitu tipu daya. Sehingga, menyebabkan alam yang disalahkan jika terjadi bencana oleh para pemangku stakeholder maupun masyarakat.
Hal diatas merupakan sebuah kesalahan menurut Cak Nun, karena adanya bencana itu sudah diketahui oleh para stakeholder yang ada di Indonesia. Sehingga, harusnya mereka memberikan imbauan atau pemberian keputusan secara Preventif kepada masyarakat. Cak Nun lalu menyebut hal itu sebagai bentuk ketidakdewasaan para pemangku stakeholder yang ada di Negeri ini.
Cak Nun kemudian mengatakan hal ini tidak akan pernah berakhir hingga 2024 nanti. Sebab, keinginan untuk mengurangi 'bancana' menurutnya tidak ada.
Cak Nun melanjutkan bahwa seharusnya pemerintah yang mengurus Tanah Air dan rakyatnya. Namun menurut Cak Nun, para pemerintah itu malah lebih berfokus pada pendapatan yang mereka terima dan kekayaan pribadi. Itu adalah suatu peradaban tipu daya yang menurut Cak Nun tidak akan pernah berhenti sampai kapapun.
Video itu lantas menuai pujian dari warganet, tidak sedikit dari warganet yang mengatakan bahwa penuturan Cak Nan selalu berdasar pada fakta dan tidak dibuat-buat. Warganet juga banyak memuji sikap berani Cak Nan.
Baca Juga: Betrand Peto Berulah Kembali Dengan Mencium Tengkuk dan Pipi Sarwendah Dari Belakang, Wajarkah?
"Keren cak nun obyektif tegas dan fakta, tanpa tedeng aling aling??," tulis seorang warganet dikomentar @Reza***
"Lugas dan jelas tanpa rasa takut karena beliau berjiwa bebas," tulis @ABU5B***
"Wahh hebat sekaliii, Indonesia butuh orang pemberani seperti cak nun," tulis warga net lainnya @Ak***
Simak Videonya Melalui Link Dibawah Ini :
(*)
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026