SuaraBandungBarat.id - Menjelang Ramadan, warga di setiap daerah biasanya melakukan berbagai ritual, upacara adat, atau tradisi untuk menyambut bulan suci ini.
Begitu juga di Kabupaten Bandung Barat, di daerah ini terdapat berbagai tradisi yang merupakan ciri khas warga ketika menyambut Ramadan.
Selain untuk menunjukkan tradisi suatu daerah, kebiasaan yang dilakukan tersebut merupakan salah satu bentuk rasa syukur akan datangnya Ramadan.
Tidak hanya untuk orang tua saja, biasanya tradisi ini diikuti oleh semua kalangan yang berada di wilayah tersebut.
Seperti yang dikutip dari berbagai sumber, berikut ini lima tradisi di Kabupaten Bandung Barat saat menyambut Ramadan.
1. Dicukur dan Mandi
Tradisi pertama saat menyambut datangnya bulan Ramadan yaitu dicukur dan mandi, atau memotong rambut dan membersihkan diri.
Warga laki-laki di Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor biasa melakukan tradisi cukur rambut dan mandi. Tradisi ini dilakukan H-3 Ramadhan.
Meski kini sudah tak dilakukan secara bersama-sama, Tradisi ini masih dijalankan oleh masing-masing individu.
Baca Juga: Pupuk Indonesia Pertahankan Peringkat AAA dari Fitch Ratings
2. Nyeuneut Lodong
Tradisi kedua yaitu Nyeuneut Lodong, atau kegiatan menyalakan sebuah permainan yang mirip dengan meriam.
Tradisi ini biasa dilakukan oleh warga Kampung Cipari, Desa Cijambu, Kecamatan Cipongkor.
Lodong adalah permainan tradisional berupa meriam buatan dari pohon bambu, pepaya, atau aren.
Meriam buatan ini memakai bahan Kalsium karbida atau karbit yang dicampur air. Di beberapa daerah di Kabupaten Bandung Barat, lodong ini disebut juga Bebedilan.
3. Hajat Arwah
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
4 Cara Memancing Air Pompa yang Tidak Mau Keluar Setelah Mati Listrik
-
Menakar Strategi Benteng Digital Indonesia di Tengah Ancaman Siber Global
-
Dulu Viral Pecat Ratusan Karyawan Lewat Zoom, Kini CEO Ini Kena Getahnya
-
Ketertinggalan Pendidikan: Saatnya Terapkan Tata Kelola Asimetris
-
8 Cara Memilih Shade Tinted Sunscreen yang Pas sesuai Warna Kulit Wajah
-
Mahasiswa UI Tuding Narasi Prabowo Berbanding Terbalik dengan Nasib Rakyat, Tarik Ucapannya!
-
6 Shio yang Diprediksi Ketiban Hoki dan Rezeki Melimpah pada 18 Agustus 2026
-
BI Sulap 72 Persen Limbah Uang Kertas Jadi Cendera Mata dan Sumber Energi
-
Andi Sudirman Gaungkan Kedaulatan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045
-
5 Zodiak dengan Horoskop Terbaik 18-23 Agustus 2026, Siap-siap Panen Hoki Sepekan