/
Selasa, 14 Februari 2023 | 21:16 WIB
Ilustrasi Penanganan Medis penanganan keracunan (pixabay.com/DarkoStojanovic)

SuaraBandungBarat.id- Sebanyak 28 orang korban keracunan makanan di Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat kondisi kesehatannya saat ini membaik dan telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.

Berdasarkan data Dinkes KBB menyebut, dari 75 orang yang menjalani perawatan 28 diantaranya telah membaik dan sebanyak 37 orang menjalani perawatan di Puskesmas DTP Gununghalu, 8 orang di RSUD Cililin dan dua orang meninggal dunia.

Kepala Puskesmas DTP Gununghalu, dr Edi Junaedi menjelaskan, dari awal kasus keracunan tersebut terjadi hingga saat ini sebanyak 28 orang telah dinyatakan sembuh dan dapat pulang kembali ke rumah masing-masing.

"Pasien yang dirawat mulai banyak pulih. Hari ini ada 15 orang yang sembuh. Jadi total dari hari pertama kasus keracunan, hingga sekarang sudah ada 28 orang sembuh dan pulang," katanya, Selasa (14/2/2023).

Ia menambahkan, cepatnya pemulihan kondisi kesehatan pasca mengalami keracunan tersebut salah satunya adalah faktor usia. Oleh karena itu, korban pulih rata-rata merupakan usia di bawah 50 tahun.

“Ketahan tubuh serta cepatnya penanganan menjadi faktor utama cepat dan lambatnya proses penyembuhan korban keracunan.  Memang rata-rata usia muda cepat sembuh. Meski begitu kita terus sisir warga lainnya agar segera mendapat pengobatan dan dicegah lebih dini," katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, bantuan tenaga medis dari Dinkes KBB dan Puskesmas lainnya saat ini membuat penanganan para korban keracunan makanan tersebut maksimal.

"Sekarang sudah mulai tertangani. Kita dapat bantuan tenaga medis dan obat-obatan dari dinas serta puskesmas lain di wilayah selatan," katanya.

Untuk diketahui, warga Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu tersebut mengalami keracunan diduga usai mengkonsumsi makanan pada kegiatan keagaamaan di wilayah tersebut.

Baca Juga: Ditanya akan Melanjutkan yang Sudah Dilakukan Jokowi Saat Ini, Kalau Jadi Presiden, Anies: Nanti Dulu

Hingga saat ini puluhan korban masih menjalani perawatan untuk memulihkan kembali kondisi kesehatannya pasca mengkonsumsi berupa nasi box. (*)

Load More