SuaraBandungBarat.id- Sebanyak 28 orang korban keracunan makanan di Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat kondisi kesehatannya saat ini membaik dan telah diperbolehkan pulang ke rumah masing-masing.
Berdasarkan data Dinkes KBB menyebut, dari 75 orang yang menjalani perawatan 28 diantaranya telah membaik dan sebanyak 37 orang menjalani perawatan di Puskesmas DTP Gununghalu, 8 orang di RSUD Cililin dan dua orang meninggal dunia.
Kepala Puskesmas DTP Gununghalu, dr Edi Junaedi menjelaskan, dari awal kasus keracunan tersebut terjadi hingga saat ini sebanyak 28 orang telah dinyatakan sembuh dan dapat pulang kembali ke rumah masing-masing.
"Pasien yang dirawat mulai banyak pulih. Hari ini ada 15 orang yang sembuh. Jadi total dari hari pertama kasus keracunan, hingga sekarang sudah ada 28 orang sembuh dan pulang," katanya, Selasa (14/2/2023).
Ia menambahkan, cepatnya pemulihan kondisi kesehatan pasca mengalami keracunan tersebut salah satunya adalah faktor usia. Oleh karena itu, korban pulih rata-rata merupakan usia di bawah 50 tahun.
“Ketahan tubuh serta cepatnya penanganan menjadi faktor utama cepat dan lambatnya proses penyembuhan korban keracunan. Memang rata-rata usia muda cepat sembuh. Meski begitu kita terus sisir warga lainnya agar segera mendapat pengobatan dan dicegah lebih dini," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, bantuan tenaga medis dari Dinkes KBB dan Puskesmas lainnya saat ini membuat penanganan para korban keracunan makanan tersebut maksimal.
"Sekarang sudah mulai tertangani. Kita dapat bantuan tenaga medis dan obat-obatan dari dinas serta puskesmas lain di wilayah selatan," katanya.
Untuk diketahui, warga Desa Cilangari, Kecamatan Gununghalu tersebut mengalami keracunan diduga usai mengkonsumsi makanan pada kegiatan keagaamaan di wilayah tersebut.
Hingga saat ini puluhan korban masih menjalani perawatan untuk memulihkan kembali kondisi kesehatannya pasca mengkonsumsi berupa nasi box. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 11 Merek Sepatu Lari Buatan Indonesia yang Populer, Kualitas Lokal Tak Bisa Diremehkan
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- Bagaimana Dody Hanggodo Memanfaatkan Kekuasaannya sebagai Menteri di Kementerian PU
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
Pilihan
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
Terkini
-
Polemik Berkas Korupsi PLTU Batubara, Langkah Polri Dinilai Lawful dan Rasional
-
Nobar Piala Dunia TNI AD di 25 Ribu Titik Sedot 1,1 Juta Penonton, Roda Ekonomi Tembus Rp5 Triliun
-
Dimulai dari Reservasi, Hotel di Gading Serpong Ini Andalkan Pengalaman Serba Digital
-
Kronologi Dugaan Guru SD Hukum Murid Pakai Mistar di Lubuklinggau, Polisi Periksa TKP
-
Daftar Brand yang Paling Sering Masuk Keranjang Belanja Warga Indonesia
-
Kenapa Harga Pemain EA FC 26 Naik-Turun Setiap Pekan? Ini Polanya
-
Flu Singapura Merebak di Sumsel, Mengapa Palembang Jadi Daerah dengan Kasus Terbanyak?
-
Statistik Apik Youri Tielemans, Pengganti Casemiro yang Lebih Efisien untuk MU
-
Purbaya Jamin Kopdes Merah Putih Pasti Untung, Asal Tak Dikorupsi
-
Jembatan Musi V Segera Dibuka, Perjalanan Palembang-Betung Bakal Cuma 1 Jam