- Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya merespons kritik Dino Patti Djalal mengenai frekuensi dan biaya lawatan luar negeri Presiden Prabowo.
- Teddy menegaskan kelebihan biaya perjalanan ditanggung pribadi oleh Presiden serta jumlah delegasi telah dipangkas hingga lebih dari separuh.
- Pemerintah menjelaskan bahwa kunjungan dilakukan demi membangun hubungan strategis antar pemimpin dunia di tengah kondisi global yang dinamis.
Suara.com - Sekretaris Kabinet Letkol Teddy Indra Wijaya buka suara merespons sejumlah saran dari Dino Patti Djalal terkait kritik terhadap lawatan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai terlalu sering dan menghabiskan biaya besar.
Respons tersebut disampaikan Teddy melalui keterangan video yang diunggah di akun Instagram Sekretariat Kabinet.
"Bicara diplomasi berarti bicara hasil. Manfaat nyata bagi bangsa. Kritik dan masukan itu penting. Ruang untuk kritik dan masukan selalu terbuka," tulis Teddy dalam keterangan unggahannya, Senin (1/6/2036).
"Tetapi jangan mengaburkan fakta dari mereka yang sedang bekerja. Mereka yang tengah berjuang bersama membawa kepentingan bangsa di panggung dunia," sambung Teddy.
Sementara itu, dalam pernyataan di video, Teddy menjelaskan bahwa keterangan tersebut dibuat untuk menjawab masukan dari Dino sekaligus meluruskan sejumlah hal.
"Mohon izin menjawab masukan dari Bapak Dino. Saya mau luruskan beberapa hal. Sebelumnya, terima kasih atas masukan yang telah diberikan, sangat cermat dan terstruktur. Saya pikir beliau adalah diplomat hebat, pernah menjadi Wakil Menteri Luar Negeri, walau hanya diberi kesempatan sekitar 3 bulan," tutur Teddy.
Teddy menjelaskan mengenai biaya perjalanan dinas luar negeri Prabowo yang sebelumnya dinilai menghamburkan anggaran besar. Ia menegaskan bahwa seluruh kelebihan biaya ditanggung secara pribadi oleh Prabowo.
"Jadi yang pertama, masalah biaya bila ke luar negeri. Ini sudah dijelaskan beberapa kali, jadi segala kelebihan biaya yang telah dianggarkan oleh negara, itu sepenuhnya ditanggung oleh pribadi Presiden Prabowo," kata Teddy.
Teddy kemudian menjawab soal jumlah rombongan yang mendampingi lawatan Prabowo. Ia menegaskan bahwa jumlah delegasi yang ikut jauh berkurang dibandingkan periode sebelumnya.
Baca Juga: Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
"Kemudian yang kedua, jumlah rombongan. Ini sangat penting, jumlah rombongan Presiden Prabowo itu sudah berkurang besar-besaran, lebih dari separuh, dari periode sebelumnya," kata Teddy.
Teddy bahkan menyebut pada masa Dino menjabat sebagai Wakil Menteri Luar Negeri, jumlah rombongan dalam kunjungan luar negeri bisa mencapai lebih dari 120 orang. Sementara pada era Prabowo, jumlah delegasi yang ikut telah dipangkas.
"Jadi kalau dulu itu sekali ke luar negeri bisa lebih dari 120 orang, zaman Pak Dino seperti itu. Nah, zaman Presiden Prabowo jumlahnya antara 50-60 orang maksimal. Ini sudah banyak yang tahu, termasuk juga wartawan-wartawan pasti tahu itu semua," kata Teddy.
Sebelumnya, melalui kritiknya, Dino menyoroti lawatan Prabowo yang kerap dilakukan secara spontan. Dino meminta Seskab Teddy atau Menteri Luar Negeri Sugiono mengumumkan agenda tersebut setidaknya satu pekan sebelum keberangkatan.
Menanggapi hal itu, Teddy menjelaskan bahwa terdapat agenda-agenda yang bersifat mendesak.
"Kemudian yang ketiga, jadwal harus 1 tahun sebelumnya. Jadi gini, perkembangan dunia global itu sangat dinamis, hari per hari. Nah, jadi ada jadwal tahunan, dan ada jadwal yang mendesak sesuai kebutuhan dalam negeri dan luar negeri suatu negara," kata Teddy.
Berita Terkait
-
Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
Prabowo-Megawati Asyik Masyuk di Gedung Pancasila, Kenapa Jokowi Tak Diundang?
-
Presidium Hak Beribadah Desak Prabowo Cabut PBM 2006 dan Terbitkan Perpres Jamin Kebebasan Beribadah
-
Prabowo-Mega Gandengan Tangan, Hasto Singgung 'Beban' Warisan Kebijakan Jokowi
-
Perdana Menteri Qatar Temui Prabowo di Istana, Bawa Pesan Khusus dari Doha
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
Terkini
-
Tim Jibom Temukan 'Granat Maut' di Lokasi Ledakan Biak, Olah TKP Terpaksa Ditunda
-
Jalan Lenteng Agung Ditutup hingga Selasa Pagi
-
Bukan Pemain Baru, Istri Pemilik WO Marwah Ternyata Residivis Penipuan Kelas Kakap
-
Isak Tangis Iringi Pemakaman 5 Korban Bom PD II di Biak, Maut yang Terpendam Puluhan Tahun
-
Kolaborasi dengan FBI, Polda Jateng Ungkap Sindikat Penipuan Online Bermodus Pig Butchering
-
Jokowi Ungkap Alasan Tak Hadiri Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
Maut dari Masa Lalu, 3 Warga Biak Masih Hilang Usai Ledakan Bom Perang Dunia II
-
Waspada Jasa Badal Haji Bodong, DPR Desak Pemerintah Bentuk Lembaga Resmi
-
Soroti Maraknya Jasa Badal Haji Ilegal, DPR Dorong Pembentukan Lembaga Resmi
-
Ramai Sebutan Gotham City untuk Jakarta Barat, Walkot Iin Mutmainnah Buka Suara