SuaraBandungBarat.id- Salah seorang keluarga korban keracunan di Kampung Cilangari, Desa Cilangari, Desa Gununghalu, Kabupaten Bandung Barat menuturkan kisahnya mengurus kelima anggota keluarganya yang menjadi korban keracunan makanan dalam waktu bersamaan.
Pria berumur sekitar 50 tahun tersebut bernama Bubun yang dengan mata berkaca-kaca menuturkan kepanikannya ketika sang istri dan ketiga anaknya serta satu orang cucunya harus menjalani perawatan intensif di RSUD Cililin akibat keracunan makanan yang dikonsumsinya.
Ia menjelaskan, peristiwa yang mengakibatkan kelima anggota keluarganya harus menjalani perawatan tersebut berawal ketika istri, anak dan cucunya ini mengkonsumsi makanan yang diberikan pada sebuah kegiatan keagamaan yang berlangsung di lingkungan tempat tinggalnya.
“Awalnya muntah-muntah dan BAB terus keluar dan saya pun bertanya ada apa ini dan saya cek ke yang lainnya sudah begitu saja semua sama dan tergeletak semua,” katanya saat ditemui di RSUD Cililin, Rabu (15/2/2023).
Ia menambahkan, selanjutnya dirinya pun mengecek anaknya yang berada di lokasi kegiatan keagamaan tersebut dan kondisinya pun sama. Selanjutnya, dirinya berinisiatif membawa anak dan istrinya ke Puskesmas DTP Gununghalu.
“Bingung mau minta bantuan ke siapa, saya coba ke anak pertama yang di pesantren ternyata sama begitu juga di pesantren. Saya bawa anak dan istri ke rumah dulu langsung ke puskesmas,” jelasnya.
Bubun mengaku panik saat itu lantaran para tetangga di lingkungannya pun dalam kondisi serupa usai mengkonsumsi makanan nasi box yang diberikan pada kegiatan keagamaan tersebut. Namun kondisi keracunan ini tidak dialaminya lantaran tidak mengkonsumsi makanan tersebut.
“Saya panik nih, lalu minta pertolongan ke tetangga dan ternyata tetangga pun kondisinya sama begitu. Saya se rumah itu enam orang dan saya, istri, tiga anak lalu satu cucu dan yang kena itu 5 anggota keluarga saya. Kalau saya tidak kena karena saya tidak mengkonsumsi nasi bungkus itu,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, keluarganya menerima nasi box tersebut sebelum kegiatan keagamaan ini berlangsung. Walaupun ia mengaku tidak tahu pasti nasi yang diberikan panitia kepada keluarganya pada hari itu.
Baca Juga: Suami Maudy Ayunda Alami Culture Shock, 3 Alasan Kenapa Itu Bisa Terjadi
“Awalnya itu ada nasi bungkus, tidak tahu nasi itu apa nasi kuning atau nasi putih saya tidak tahu warnanya. Karena posisinya saya sedang tidak di rumah. Hanya saja, kata istri saya itu habis makan nasi bungkus,” jelasnya.
“Nasi bungkus itu dibagikan panitia acara itu sore harinya sebelum kegiatan dimulai. Dalam nasi bungkus itu yang saya dengar dari istri saya, nasi, daging, tumis dan sayur,” imbuhnya.
Ia menyebut, keluarganya ini mulai merasakan gangguan kesehatan pada Minggu (12/2/2023) shubuh dengan merasakan mual, muntah-muntah dan diare. Lalu dirinya segera mencari pertolongan untuk mendapatkan pertolongan medis.
“Lalu minggu malamnya dirujuk ke rumah sakit CIlilin pada Minggu malam. Sebelum dirujuk dirawat dulu di Puskesmas DTP Gununghalu. Istri dan anak saya satu dirawat di Gununghalu dan yang tiga dirawat di RSUD Cililin,” tandasnya. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Klarifikasi Lagi! Pemprov Ungkap Isu Rehab Rumah Dinas Gubernur Kaltim Rp25 Miliar
-
Teror di Pantai Wediawu Malang: Wisatawan Diserang Massa, 6 Mobil Hancur dan Korban Luka-luka
-
Sudah Lewat 30 April 2026, Telat Lapor SPT Tahunan Kena Denda Berapa?
-
Zaki Tak Ada Lagi di Dek Kapal: Pencarian 20 Mil Laut di Selat Sunda Masih Nihil
-
Terkuak! Fakta-fakta Mengerikan di Balik Ponpes Pati, Doktrin Kiai Cabul Halalkan Istri Orang
-
IHSG Uji Resistansi 7.120 di Tengah Reli Wall Street dan Volatilitas Harga Minyak
-
Sedia Payung dan Jas, BMKG Ingatkan Jakarta Potensi Hujan Sore Ini!
-
Niatnya Go Green Pakai Wadah Sendiri, Eh Malah Kena 'Pajak' Tak Terduga
-
Batik Gunung Kendil Rembang Sukses Tembus Pasar Eropa
-
5 Ciri-Ciri Mesin Cuci Perlu Diganti Bukan Diperbaiki, agar Tidak Rugi Jangka Panjang