- IHSG menguat 1,22% namun dibayangi aksi jual bersih investor asing senilai Rp318 miliar pada saham unggulan.
- Wall Street mencatatkan rekor tertinggi pada 5 Mei 2026 akibat penurunan harga minyak dan performa laba emiten.
- Ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran mereda setelah gencatan senjata di Selat Hormuz mulai bertahan.
Suara.com - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menjadi sorotan utama investor domestik setelah ditutup menguat 1,22% pada perdagangan sebelumnya.
Meskipun mencatatkan pertumbuhan positif, pergerakan indeks masih dibayangi oleh aksi jual bersih (net sell) investor asing yang mencapai sekitar Rp318 miliar.
Beberapa saham perbankan dan komoditas papan atas seperti BMRI, BBCA, ANTM, INCO, dan AADI tercatat menjadi sasaran utama pelepasan aset oleh pemodal luar negeri.
Secara teknikal, IHSG hari ini berpotensi mencoba untuk menembus ambang resistansi pada rentang 7.100–7.120. Namun, pelaku pasar diimbau untuk tetap waspada; kegagalan dalam menembus level tersebut dapat memicu koreksi lanjutan, terutama mengingat posisi nilai tukar Rupiah yang kian tertekan dan mendekati level Rp17.500 per dolar AS. Saat ini, IHSG memiliki basis dukungan (support) pada level 6.950–7.000.
Wall Street Cetak Rekor, Bursa Asia Cenderung Beragam
Sentimen positif datang dari bursa saham Amerika Serikat, Wall Street, yang sukses mencatatkan rekor tertinggi pada penutupan perdagangan Selasa (5/5/2026). Reli ini didorong oleh penurunan harga minyak mentah serta rilis performa laba emiten kuartal I yang melampaui ekspektasi pasar. Indeks S&P 500 naik 0,81%, Nasdaq melesat 1,03%, dan Dow Jones menguat 0,73%.
Saham DuPont de Nemours dan Anheuser-Busch InBev menjadi bintang lapangan dengan lonjakan lebih dari 8%. Kondisi ini didukung oleh merosotnya harga minyak jenis WTI sebesar 3,9% ke level US$102,27/bbl dan Brent yang melemah ke US$109,87/bbl.
Berbeda dengan Wall Street, bursa Asia justru menunjukkan pergerakan yang variatif dengan kecenderungan melemah. Indeks Hang Seng (Hong Kong) terkoreksi 0,76% dan ASX 200 (Australia) turun 0,19% akibat kekhawatiran persisten terkait pasokan energi di tengah ketegangan Timur Tengah. Di sisi lain, indeks Taiex (Taiwan) dan Malay KLCI masih mampu bertahan di zona hijau.
Update Geopolitik: Gencatan Senjata dan Selat Hormuz
Baca Juga: IHSG Mulai Menghijau di Senin Pagi Balik ke Level 7.000
Dari sisi geopolitik, ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan sedikit mereda. Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth, menyatakan bahwa gencatan senjata masih bertahan dan kapal komersial AS telah mulai melintasi Selat Hormuz dengan aman.
Langkah ini sejalan dengan janji Presiden Donald Trump untuk memberikan pengawalan militer bagi kapal-kapal yang sebelumnya terjebak di jalur strategis tersebut.
Meskipun demikian, investor tetap memantau fluktuasi harga minyak yang masih berada di atas level psikologis US$100/bbl, serta pergerakan mata uang Yen Jepang yang memicu spekulasi intervensi lebih lanjut dari otoritas moneter di Tokyo.
Ide Trading Saham Hari Ini
Berdasarkan analisis riset BNI Sekuritas, berikut adalah beberapa saham yang layak dicermati untuk perdagangan hari ini:
BUMI (Spec Buy): Area beli 226–230, target dekat 234–240, cut loss di bawah 224.
Berita Terkait
-
Wall Street Langsung Pecah Rekor Setelah Harga Minyak Anjlok
-
Disokong Pertumbuhan Ekonomi, IHSG Bangkit ke Level 7.000 Lagi
-
Baru Satu Sesi IHSG, Saham BBRI Sudah Diborong Investor Hingga Rp259 Miliar
-
Faktor Pendorong Saham BBRI Meroket Hari Ini, 3 Analis Berikan Target Harga
-
IHSG Masih Betah di Zona Merah Selasa Pagi Ini, Kembali ke Level 6.900
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Serum Malam untuk Hempas Flek Hitam Usia 50 Tahun ke Atas
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- Work to Run: 5 Sepatu Lari Hitam Polos yang Tetap Rapi di Kantor dan Nyaman Dipakai Lari
- 5 HP Redmi RAM 8 GB Memori 256 GB Termurah di Bawah Rp1,5 Juta, Spek Juara
Pilihan
-
Serangan Mematikan Rusia Jelang Gencatan Senjata, 26 Warga Ukraina Tewas
-
Bejatnya Kiai Cabul Ashari di Pati: Ngaku Keturunan Nabi hingga Istri Orang Bebas Dicium
-
Mengungkap Jejak Pelarian Kiai Cabul Pati: Terendus Ritual di Kudus, Kini Raib Bak Ditelan Bumi
-
Diterpa Kontroversi dan Dilaporkan ke Bareskrim Terkait Ceramah JK, Ade Armando Mundur dari PSI
-
Lolos Blokade AS! Kapal Tanker Iran Rp 3,8 T Menuju Riau, Kemlu RI: Tak Langgar Hukum
Terkini
-
Batik Gunung Kendil Rembang Sukses Tembus Pasar Eropa
-
Tahun Ajaran Baru Datang, Orang Tua Jangan Cuma Fokus Seragam, Cek 5 Poin Krusial Ini!
-
Tren Penurunan Berlanjut, Harga Emas Antam, UBS, dan Galeri24 Kompak Terkoreksi
-
Wall Street Langsung Pecah Rekor Setelah Harga Minyak Anjlok
-
Trump Akan Temui Xi Jinping Bahas Perang Iran, Harga Minyak Dunia Turun
-
BSI Tebar Dividen Rp1,51 Triliun dan Angkat Komisaris Baru
-
Gerai Es Krim Mixue dan Bingxue Apakah Sama? Cek Faktanya
-
Utang Masyarakat di Pinjol Tembus Rp101 Triliun, Ada yang Masih Gagal Bayar
-
Inabuyer B2B2G Expo 2026 Dibuka, Target Transaksi UMKM Tembus Rp2,5 Triliun
-
Ekonomi Indonesia Melesat 5,61 Persen saat Rupiah Pecahkan Rekor Terlemah