SuaraBandungBarat.id - Keimanan seorang muslim tidak selalu berada di posisi yang naik alias selalu bersemangat dalam beribadah kepada-Nya.
Keimanan seorang mukmin acapkali pula mengalami penurunan semangat. Hal ini diakibatkan dalam diri manusia terdapat apa yang dikenal dengan takwa dan nafsu.
Saat takwa sedang tinggi-tingginya maka dalam beribadah pun akan begitu bersemangat. Dan setiap saatnya selalu ingin menyembah dan memuja-Nya.
Tetapi, ketika nafsu yang berkuasa maka yang terjadi adalah sebaiknya. Jangankan melaksanakan ibadah sunah, melakukan ibadah wajib pun seolah-olah terpaksa.
Untuk itu, Buya Yahya menerangkan tentang cara mempertahankan agar iman tetap stabil sehingga dapat lebih khusyu dalam melakukan ibadah terhadap-Nya.
Menurutnya cara untuk menjaga keimanan tetap stabil adalah dengan menjaga syahwat saat bergejolak adalah dengan melakukan puasa.
"Dan sebab paling banyak adalah dengan mengingat Allah," katanya.
Tetapi bagaimana jika kita telah melakukan puasa syahwat yang ada dalam diri kita tetap bergejolak.
"Maka, dalam hal ini (perkara syahwat) terbagi dua. Syahwat yang disebut Nabi adalah yang datang tiba-tiba, syahwat yang datang tiba-tiba mudah kita tolak dengan melakukan wudhu dan salat," paparnya lebih lanjut.
Baca Juga: Hasil BRI Liga 1: Persikabo vs PSIS Nirgol di Pakansari
Namun, selain itu ada juga syahwat yang diundang untuk datang dan menurut buya Yahya hal inilah yang membahayakan. Ada orang berpuasa tetapi mengundang syahwat untuk datang dengan menonton hal-hal yang tak elok maka itulah yang membahayakan.
"Gak akan pergi syahwatmu, (karena) kau yang mengundang, bagaimana mau diusir kalau di undang, oleh sebabnya kata Nabi jaga mata," paparnya lanjut.
Jadi, dapat disimpulkan apa hal yang dapat dilakukan untuk menjaga keimanan tetap stabil adalah dengan menjaga mata.
"Yang kedua, seruan kepada orang tua labilnya (keimanan yang naik turun) jika memang sudah umur maka jangan ragu untuk membuka pintu halal, pernikahan" ungkap buya Yahya.
Pernikahan menurutnya akan menjaga seseorang untuk terhindari dari keimanan yang naik turun.
Dengan menjaga dua hal tersebut pandangan dan melakukan pernikahan akan membuat seseorang terjauhi dari sifat syahwat yang diundang dengan sengaja. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
Pilihan
-
100 Hari Jelang Piala Dunia 2026, FIFA Belum Kantongi Izin dari Dewan Kota
-
Nelayan Tanpa Perahu di Sambeng, Menjaga Kali Progo dari Ancaman Tambang Tanah Urug
-
Hasil BRI Super League: Lewat Duel Sengit, Persija Jakarta Harus Puas Ditahan Borneo FC
-
Dua Kapal Tanker Pertamina Masih di Selat Hormuz, Begini Nasib Awaknya
-
Sesaat Lagi! Link Live Streaming Persija vs Borneo FC, Jaminan Laga Seru di JIS
Terkini
-
Bank BJB Buka Layanan Operasional Terbatas dan Weekend Banking Selama Lebaran
-
Tuntutan Hukuman Mati untuk ABK Fandi: Ketegasan Hukum yang Keliru?
-
Final Four Proliga 2026: Megawati Ingin Jakarta Pertamina Enduro Ulangi Prestasi Musim Lalu
-
6 Bek Paling Subur Gol di Super League, Naturalisasi Timnas Indonesia Masuk Daftar
-
SiCepat Ekspres Tunjuk Bos Baru, Targetkan Pendapatan Naik 25 Persen Tahun Ini
-
Apakah 20 Maret 2026 Libur? Cek Keputusan SKB 3 Menteri Ini
-
59 Kode Redeem FF Terbaru 4 Maret 2026: Gratis Skin Senjata, Gloo Wall Ramadan, dan Emote
-
Disney+ Bantah Rumor Drama Korea Knock-Off Masuk Daftar Rilis Tahun Ini
-
Menlu Sugiono Jawab Desakan Publik Agar Indonesia Keluar dari Board of Peace
-
Tetap Segar dan Penuh Energi Selama Ramadan? Rahasianya Ada di Promo Spesial Watsons Ini!