SuaraBandungBarat.id - Simak berikut ini adalah biodata profil Listyo Sigit Prabowo mulai dari pendidikan, Instagram sampai agama.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memiliki profil lengkap yang mencakup biodata, keluarga, pendidikan, dan karir yang dapat dijelaskan secara detail.
Beliau mendapat banyak sorotan terkait kasus tewasnya Brigadir J dan penetapan tersangka Irjen Pol Ferdy Sambo, serta mendapat apresiasi dari DPR RI komisi III saat rapat kerja bersama.
Banyak masyarakat yang ingin mengetahui tentang sosok Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo karena hal tersebut.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo diangkat menjadi Kepala Kepolisian Nasional Republik Indonesia (Kapolri) pada 2021 setelah menggantikan Jenderal Idham Aziz dan asli berdarah Ambon, bukan Jawa seperti yang banyak dikira.
Beliau lahir di Ambon pada 5 Mei 1969 dan berusia 53 tahun. Orangtuanya adalah Mayor Adm (Purn) Sutrisno dan Hendriana Hitijahebessy, keduanya berasal dari keluarga polisi.
Listyo Sigit Prabowo lulus dari Akademi Kepolisian (Akpol) pada tahun 1991 dan memulai karirnya sebagai perwira di Samapta Kepolisian Resor Metro Tangerang.
Sebelum menjabat sebagai Kapolri, Listyo Sigit Prabowo juga pernah menjadi ajudan Presiden Joko Widodo pada tahun 2014 dan menjabat sebagai Kapolresta Surakarta pada tahun 2011 saat Jokowi masih menjabat sebagai Walikota di sana.
Beliau juga pernah menduduki beberapa jabatan penting seperti Kapolda Banten pada tahun 2016 dan Kepala Bareskrim pada tahun 2018.
Baca Juga: Pertamina Plumpang Kebakaran: Sumbernya Pipa Penerimaan BBM
Berikut ini adalah profil dan biodata lengkap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo:
Nama lengkap beliau adalah Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. Beliau lahir di Ambon, Maluku pada tanggal 5 Mei 1969 dan kini berusia 53 tahun.
Istri beliau bernama Juliati Sapta Dewi Magdalena dan memiliki tiga orang anak. Orangtuanya adalah Mayor Adm (Purn) Sutrisno (Ayah) dan Hendriana Hitijahebessy (Ibu).
Listyo Sigit Prabowo beragama Kristen dan saat ini menjabat sebagai Kapolri dengan pangkat Jenderal Polisi (Bintang 4). Beliau juga memiliki akun Instagram dengan nama @listyosigitprabowo.
Selain itu, beliau juga telah menyelesaikan pendidikan di Akademi Kepolisian atau AKPOL pada tahun 1991, Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian atau STIK-PTIK pada tahun 1998, Sekolah Staf dan Pimpinan Kepolisian Republik Indonesia atau SESPIM pada tahun 2006, dan Lembaga Ketahanan Nasional Republik Indonesia atau LEMHANNAS pada tahun 2017.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
Terkini
-
Timnas Indonesia Hadapi Mozambik Selain Oman di FIFA Matchday Juni 2026
-
Pura-pura Mogok! Sabu 16 Kg dalam Ban Mobil Towing Terbongkar, Polda Metro Bekuk 2 Kurir di Depok
-
Ada Apa dengan IHSG Hari Ini, Ambruk 2% hingga 607 Saham Merah
-
Teka-teki Kerangka Manusia Mengering di Area Tambak Surabaya
-
Menyibak Pesona Motor Italia Sekelas Vixion tapi V-Twin, Harga Masih Jadi Misteri
-
Ashari Ditangkap Kasus Cabuli Santriwati, Pengacara Klaim Ada Oknum 'Kiai Pati' Coba Redam Kasus
-
Petaka di Pantai Wedi Awu: Saat Video WhatsApp Memicu Amuk Massa Terhadap Wisatawan Surabaya
-
Filipina Mulai Ketar-ketir Efek Domino Konflik Geopolitik, Termasuk Perang AS - Iran
-
Putus Hubungan dengan WHO, Amerika Serikat Berisiko Kehilangan Jejak Penyebaran Hantavirus
-
Catatan Tertulis Suku Indian Navajo Tunjukkan Hantavirus Sudah Lama Mengintai Umat Manusia