SuaraBandungBarat.id- Jumlah proyek barang dan jasa melalui usulan pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD Kabupaten Bandung Barat (KBB) mencapai ribuan paket.
Berdasarkan informasi dari Bapelitbangda KBB menyebut jumlah pokir anggota DPRD KBB tersebut berjumlah sebanyak 1200 paket.
Kepala Bapelitbangda Bandung Barat, Rini Sartika menjelaskan, pokir tersebut tersebar di seluruh OPD di lingkungan Pemkab Bandung Barat dengan total Rp75 miliar.
"Untuk jumlah usulan paket Pokir yang terdata di kita itu sekitar 1.200 paket dengan besaran anggaran sekitar Rp75 miliar," kata, saat dihubungi, Kamis (30/3/2023).
Ia menambahkan, Pokir DPRD KBB tersebut merupakan hasil usulan rapat antara eksekutif dan legislatif di badan anggaran (Banggar).
"Jadi usulan Pokir ini diinput masing-masing di dalam sistem. Ini ditetapkan dalam sidang pengesahan APBD," katanya.
"Untuk usulan tahun ini masih dalam proses. Jadi apa yang diusulkan tahun ini untuk dieksekusi tahun depan 2024," imbuhnya.
Jumlah APBD KBB mencapai Rp3,1 triliun dan dari jumlah tersebut sebesar Rp75 miliar merupakan pokir DPRD Kabupaten Bandung Barat
Sementara itu, pengusaha lokal KBB, Adang mengatakan, dirinya mengaku kesulitan mendapatkan paket pekerjaan di lingkungan Pemkab Bandung Barat.
Baca Juga: NasDem: Ganjar Harus Bersyukur Kepada Surya Paloh, kalau Nggak Dihina-hina di Partai Sendiri
"Habis semua dibabat sama program Pokir DPRD. Kita gak bisa dapat pekerjaan karena Pokir ini juga diduga sudah disiapkan pengusahanya," katanya, Rabu (29/3/2023) kemarin.
Ia menyebut, secara regulasi usulan pokir DPRD diperbolehkan dengan tujuan untuk mewadahi aspirasi masyarakat yang tidak tercover oleh mekanisme musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang).
"Saya tau kalau Pokir itu diatur undang-undang. Tapi di KBB praktiknya kan malah membunuh para pengusaha lokal yang punya integritas dan rekam jejak pekerjaan. Sementara mereka cuma bawa pengusaha asal, bahkan cuma pinjem CV dari toko bangunan," katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, jumlah Pokir DPRD di lingkungan Pemda Bandung Barat bervariasi, tergantung jenis OPD dan besaran anggarannya. Adang menduga di salah satu dinas hingga ratusan paket dikuasai Pokir DPRD.
"Kalau gini yang terjadi bukan hanya pengusaha yang rugi. Tapi juga sistem demokrasi kita terancam. Mestinya fungsi DPRD itu mengawasi sekarang justru masuk ke ranah eksekusi melalui Pokir," tandasnya.
Sementara itu, salah satu pegawai Pemkab Bandung Barat di salah satu OPD mengatakan, bahwa beberapa paket proyek milik Pokir DPRD ada di tempat dirinya bekerja yang berjumlah kurang lebih dari 200 paket pekerjaan.
"Betul banyak Pokir anggota dewan. Kurang lebih ada 200 paket kalau di dinas saya," katanya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 HP dengan Baterai 7000 mAh Terbaik 2026, Anti Lowbat Seharian Cocok untuk Ojol
- Siapa Ginka Febriyanti yang Dituding Ikut Demo Bayaran dan Kini jadi Komisaris Pertamina Retail
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
- 4 Sepatu Lari Ardiles Terbaik Paling Laris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Sering Mati Listrik? Ini 4 Genset Mini 1000 Watt yang Irit dan Tidak Berisik
Pilihan
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
Terkini
-
Kedok Game Keluarga! Disney Timezone di Jakarta Ternyata Sarang Judi Beromzet Rp2,1 Miliar Sebulan
-
Mutasi Terbesar Polri: 17 Polwan Dipromosikan Jadi Kapolres
-
Guntur Romli Sebut Safari Politik Jokowi Demi Gibran di 2029
-
Kolaborasi Honor of Kings dengan InuYasha, Hadirkan Skin Eksklusif hingga Gameplay Baru
-
3 Peserta Latsarmil Meninggal, KSP Dudung: Belum Ada Kelalaian, Mungkin Faktor Penyakit
-
Balita 2 Tahun Korban Kebakaran di Gandus Meninggal, Tiga Anak Sempat Terjebak di Dalam Rumah
-
Refocusing MBG Prioritaskan Kelompok Rentan, Ribuan Dapur Terancam Mubazir
-
Saat Ekonomi Sulit, Mal Andalkan Hiburan Anak untuk Dongkrak Belanja?
-
Ronald Koeman: Maroko Bisa Mudah Cetak Gol
-
Bareskrim Tetapkan 291 Tersangka dalam Kasus Judol Internasional di Hayam Wuruk