SuaraBandungBarat.id - Jumat Agung itu apa? inilah sejarah dan cara merayakannya bagi umat Kristen.
Jumat Agung atau Good Friday dalam bahasa Inggris, adalah hari yang sangat penting bagi umat Kristen di seluruh dunia.
Hari ini dirayakan sebagai peringatan akan kematian Yesus Kristus di kayu salib, yang menandakan pengorbanan besar yang dilakukan Yesus demi keselamatan umat manusia. Artikel ini akan membahas tentang sejarah, makna, dan perayaan Jumat Agung.
Sejarah Jumat Agung
Menurut catatan sejarah, Jumat Agung bermula dari kisah Alkitab mengenai penangkapan, pengadilan, dan eksekusi Yesus Kristus.
Kisah ini terjadi pada masa pemerintahan Romawi di wilayah Palestina pada abad pertama Masehi. Setelah ditangkap, Yesus diseret ke hadapan gubernur Romawi, Pontius Pilatus, yang pada akhirnya memutuskan untuk mengeksekusi Yesus dengan cara disalibkan.
Setelah kematian Yesus, jenazahnya ditempatkan di dalam sebuah makam. Namun, tiga hari kemudian, pada hari Minggu Paskah, Yesus bangkit dari kematian dan muncul di hadapan para pengikutnya. Ini kemudian menjadi dasar keyakinan Kristen tentang kebangkitan Kristus.
Makna Jumat Agung
Jumat Agung dipandang sebagai peristiwa penting dalam agama Kristen, karena pada hari ini Yesus mengorbankan nyawanya demi keselamatan umat manusia.
Dalam ajaran Kristen, kematian Yesus di kayu salib melambangkan penebusan dosa manusia. Ini berarti bahwa melalui kematian Kristus, dosa-dosa manusia diampuni, dan manusia diberikan kesempatan untuk hidup kekal.
Selain itu, kematian Yesus juga dipandang sebagai contoh tentang bagaimana mengorbankan diri sendiri demi kebaikan orang lain.
Melalui tindakan ini, Yesus menunjukkan kepada para pengikut-Nya bahwa kasih yang tulus dan mengasihi sesama manusia sangatlah penting.
Perayaan Jumat Agung
Perayaan Jumat Agung biasanya diisi dengan berbagai kegiatan, seperti ibadah di gereja, penggambaran penderitaan dan kematian Yesus Kristus melalui drama panggung, dan penampilan tari khusus.
Di beberapa negara, perayaan Jumat Agung juga diwarnai dengan tradisi tertentu, seperti mengunjungi tempat suci, berdoa bersama, dan melaksanakan puasa.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Pegulat 19 Tahun Dieksekusi Iran, Ini Alasan Saleh Mohammadi Dihukum Mati
-
Kecam Iran, 20 Negara Siap Buka Selat Hormuz
-
Tak Ada di Rutan KPK, Gus Yaqut Jadi Tahanan Rumah
-
Open House Anies Baswedan: Momen Sampaikan Aspirasi Hingga Karya Lukis
-
Prabowo Minta Kasus Andrie Yunus Diusut Tuntas, Anies Baswedan: Aparat Harus Wujudkan
-
Kunjungan ke Sumbar Naik 12 Persen saat Lebaran 2026, Kenyamanan Wisatawan Disorot
-
4 Prajurit TNI Jadi Tersangka Kasus Andrie Yunus, Anies Baswedan: Selidiki Sampai Pemberi Perintah!
-
Menteri Keuangan Batasi Pengajuan Anggaran Baru, Pangkas Anggaran Berjalan
-
Tak Hadir Open House Anies Baswedan, Tom Lembong Sudah Kirim Pesan Ucapan Lebaran
-
Ngeri! Iran Tembakkan Rudal Balistik Sejauh 2500 Mil Serang Pangkalan AS-Inggris