SuaraBandungBarat.id – Jika kalian sering mengalami sulitnya menabung, kalian harus tahu dulu caranya agar uang dari penghasilan kalian dalam sebulan, bisa cukup untuk memenuhi kebutuhan kalian.
Sehingga kalian bisa menabung untuk keperluan masa depan kalian. Inilah 7 faktor yang salah dalam mengelola uang seperti yang dikutip SuaraBandungBarat.id dari channel Youtube A Gril and Minimalis pada Selasa, (04/04/2023), diantaranya :
1. Menyisihkan bukan Menyisakan
Jangan ada sisa dulu baru menabung, tetapi langsung saja sisihkan berapa persen dari penghasilan kalian untuk ditabung.
2. Berhutang
Ini bisa seperti cicilan pay later, kartu kredit atau pinjaman-pinjaman lainnya. Menggunakan kartu kredit untuk membeli barang yang kamu inginkan itu sama saja dengan menumpuk hutang kalian.
3. Tidak Mencatat Keuangan
Hal ini pasti sangat berkaitan dengan budgeting, jika kalian tidak tahu uang yang kalian miliki habis begitu saja. Kalian harus mencoba mencatat keuangan kalian, supaya kalian bisa tahu dan bisa mengatur keluar masuknya keuangan kalian.
4. Tidak Tahu Prioritas
Baca Juga: Nekat BM Truk Kontainer, Pelajar Tewas Tergilas di Outer Ringroad Cengkareng
Contoh kecil misalkan kalian membuat kopi di rumah daripada membeli kopi di luar. Kalian harus mempertimbakan kembali apakah di hobi kalian bisa menambah skil dan pengalaman kalian atau tidak. Dan pastikan hobi yang kalian miliki bisa mengupgrade keterampilan yang kalian miliki.
5. Menabung dan Investasi
Pikirkan juga bagaimana menambah tabungan kalian, bukan hanya dari pendapatan kalian dengan menambah pekerjaan sampingan. Bikin kalian agar bisa menabung dengan lebih lagi, dengan cara berinvestasi.
6. Mindset Uang Bukan Segalanya
Banyak orang yang berpikir bahwa uang itu adalah segalanya, memang benar bahwa segala sesuatu yang kita beli membutuhkan uang. Tetapi kita harus menerima kenyataan pahitnya, bahwa uang adalah tolak ukur kesejahteraan hidup kalian. Jadi pelajari dan rasakanlah bagaimana caranya kalian menggunakan uang.
7. Pengeluaran Lebih Besar Dari Penghasilan
Berita Terkait
-
DPR Minta Penegak Hukum Serius Dalami Informasi Artis Terlibat Pencucian Uang Bareng Eks Pejabat Pajak Rafael
-
Daftar Tempat Penukaran Uang Baru untuk Lebaran 2023
-
Masyarakat Sumbar Diimbau Waspadai Peredaran Uang Palsu Selama Ramadhan
-
Lebaran 2023, MUI: Penukaran Uang Tunai Baru Tidak Boleh Bersifat Jual Beli
Terpopuler
- Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara
- 7 HP Midrange RAM Besar Baterai 7000 mAh Paling Murah yang Layak Dilirik
- Motor Eropa Siap Sikat CBR150R dan R15, Harganya Cuma Segini
- Promo Alfamart Hari Ini 6 Mei 2026, Serba Gratis hingga Tukar A-Poin dengan Produk Pilihan
- 5 Sepatu Lokal Versatile Mulai Rp100 Ribuan, Empuk Buat Kerja dan Jalan Jauh
Pilihan
-
Suporter Persipura Rusuh, Momen Menegangkan Pemain Adhyaksa FC Dilempari Botol
-
Kronologi Haerul Saleh, Anggota BPK RI Eks Anggota DPR Meninggal saat Rumahnya Kebakaran
-
Tragis! Anggota IV BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran di Tanjung Barat, Diduga Akibat Sisa Tiner
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
Terkini
-
Anomali Wisatawan RI, Kini Incar Tanggal Kembar Demi Tiket Murah
-
PERADI Profesional Dikukuhkan, Bawa Standar Baru Profesi Advokat
-
Tinggal di Kawasan Industri, Warga Pasirranji Justru Sulit Dapat Air Layak Konsumsi
-
Megawati Terima Utusan Presiden Korsel, Bahas Perdamaian Semenanjung Korea?
-
Ketika Gaji Hanya Singgah, Anak Muda Makin Belajar Menjaga Nilai Uang
-
Mantan Ketua KPPU Soroti Denda Rp 755 Miliar untuk Pinjol, Sebut Ada Kekeliruan Fundamental
-
Bukan Sekadar Liburan: Mengapa Medical Vacation Kini Jadi Tren Baru Masyarakat Urban?
-
Sinopsis My Dearest Assassin, Film Thailand Penuh Aksi dan Romansa yang Tayang di Netflix
-
Suasana Hangat Warnai Kunjungan Rajiv ke SLB Lembang, Bantuan PIP hingga Kursi Roda Disalurkan
-
Modus Pijat dan Doktrin Patuh Guru, Cara Keji Kiai Ashari Berkali-kali Cabuli Santriwati