SuaraBandungBarat.id- Jelang hari raya idul fitri 1444 hijriyah, harga beras di Kabupaten Bandung Barat hingga saat ini masih stabil. Bahkan harga kebutuhan pokok masyarakat tersebut kian menurun.
Pemimpin Perum Bulog Cabang Bandung, Yuliani Alzam menjelaskan, pihaknya telah mendistribusikan setidaknya empat ribu ton beras bulog ke lima daerah yakni KBB, Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi, dan Kabupaten Sumedang.
“Beras medium antara lain masuk ke pasar tradisional, ritel modern, agen RPK (rumah pangan kita) Bulog, dan sebagainya. Total sampai April ini mencapai sekitar 4 ribu ton. Dijual Rp 8.800 per kilogram untuk operasi pasar murah dan bagi pedagang yang datang sendiri ke gudang Bulog diberikan harga Rp 8.300 per kilogram,” katanya.
Ia menambahkan, beras bulog yang didistribusikan kepada masyarakat tersebut merupakan beras berkualitas baik. Pasalnya, beras yang didistribusikan merupakan stok baru dan bukan beras stok lama.
“Seperti yang dipasarkan ke sejumlah pasar tradisional tersebut baru datang ke gudang Bulog pertengahan Februari dan sudah langsung dikeluarkan. Perum Bulog Cabang Bandung sudah menyiapkan sekitar 7.400 ton beras untuk Program Bantuan Pangan 2023 untuk lima kabupaten/kota di Jawa Barat,” jelasnya.
“Untuk KBB sendiri totalnya sekitar 1.600 ton yang akan disebar ke keluarga penerima manfaat (KBB). Sudah kami mulai di Kecamatan Ngamprah, mudah-mudahan sebelum Idulfitri warga penerima manfaat sudah bisa menerima beras tersebut,” katanya.
Lebih lanjut ia mengatakan, Program Bantuan Pangan tahun 2023 akan disalurkan kepada 21,3 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM) seluruh Indonesia yang tercatat dalam dataKementerian Sosial untuk 3 bulan alokasi yaitu Maret, April dan Mei. Adapun masing-masing KPM akan menerima sebanyak 10 kilogram per alokasi.
Sementara itu, terkait video viral soal beras tak layak konsumsi yang dijual di operasi pasar murah (OPM) KBB pihak bulog menampiknya. Ia menyebut, mata rantai OPM di KBB tidak langsung ke masyarakat penerima tapi dari kecamatan kemudian ke desa, dilanjutkan ke RT/RW. Barulah setelah itu diterima warga.
“Didugaan beras yan g disalurkan oleh Bulog itu, sebelum sampai ke tangan warga, beras milik seorang warga itu terkena air hujan. Sehingga jadinya tak layak konsumsi, tapi persoalan itu sudah beres. Tapi sekali lagi saya tekankan, bahwa beras Bulog itu terjamin kualitasnya, selalu kami cek sebelum dikeluarkan,” tegasnya. (*)
Baca Juga: Gandeng Polri, TNI AL Ingin Pelaku Curas Modus Jasa Travel Terhadap Serka Hanif Cepat Ditangkap
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan Hari Ini 5 Agustus 2026: Segalanya Berjalan Lancar
- Profil Norman Joesoef, Pengusaha Muda yang Disebut-sebut Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- 4 HP Redmi Memori 256 GB dan Kamera Jernih Harga Rp1 Jutaan, Cocok untuk Multitasking
- Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
- Jalan Santai Cocoknya Pakai Sepatu Apa? Ini 6 Produk Lokal yang Nyaman Buat 17 Agustusan
Pilihan
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
Terkini
-
Singapura Tahan Indonesia: Garuda Terhenti, Wasit Oman Dituding Biang Kerok
-
PDIP Minta Kenaikan Gaji Kepala Daerah Ditunda, Ini Alasannya
-
1O1 STYLE Yogyakarta Malioboro Kembali dengan 'Rasa Merdeka': Sambut Agustusan dengan Rasa dan Tawa
-
3 Fakta Kontroversi Wasit Oman Khalfan Al Amouri Laga Singapura vs Indonesia
-
Rotasi Pasmar 1: Kolonel Sri Utomo Pimpin Brigif 1, Sejumlah Jabatan Strategis Berganti
-
Usai Diperiksa 7 Jam, Febrie Adriansyah Bungkam soal Kasus Emas 74 Kilogram
-
Suzuki XL7 Tampil Perkasa di GIIAS 2026
-
Profil Wasit VAR Pansa Chaisanit yang Batalkan Kartu Merah Song Ui-young Laga Indonesia vs Singapura
-
UGM Nonaktifkan Elda Putri dari PPDS 3 Bulan Imbas Komentar Merendahkan Pasien BPJS
-
Saksi Kunci di Kasus Febrie Belum Dilindungi LPSK, Kejagung Pantau Terus Keamanan Ferry Boboho