SuaraBandungBarat.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) kembali menekankan pentingnya vaksinasi covid-19. Vaksinasi mampu menekan penularan virus tersebut termasuk varian anyar XBB. 1.16 atau Arcturus.
"Ingat, segera (vaksin) booster, lakukan tes covid-19 apabila sedang tidak sehat," kata juru bicara Kemenkes M Syahril (30/04/2023)
Varian Arcturus sebelumnya disebut-sebut menjadi dalang meningkatnya kasus COVID-19 di India secara signifikan. Dalam penelitian yang dilakukan, salah satu gejala baru yang muncul dari pasien Arcturus adalah mata merah.
Namun, untuk di DKI Jakarta sendiri gejala yang paling banyak dialami oleh pasien COVID-19 varian Arcturus bukanlah mata merah. Hingga saat ini sudah ada 10 pasien varian Arcturus yang dicatat oleh Dinas Kesehatan DKI Jakarta.
Dalam kesempatan sebelumnya, pihak Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) menyampaikan hal senada. Menurut juru bicara Kemenkes RI dr Mohammad Syahril, gejala yang paling banyak ditemukan pada pasien COVID-19 varian Arcturus adalah batuk. Di samping itu, ada juga temuan gejala lain berupa:
1. Sakit tenggorokan atau sakit saat menelan
2. Nyeri tubuh
3. Hilang napsu makan
Namun berbeda dari varian Corona yang merebak sebelumnya, ditemukan gejala khas berupa mata merah (konjungtivitis) pada pasien COVID-19 varian Arcturus.
Baca Juga: Bobby Nasution Ingin 100 Persen Buruh dan Pekerja di Medan Tercover BPJS
"Sebagian di beberapa negara di matanya itu ada kemerahan. Istilah kedokterannya konjungtivitis. Dan ada kotoran seperti belekan. Tapi tidak semua kasus jadi jangan dijadikan patokan," terang Syahril.
Menurut spesialis mata dr Timmy Budi Yudhantara, SpM, gejala varian Arcturus pada mata sangat mirip dengan konjungtivitis akibat virus yang lain. Virus dapat menular atau menginfeksi mata lewat sentuhan tangan yang tidak bersih atau bertemu dengan orang yang mungkin terinfeksi lalu terkena percikan air liur saat berbicara, bersin, atau batuk.
"Gejala nya sangat mirip dengan konjungtivitis virus yang lain, yang agak membedakan ada sedikit kabur, lebih sensitif cahaya, dan dirasakan lebih nyeri," terang dr Timmy pada dihubungi detikcom beberapa waktu lalu. (*)
Berita Terkait
-
Bobby Nasution Ingin 100 Persen Buruh dan Pekerja di Medan Tercover BPJS
-
Kisah Mualaf Abanda Herman, Dapat Hidayah dari Sholat 5 Waktu Skuad Persib Bandung
-
Warga Sumur Tangkap Buaya yang Sempat Terkam Pamancing
-
SBSI DIY Tuntut Pemerintah dan DPR Ubah Halauan Kebijakan yang Pro Rakyat di Hari Buruh
-
Acer Chromebook Enterprise Spin 714 Diluncurkan, Diklaim Bisa Tingkatkan Produktivitas
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh
Terkini
-
Hyaluronic Acid vs Ceramide: Mana yang Paling Ampuh Atasi Kulit Kering?
-
Tepis Tuduhan Langgar HAM, Polda Metro Minta Hakim Tolak Praperadilan Roy Suryo
-
Stok Minyak AS Ambles ke Level Terendah Sejak Era Perang Dingin
-
Berhenti Menormalisasi "Nabung Sulit, Checkout Mudah" Sebelum Keuanganmu Benar-Benar Habis
-
Suhu Tembus 43 Derajat Celsius, Panas Ekstrem Hantui Laga Piala Dunia
-
Netflix Dikabarkan Garap Serial Live-Action Persona, RPG Legendaris Atlus
-
Gong Seung Yeon Berpeluang Bintangi Drakor Calm Lies Bersama Lee Joon Hyuk
-
Maroko Tekuk Belanda Lewat Adu Penalti dan Lolos 16 Besar Piala Dunia 2026
-
Pemerintah Intervensi Harga LNG, Apa Jadi Penyebab Harganya Mahal?
-
Banten Media Hub 2026, Suwarjono Dorong Media Lokal Punya Unit Usaha