/
Jum'at, 14 Juli 2023 | 16:03 WIB
Ilustrasi DBD (Pixabay dari Pexels)

SUARA BANDUNG BARAT- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung Barat (KBB) meminta masyarakat untuk bersama-sama mencegah Demam Berdarah Dengue (DBD).

Plh Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Tedy Sulaksana mengatakan, pencegahan berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti dengan menerapkan 3 M (menguras, menutup tempat penampungan air serta mengubur barang bekas).

"Metode pengasapan atau foging tidak efektif dalam mencegah penyebaran penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) di lingkungan masyarakat," katanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan fogging hanya untuk membunuh serangga yang sudah berumur dewasa dan tidak membunuh jentik nyamuk maupun telur.

“Ditekannya melalui pemberantasan sarang nyamuk (PSN) dulu, lalu melakukan foging, metode pengasapan ini sifatnya pengendalian bukan mencegah," katanya.

"Sehingga, langkah efektif yang harus dilakukan yakni dengan memberantas sarang nyamuk terlebih dahulu. Foging tidak sampai mematikan telur-telur nyamuk yang dihasilkan dari nyamuk dewasa,” katanya.

Lebih lanjut ia mengatakan, memaksimalkan PSN dan 3M hingga saat ini masih menjadi cara yang sangat efektif untuk mencegah DBD agar tidak menyebar luas di kalangan masyarakat.

*Program PSN dan pola 3M dapat menutup celah agar nyamuk tidak berkembang biak menyebarkan penyakit pada masyarakat khususnya anak-anak," katanya.

“Murah dan mudah PSN, tinggal masyarakat melakukam gerakan 3M plus. Itu perlu dilakukan sebagai upaya menekan angka kasus DBD,” katanya.

Baca Juga: Inara Rusli Rindu Pillow Talk dengan Virgoun? Simak Pengakuannya yang Mengejutkan

Sementara itu, salah seorang warga, Danial (30) mengatakan, sejauh ini dirinya berusaha maksimal menjaga kebersihan lingkungan sebagai upaya preventif mencegah DBD.

"Memang hal tersebut mudah dilakukan tapi kita sering abai melakukan hal tersebut," katanya. (*)

Load More