SUARABANDUNGBARAT -Lebih Kejam dari KDRT, Zeda Salim Diperlakukan Seperti Ini Oleh Sang Suami.
Zeda Salim, seorang sosok presenter yang dikenal dengan keberaniannya, baru-baru ini mengungkapkan dirinya menjadi korban Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) oleh sang suami.
Dalam pernikahan yang telah berlangsung selama 2 tahun, Zeda Salim mengungkapkan betapa ia merasa hak-haknya sebagai seorang istri telah dirampas dan dialami perlakuan yang jauh lebih kejam.
Sebagai seorang istri, Zeda Salim menyadari bahwa pernikahannya dilakukan secara sah dalam agama maupun negara.
Dalam pandangan agama, seorang istri memiliki hak, martabat, dan marwah yang harus dihormati. Namun, dalam realita pernikahannya, hampir semua hak-hak tersebut dirampas darinya.
Zeda Salim mengungkapkan bahwa dirinya ditelantarkan oleh sang suami dan bahkan tidak dinafkahi selama lebih dari setengah tahun. Pengabaian ini menyentuh berbagai aspek, baik fisik maupun emosional.
Tak hanya itu, yang membuatnya merasa sangat sedih adalah identitasnya sebagai istri yang disembunyikan dan larangan untuk hamil oleh sang suami.
Ia merasa tidak diakui sebagai istri yang sah, serta tidak dilindungi dan dijaga sebagaimana seorang suami seharusnya melindungi istrinya.
"Selain itu, saya juga mengalami perlakuan psikis yang sangat menyakitkan. Saya menghadapi sikap suami yang tidak bertanggung jawab, yang tidak memberikan hak-hak saya sebagai istri," tambahnya dengan lirih dilansir dari Youtube Trans TV.
Baca Juga: Anak Pinkan Mambo Curhat Pernah Dilecehkan Ayah Tiri: Mami Aku Salahin Aku
Semua beban tekanan mental yang dia alami membuat Zeda Salim merenungkan untuk mengakhiri hidupnya. Ia merasa terpuruk dan tidak diakui oleh suaminya, sehingga sempat berpikir untuk menyerah pada kehidupan ini.
Zeda Salim berbagi bahwa selama menjalani perawatan psikis, sang suami sama sekali tidak pernah menjenguk atau memberikan dukungan.
Bahkan ketika dirinya berada di bawah pantauan psikiater dan psikolog, sang suami tak pernah mendampingi ke sesi konsultasi atau perawatan medisnya.
Menurut Zeda Salim, KDRT jauh lebih kompleks daripada sekadar kekerasan fisik seperti lebam atau luka akibat pukulan.
Lebih berbahaya adalah dampak psikis yang mampu bertahan bertahun-tahun, bahkan berujung pada kematian.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Ikut Aksi Bareng Mahasiswa di Bundaran HI Hari Ini, Said Iqbal Ungkap Alasan Buruh
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
Pilihan
-
Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
-
Thamrin Lumpuh Total, Massa Aksi Mengular hingga Dukuh Atas Hingga Jumat Malam
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
Terkini
-
Niat Beli Motor Lewat Facebook, Pemuda di Way Kanan Malah Ditodong Senjata Api
-
Dari Rp150 ke Rp17.000: Menelusuri Sejarah Kenaikan Harga BBM dari Era Soekarno hingga Prabowo
-
Modal Sapu dan Hanger, Pelarian 10 Bulan Otak Pembobol Rumah di Bandar Lampung Berakhir
-
Mengapa Revolusi Tidak Lahir dari Tagar
-
Bukan Cuma Putih, Ini 5 Warna Kamar Mandi yang Bawa Rezeki dan Energi Positif Versi Feng Shui
-
Dilema Pertamina Naikkan Harga Pertamax, Ekonom: Kalau Ditahan Terus Bisa Gerus Keuangan Negara
-
Oli Motor Makin Boros di Tengah Kenaikan Harga, Benarkah Tanda Harus Turun Mesin?
-
Kenapa Mahasiswa Demo 'Menuju Indonesia Bangkrut' di Bundaran HI?
-
Inovasi Karyawan Petrokimia Gresik Hasilkan Nilai Rp154 Miliar
-
Daging Empuk hingga Ceker Lumer: Mengintip Menu Andalan di Sate Padang Doni