SUARABANDUNGBARAT- Kabar heboh mengenai perseteruan antara tante dari suami Nikita Willy, yang dikenal dengan nama Mintarsih, dan keluarga suami aktris cantik Nikita Willy, Indra Priawan, semakin memanas.
Mintarsih telah mengungkapkan bukti terkait dugaan penggelapan dana saham keluarga yang diduga melibatkan Indra Priawan, suami dari Nikita Willy.
Ia memberikan pernyataan langsung mengenai kronologi dan bukti terkait kasus ini.
Mintarsih, mengaku bahwa ia tidak pernah mendapatkan bagian dari pemegang saham perusahaan keluarga suami Nikita Willy.
Dirinya membeberkan sejumlah bukti terkait laporan kasus dugaan penggelapan dana saham keluarga yang melibatkan Indra Priawan, anak dari perusahaan yang didirikan oleh keluarganya.
Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah membawa permasalahan ini ke jalur hukum dengan menyeret nama beberapa direktur perusahaan dalam dugaan kasus penggelapan.
Dalam pernyataannya, Mintarsih juga mengungkapkan bahwa selama 18 tahun menjabat sebagai wakil direktur perusahaan, ia tidak pernah mendapatkan haknya dengan layak.
Ia mengklaim bahwa sahamnya senilai 21,6% telah merugi akibat permasalahan ini, termasuk gaji yang tidak dibayar selama 13 tahun saat dirinya menjabat sebagai direktur.
Salah satu poin yang menjadi sorotan dalam perseteruan ini adalah adanya perbedaan antara pernyataan tertulis dalam akta perubahan saham dengan fakta sebenarnya yang dikemukakan oleh Mintarsih.
Baca Juga: Gibran Meleyot Lihat Kemesraan Ganjar dan Prabowo, Warganet: Wis Gabungin Aja
Dirinya mengklaim bahwa ada pemalsuan dokumen dan tindakan tidak sah yang telah merugikan dirinya dan hak-haknya sebagai pemegang saham.
"Nilainya itu tidak kecil, ada 15 persen, ada 2 Milyar, tapi dari mereka malah menentukan nilai saham sendiri, kok bisa?" tutur Mintarsih dilansir dari Youtube Intens Investigasi.
Indra Priawan sendiri tidak memberikan pernyataan resmi terkait kasus ini. Namun, wanita paruh baya itu merasa optimis bahwa kasus ini akan mendapatkan kejelasan melalui proses hukum yang sedang berlangsung.
Mintarsih dan tim kuasa hukumnya, dipimpin oleh Kamarudin Simanjuntak, telah melaporkan kasus ini ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Mabes Polri.
Tim kuasa hukum Mintarsih mengungkapkan bahwa estafet kepemilikan saham perusahaan tidak jelas dan tidak sah berdasarkan surat pengadilan yang menyatakan saham masih sah dimiliki oleh pemegang saham.(*)
Sumber: Youtube intens Investigasi
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Bedak Lokal yang Awet untuk Kondangan, Tahan Hingga Belasan Jam
- 7 Cushion Anti Oksidasi untuk Usia 50 Tahun, Ringan di Wajah dan Bikin Tampak Lebih Muda
- Awal Keberuntungan Baru, 4 Shio Ini Akhirnya Bebas dari Masa Sulit pada 11 Mei 2026
- Berapa Harga Sewa Pendopo Soimah? Ini Fasilitas Pendopo Tulungo
- Lipstik Merek Apa yang Mengandung SPF? Ini 5 Produk untuk Atasi Bibir Hitam dan Kering
Pilihan
-
Jauh di Bawah Tuntutan Jaksa, Eks Konsultan Kemendikbud Kasus Chromebook Hanya Divonis 4 Tahun
-
Tok! Eks Konsultan Kemendikbudristek Ibam Divonis 4 Tahun Penjara dalam Kasus Chromebook
-
Fenomena Tim Musafir Masih Hiasi Super League, Ketegasan PSSI dan I.League Dipertanyakan
-
Nyanyi Bareng Jakarta: Melodi Penenang bagi Jiwa yang Terpapar Debu Ibu Kota
-
Salah Satu Korban Dikunci dari Luar, Dengar Kiai Ashari Lakukan Aksi Bejat di Kamar Sebelah
Terkini
-
Bapak-Bapak Wajib Tahu! 7 Daftar Sepeda Budget Pelajar Kualitas Juara untuk Olahraga Pagi
-
5 Sepatu Lari Lokal yang Paling Sering Muncul di FYP TikTok Mei 2026, Nomor 3 Paling Viral
-
7 Rekomendasi Sepatu Lokal 2026 yang Kualitasnya Geser Brand Luar Negeri
-
Adera Immunity Tour Terus Perkuat Sinergi dengan Pemkot Solo
-
ASN Kemenkumham Sumsel Meninggal Mendadak di Kos Palembang, Sempat Minta Diantar Pulang
-
6 Fakta Wacana Pajak Kendaraan Dihapus di Jabar: Ganti Sistem Jalan Berbayar ala Dedi Mulyadi
-
Gaya Hidup Aktif Jadi Makin Stylish, Ini Cara Baru Olahraga yang Sekaligus Fashionable
-
Sneakers Running Retro: 5 Brand Lokal yang Bangkitkan Gaya 90-an di Tahun 2026
-
Ngapel Berujung Sel! Pemuda Lebak Banten Diciduk Polisi Usai Kepergok Kakak Pacar
-
Kisah Nenek Ikah di Sukabumi, Selamat dari Dentuman Mencekam Saat Hendak Salat Magrib