Seorang pria berinisial Nyoman M viral di media sosial karena videonya yang beredar.
Namun video tersebut bukan menyebarkan kebaikan malah menyebarkan hoaks di kala gempa mengguncang Karangasem, Bali, Selasa (13/12/2022).
Gempa di Karangasem ini memang menimbulkan kepanikan luar biasa untuk warganya.
Pasalnya gempa ini terjadi secara beruntun. Bahkan sampai pagi tadi tercatat sudah terjadi 61 kali gempa susulan.
Video Nyoman M pun beredar pada saat gempa pertama di daerah tersebut.
Saat itu, ia yang berada di RS Balimed Karangasem mengatakan bahwa lantai 3 RS tersebut jebol karena gempa.
Padahal RS tersebut baik-baik saja, meskipun memang terjadi kepanikan dan banyak pasien yang akhirnya dibawa ke luar.
Kini si pembuat video tersebut meminta maaf karena membuat video hoaks di tengah kepanikan akibat gempa.
Ia membuat video klarifikasi permintaan maaf itu di mako Polsek Bebandem, Karangasem pada Rabu pagi (14/12/2022).
Baca Juga: 7 Ucapan Natal Untuk Kerabat, Cocok Untuk Instagram, Facebook dan WhatsApp
"Saya panik dan spontan mengatakan itu, Saya meminta maaf kepada semua pihak, kepada keluarga pasien, kepada pihak kepolisian dan kepada RS Balimed," kata Nyoman.
Nyoman M sudah diamankan pagi ini sekitar pukul 01.00 WITA setelah viralnya video yang menyebutkan jebolnya lantai 3 RS Balimed akibat gempa yang terjadi pada Selasa petang, (13/12/2022)
"Kita lihat CCTV yang ada di RS Balimed, dari sana pembuat video tersebut bisa ditemukan," ujar Kanit Reskrim Polsek Bebandem, IPDA. I Gede Alit.
Diceritakan saat itu Nyoman M saat itu ia sedang menunggu kakaknya yang sedang dirawat di lantai 3 gedung RS Balimed Karangasem.
Ia pun ikut panik saat gempa terjadi dan terdengar teriakan dan tangis terdengar dari luar.
Kepanikan tersebut membuat ia dan kerabatnya menggendong kakaknya menuju keluar bangunan menuju areal parkir belakang RS Balimed Karangasem.
Saat situasi mulai aman, ia kembali ke RS tersebut dan merekam video.
Akan tetapi saat merekam video tersebut ia mengaku spontan mengucapkan kata-kata lantai tiga RS Balimed Jebol.
Padahal tak ada tanda - tanda adanya jebol pada RS tersebut,
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- KPAI Desak Audit Total MBG: Tata Kelola Gagal, Anak-anak Jadi Korban Ambisi Program
- Ramalan Shio 9 Agustus 2026: 5 Shio Bakal Buang Kesialan dan Buka Jalan Keberuntungan
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Menembus Jantung Kampung Bojong Neros, Ketika Jalan Sempit Jadi Urat Nadi Kota Bogor
-
Kontradiksi Era Digital: Mau Merdeka Finansial tapi Masih Pakai Paylater
-
Toyota Mulai Data Calon Pemilik Land Cruiser FJ di Indonesia
-
PHK Makin Ganas, 43 Ribu Pekerja Terdampak
-
Kecelakaan atau Bunuh Diri? Polisi Usut Kematian Siswi SMA Tertabrak KRL di Jurangmangu
-
Divonis 2 Tahun Penjara, Abdul Wahid Belum Serahkan Memori Banding
-
Trailer Utama Film Made in Abyss Part 1 Ungkap Lagu Tema dan Karakter Baru
-
Ojol Bakal Jadi UMKM, Maman Bantah Isu Pengemudi Bakal Kena Pajak
-
Wisata Religi di Tengah Jakarta, Menelusuri Jejak Integritas Guan Gong di Kelenteng Tian Fu Gong
-
Selamatkan Nasib PPPK, Mendagri Tito Guyur Rp18,9 Triliun Agar Tak Ada yang Nganggur