News / Metropolitan
Senin, 10 Agustus 2026 | 19:44 WIB
Ilustrasi-KRL Commuter Line (Pixabay/Satia)
Baca 10 detik
  • Seorang siswi SMA tewas tertabrak KRL di kawasan Jurangmangu, Tangerang Selatan.
  • Polisi masih menyelidiki penyebab pasti kejadian tersebut melalui pemeriksaan saksi serta identifikasi jasad korban di RSUD.
  • Insiden tertabraknya korban di jalur kereta tersebut sempat menyebabkan gangguan pada perjalanan relasi Palmerah-Rangkasbitung.

Suara.com - Seorang siswi kelas 10 SMA dilaporkan tewas setelah tertabrak KRL di kawasan Jurangmangu, Tangerang Selatan, Senin (10/8/2026) sore. Polisi masih menyelidiki penyebab peristiwa tersebut, termasuk dugaan awal korban bunuh diri.

Kapolres Tangerang Selatan AKBP Boy Jumalolo mengatakan kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti korban tertabrak kereta. Jasad korban baru dievakuasi ke RSUD untuk menjalani pemeriksaan.

“Kalau sudah ada identifikasi, pengecekan, penyelidikan, saksi-saksi dan sebagainya baru kita bisa menyimpulkan apa ini,” kata Boy kepada wartawan.

Peristiwa itu diketahui terjadi sekitar pukul 16.45 WIB. Boy mengatakan pihaknya menerima laporan awal mengenai kejadian tersebut sekitar pukul 17.00 WIB.

Polisi kini masih melakukan identifikasi terhadap korban, memeriksa sejumlah saksi, serta mendalami rangkaian peristiwa sebelum siswi tersebut tertabrak KRL.

Perjalanan KRL Terganggu

Insiden tersebut sempat mengganggu perjalanan Commuter Line relasi Palmerah-Rangkasbitung. Salah satu penumpang, Ari, mengatakan kereta yang ditumpanginya sempat berhenti sekitar 10 menit.

Saat itu, penumpang mendapat informasi bahwa perjalanan kereta tertahan karena menunggu sinyal. Namun, informasi mengenai adanya seseorang yang tertabrak kereta kemudian beredar melalui grup WhatsApp penumpang.

“Katanya, ada peristiwa tertabrak di Jurangmangu,” kata Ari.

Baca Juga: Menanti Janji yang Tak Dipenuhi: HP Almarhum Sutrimo Belum Kembali, Keluarga Cium Aroma Tak Beres

Korban disebut berjenis kelamin perempuan dan masih berstatus pelajar. Namun, identitas korban serta kronologi pasti peristiwa masih dalam penyelidikan kepolisian.

Ari juga mendapat informasi bahwa korban diduga terburu-buru masuk ke dalam gerbong ketika rangkaian kereta belum berhenti sepenuhnya.

“Katanya belum berhenti banget, terus lompat dan kesandung,” tuturnya.

Namun, keterangan tersebut belum dipastikan polisi sebagai penyebab peristiwa.

Kepolisian masih mengumpulkan bukti dan keterangan saksi untuk memastikan apakah insiden itu merupakan kecelakaan atau terdapat faktor lain, termasuk dugaan bunuh diri.

Kesimpulan mengenai penyebab kematian korban baru akan disampaikan setelah proses pemeriksaan dan penyelidikan selesai.

Load More