Wakil Ketua MPR RI Ahmad Basarah mengatakan bahwa Pancasila sebagai ideologi negara yang mempersatukan kemajemukan bangsa Indonesia merupakan takdir Tuhan.
“Pancasila sebagai ideologi yang mempersatukan bagi saya adalah takdir Tuhan. Maka barang siapa menentang kemajemukan bangsa Indonesia sesungguhnya mereka juga sedang menentang takdir Tuhan itu sendiri,” kata Basarah dalam acara perayaan Natal bertajuk "Damai di hati Damai di Bumi" dipantau secara daring di Jakarta, Selasa, 27 Desember 2022.
Basarah mengatakan bahwa para pendiri bangsa menjadikan Pancasila sebagai dasar negara guna menyatukan bangsa Indonesia yang majemuk dengan beragam suku, agama, etnis, hingga bahasa.
Sehingga, lanjut dia, diharapkan Pancasila dapat menjadi “meja statis” atau suatu tempat berpijak yang menyatukan seluruh elemen bangsa, sekaligus “leitstar dinamis” atau bintang penuntun yang mengarahkan bangsa dalam mencapai tujuannya.
“Maka Bung Karno menemukanlah mutiara saripatinya budaya bangsa Indonesia yang kemudian dikonseptualisasikan dalam pidato 1 Juni 1945 yang kemudian kita sepakati menjadi dasar dan ideologi negara kita,” katanya.
Ia menyebut Pancasila bukanlah sebuah ideologi yang utopi, melainkan ideologi yang hidup di tengah-tengah masyarakat (living ideology). “Ideologi yang bekerja di tengah bangsanya sendiri, jadi bukan ideologi yang utopi, ideologi yang tidak bisa dibumikan,” ucapnya.
Sebagai living ideology, kata Basarah, maka yang pertama harus dilakukan ialah dengan meyakini nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila; kemudian menghayati, mempelajari, serta memahaminya.
Pelembagaan Pancasila, lanjut dia, menjadi penting untuk dapat membumikan kembali Pancasila agar tak menjadi ideologi yang utopi melainkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya dapat diamalkan, salah satunya dengan hadirnya Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP).
“Wacana atau instruksi Ibu Megawati kepada jajarannya di Komisi X DPR RI agar merevisi Undang-Undang tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) memasukkan kembali mata pelajaran Pancasila dan Ibu Mega sendiri memimpin langsung sebagai Ketua Dewan Pengarah BPIP,” tuturnya.
Baca Juga: Ungkap Kebijakan Khusus Bagi Warga yang Ingin Rayakan Tahun 2023, Menko PMK: Bergembiralah
Ia mengatakan konsistensi dalam memegang teguh dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila merupakan faktor penting untuk dapat mencapai tujuan dari berbangsa dan bernegara.
Menurut dia, tidak ada bangsa di dunia ini yang dapat menjadi bangsa besar ketika tidak berpedoman pada falsafah bangsanya sendiri lantaran setiap bangsa memiliki cara pandang hidup berikut adat istiadat yang berbeda pula.
“Bangsa Indonesia tidak mungkin dapat menjadi bangsa yang besar kalau kita menjiplak falsafah bangsa Arab Saudi misalnya, menjiplak falsafah bangsa Tiongkok atau menjiplak bangsa Amerika atau bangsa lain,” ujarnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- 4 Perbedaan Rice Cooker Keramik vs Stainless Steel untuk Memasak Nasi, Mana yang Lebih Sehat?
- 3 Sepatu Jalan untuk Lansia Paling Nyaman, Hands Free Tak Perlu Membungkuk
- Spanduk Polwan saat Adang Aksi BEMI UI Kena Rujak Netizen: Bu Polwan Salah Bawa Spanduk?
- Kulkas Sharp 2 Pintu Berapa Harganya? Ini 3 Pilihan yang Dingin dan Hemat Listrik Sesuai Review
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Makin Diminati, Penumpang LRT Jabodebek Capai 16 Juta Orang
-
Menteri Jerman Kunjungi Pabrik Bayer di Cimanggis, Soroti Energi Hijau
-
Kronologi Begal Kertapati: 2 Pelaku Bawa Parang, Kejar Korban hingga Berujung Maut
-
Sering Dianggap Cuma Kelelahan, Katup Jantung Bocor Bisa Ditangani Tanpa Operasi Terbuka
-
Korupsi KUR BSI Rp9,5 Miliar di OKI, Uang Pengganti 3 Terdakwa Tembus Rp9 Miliar
-
Buaya Muara 3 Meter Mendadak Muncul di Pantai Pasir Putih Cihara
-
Tenis Meja Indonesia Bidik 8 Besar di Asian Games 2026
-
Gempa NTT, PDIP Kirim Bantuan Khusus untuk Ibu Hamil dan Anak
-
Diisukan Ada OTT KPK, Begini Kondisi Kompleks Pemkab Bogor Malam Ini
-
Yasonna Laoly Dukung Kewarganegaraan Ganda Terbatas Usulan Prabowo: Demi Kepentingan Nasional