Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo kembali menjadi sorotan. Kabarnya, ia memberikan bantuan renovasi ke kader PDIP.
Hal itu menjadi perhatian Pengamat Politik Rocky Gerung. Yah, ia mengatakan, kemiskinan parah terjadi di wilayah tersebut seharusnya membuat Ganjar paham soal membuat kebijakan.
Pengamat politik, Rocky Gerung, mengatakan kemiskinan di Jateng yang tinggi seharusnya membuat Ganjar paham akan hal tersebut dalam membuat kebijakan untuk masyarakat.
"Karena data statistik buka data PDIP, itu data umumnya rakyat, kan gak bisa BPS nanya anda PDIP atau bukan," ucapnya dikutip Minggu (1/1/2023).
Menurut pria yang lahir 20 Januari 1959 itu, keputusan Gubernur Ganjar untuk kasih bantuan menunjukkan bahwa yang miskin itu adalah orang dari partai tempat Ganjar bernaung. Ia menegaskan, seharusnya hal tersebut tak dilakukan Ganjar sebagai pemimpin.
"Kenapa Ganjar terjemahkan bahwa yang miskin itu PDIP, kan gak boleh begitu, walaupun faktanya memang iya. Tetapi dia adalah gubernur yang hanya boleh membaca data makro itu tanpa dihubungkan dengan status atau ID card dari seseorang, bahwa dia seorang anggota PDID. Jadi nanti kalau dia anggota ummat gak dianggap miskin, dan gak mau dibantu," jelasnya.
Katanya, tindakan Ganjar itu merupakan satu dari hal yang disebut money politic. Alias, secara tak langsung menyogok PDIP.
Ia melanjutkan, Ganjar disebut sedang gelisah. Hal itu karena potensinya yang tak dipilih oleh Megawati untuk pemilihan presiden (Pilpres) 2024 nanti.
"Jadi karena kegelisahan Ganjar dia lakukan sesuai secara sadar supaya Ibu Mega tau, oh PDIP dibantu oleh Ganjar tuh. Tapi ibu Mega tentu menggap ya tetap hirarki partai ditegakan. Dari segi Ibu Mega itu dia tidak bisa disogok dengan hal semacam itu," ungkapnya.
Baca Juga: Bakal Tambah Rute Internasional Baru, Bandara YIA Siapkan Penerbangan ke Thailand
Lalu, ia membeberkan, dari sisi opini publik, bakal ada anggapan soal etika yang dilakukan Ganjar sangat rendah. Karena, ia yang bukan pimpinan partai di wilayahnya.
"Justru kalau dia dianggap kader PDIP, mustinya dia melakukan hal yang sebaliknya. Bahwa kader-kader PDIP inilah yang musti dia kerahkan, sebagai sesama anggota partai untuk membantu rakyat miskin. Bukan membantu PDIP yang jadi merket dia tuh."
"Jadi sekali lagi mungkin kampanye-kampanye semacam ini yang musti diperbanyak bahwa semua partai, semua calon presiden sebetulnya gak paham etika politik. Baru kita filter satu-satu siapa yang paham, jadi mesti dianggap dulu semua gak paham. Supaya Ganjar masuk di dalam anggapan yang sama. Ini bagian buruk dari pemberitaan adalah ganjar orang yang elektabilitasnya tinggi ternyata gak paham tentang etika publik," lugasnya.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- 5 Rekomendasi Rice Cooker Digital, Nasi Tetap Pulen hingga 48 Jam
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Jatuh dari Tongkang di Sungai Baung OKI, Dua Korban Ditemukan Meninggal
-
Karhutla Dekati Runway Bandara Atung Bungsu, Penerbangan Pagar Alam Masih Normal?
-
Baru 2 Hari Direhab, Anak Mantan DPRD Muratara Kabur Usai Dobrak Pintu Yayasan
-
Program Cetak Sawah Berhadapan dengan Karhutla, Api Membakar Lahan di Muara Enim
-
Kebakaran Bromo Meluas hingga 520 Hektare, Destinasi Wisata Probolinggo Disebut Masih Aman
-
Pernah Jadi Anak Buah Nadiem, Pakar Minta Kejagung Ganti Jaksa Chatarina di Kasus Eks Jampidsus
-
Puluhan Kios di Bawah Jembatan Babat Terbakar, Polisi Selidiki Dugaan Pembakaran Sampah
-
30 Ribu Kopdes Merah Putih Dikebut Sebelum 17 Agustus, Siapa yang Akan Mengelola?
-
Bangga! Prestasi Apik Ditorehkan Kevin Diks di Awal Musim Bundesliga 2026/2027
-
Prabowo Puji Sepatu Inovasi BRIN Berbahan Limbah Sawit, Harganya Cuma 60 Ribuan!