Kembalinya eks napi korupsi Romahurmuziy ke panggung politik bukanlah hal baru di Indonesia. Beberapa nama memang dikabarkan akan mengikuti kontestasi dalam Pemilu 2024 nanti.
Berikut ini ada 5 mantan narapidana korupsi yang comeback ke dunia politik:
Mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Muhammad Romahurmuziy kembali menjadi pengurus partai itu. Romahurmuziy pun menjadi perbincangan lantaran merupakan mantan narapidana kasus jual beli jabatan di Kementerian Agama 2019.
Tak hanya itu, PPP bahkan bakal menjadikannya duta anti korupsi. Hal ini selaras dengan pernyataan Plt Ketum PPP Muhammad Mardiono.
"Kami butuh beliau agar memberikan guidance pada kader-kader kami agar tidak terjerembab dalam hal yang sama. Dengan kata lain, beliau bisa jadi duta anti korupsi di tengah-tengah masyarakat, bisa jadi duta antikorupsi di tengah kader-tengah Partai Persatuan Pembangunan," katanya melansir dari Presisi.co--Jaringan Suara.com, Rabu (04/01/2023).
Tommy Soeharto yang memiliki nama asli Hutomo Mandala Putra ini merupakan putra bungsu mantan Presiden Soeharto. Tommy Soeharto sempat dipenjara di Lembaga Permasyarakatan Cipinang atas kasus pembunuhan hakim Syafiuddin Kartasasmita. Tommy Soeharto dijatuhi hukuman selama 15 tahun penjara.
Tommy yang belum menjalani sanksi pidana penjara sepenuhnya dan hanya menjalani sepertiganya saja pun dinyatakan bebas bersyarat. Pembebasan bersyarat ini merupakan pengurangan masa hukuman oleh MA dan remisi yang diterimanya.
Baca Juga: Survei Indikator Politik Sebut Tren Elektabilitas Anies Turun, NasDem Beri Alasan Begini
Sebelum menerima hukuman tersebut, Tommy Soeharto merupakan anggota MPR RI Fraksi Golkar. Setelah bebas, Tommy Soeharto menjabat sebagai Anggota Dewan Pembina di Partai Golkar. Kemudian Tommy Soeharto mendirikan Partai Berkarya.
3. Desy Yusandi
Desy Yusandi merupakan politikus Golkar. Desy Yusandi terjerat perkara korupsi pembangunan Puskesmas Tangerang Selatan pada 2011 hingga 2012. Desy Yusandi divonis Pengadilan Negeri Serang berupa pidana penjara selama 1 tahun dan denda Rp 50 juta. Selain itu, Desy Yusandi juga diminta membayar dana pengganti sebesar Rp 431 juta.
Kemudian, Desy Yusandi menjadi anggota DPRD pada Provinsi Banten Periode 2014 hingga 2019. Bahkan Desy Yusandi terpilih kembali dalam posisi yang sama pada periode 2019 hingga 2024.
4. Besri Nazir
Besri Nazir adalah sekretaris DPC Partai Demokrat Medan. Besri Nazir mendampingi Iswanda Ramli dalam Partai Demokrat hingga 2027.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Lebaran di Kuburan: Permintaan Melonjak, Bunga Rampai Jadi 'Emas' Dadakan
-
Tahun Ini Kemnaker Perluas Akses Pelatihan Vokasi dan Hapus Batasan Tahun Kelulusan
-
Usai Lebaran 2026, Nonton Timnas Indonesia di FIFA Series 2026, Ini Jadwal Lengkapnya
-
Arus Balik Lebaran 2026 Kapan Dimulai? Pemudik Harus Siap Hadapi Puncaknya
-
Film Dream Animals: The Movie, Hewan Lucu Selamatkan Dunia Camilan
-
6 Buah untuk Turunkan Asam Urat Tinggi Pasca Lebaran secara Alami, Konsumsi Rutin
-
WFH demi Hemat BBM: Solusi Visioner atau Sekadar Geser Beban ke Rakyat?
-
Kisah Haru Driver Ojol dan Tunanetra yang Akhirnya Bisa Masuk Istana di Momen Lebaran Presiden
-
Kapan Lebaran Ketupat 2026? Ini Jadwal dan Makna Perayaannya
-
Mata Membesar dan Senyum Hilang PM Jepang Saat Donald Trump Ngoceh Soal Pearl Harbor