Lifestyle / Komunitas
Sabtu, 21 Maret 2026 | 18:00 WIB
Ilustrasi Blewah.(Pexels/Polina Kovaleva)
Baca 10 detik
  • Asam urat meningkat pasca Lebaran akibat tingginya asupan makanan tinggi purin yang memberatkan fungsi ginjal.
  • Buah seperti ceri, sitrus, pisang, dan apel direkomendasikan karena sifat anti-inflamasi dan kemampuannya menetralkan asam urat.
  • Efek optimal buah penurun asam urat memerlukan dukungan hidrasi cukup dan menghindari penambahan gula pada olahan buah.

Suara.com - Momen Lebaran identik dengan jamuan lezat yang sulit ditolak. Mulai dari opor ayam, sambal goreng ati, hingga camilan khas seperti emping melinjo. Namun di balik kelezatannya, tersimpan risiko kesehatan yang mengintai, yani lonjakan kadar asam urat.

Asam urat adalah limbah alami dari hasil pemecahan purin yang ditemukan dalam makanan. Normalnya, ginjal akan menyaring asam urat dan membuangnya melalui urin.

Namun, saat kita mengonsumsi terlalu banyak daging merah, jeroan, dan makanan bersantan secara beruntun saat Lebaran, kadar purin dalam tubuh melonjak drastis sehingga ginjal tidak mampu memprosesnya dengan optimal.

Akibatnya, terbentuk kristal tajam di persendian yang menyebabkan peradangan.

Konsumsi makanan tinggi purin selama hari raya seringkali memicu nyeri sendi yang hebat atau gout. Jika Anda mulai merasakan kaku pada jempol kaki atau nyeri di persendian setelah "kalap" makan enak, jangan panik.

Selain mengatur pola makan, alam telah menyediakan solusi lezat melalui buah-buahan.

Merujuk pada data kesehatan dari Hello Sehat, berikut adalah deretan buah untuk menurunkan asam urat tinggi setelah Lebaran yang wajib Anda konsumsi.

Deretan Buah Penurun Asam Urat Paling Ampuh

Untuk membantu membuang kelebihan zat tersebut, berikut adalah buah-buahan yang direkomendasikan:

1. Buah Beri dan Ceri

Baca Juga: 5 Parfum Aroma Buah untuk Bukber, Wanginya Segar dan Gak Menyengat

Ceri merupakan salah satu "superfood" bagi penderita asam urat. Buah ceri mengandung senyawa tanaman bernama antosianin yang memiliki sifat antiinflamasi dan antioksidan kuat.

Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi ceri secara rutin dapat menurunkan risiko serangan asam urat secara signifikan. Selain ceri, jenis beri lainnya seperti stroberi dan blueberry juga baik karena membantu menetralkan asam urat dalam darah.

2. Buah Sitrus (Jeruk, Lemon, Nipis)

Banyak orang salah kaprah menganggap buah asam berbahaya bagi asam urat. Faktanya, buah sitrus kaya akan Vitamin C.

Berdasarkan studi, asupan Vitamin C yang cukup dapat membantu ginjal mengeluarkan lebih banyak asam urat melalui urin. Selain itu, jeruk dan lemon memberikan efek alkalin (basa) setelah dimetabolisme oleh tubuh, yang membantu menyeimbangkan kadar asam.

3. Pisang

Load More