News / Internasional
Sabtu, 21 Maret 2026 | 17:35 WIB
Perdana Menteri Jepang perempuan pertama, Sanae Takaichi (Instagram/takaichi_sanae)
Baca 10 detik
  • Presiden Trump menyindir PM Jepang Sanae Takaichi dengan menanyakan alasan Jepang tidak memberitahu Pearl Harbor.
  • Komentar sensitif Trump mengenai serangan mendadak 1941 tersebut memicu ketidaknyamanan pada PM Jepang.
  • Pertemuan tersebut juga membahas isu strategis keamanan energi global di Selat Hormuz terkait Iran.

Suara.com - Pertemuan Presiden Donald Trump dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memicu kontroversi setelah komentar soal Serangan Pearl Harbor.

Pernyataan Trump dianggap sensitif dan mengejutkan dalam konteks hubungan historis kedua negara.

Saat ditanya mengapa Washington tidak memberi tahu sekutu sebelum menyerang Iran, Trump menjawab dengan sindiran.

“Siapa yang lebih tahu soal serangan mendadak selain Jepang? Kenapa kalian tidak memberi tahu saya tentang Pearl Harbor?” ujarnya.

Komentar tersebut langsung menarik perhatian di ruang Oval Office.

Keadaan Pearl Harbor sekarang (Unsplash.com)

Sejumlah jurnalis tertawa, namun reaksi Takaichi disebut menunjukkan ketidaknyamanan.

Seorang reporter Jepang menggambarkan respons sang PM secara jelas.

“Matanya membesar, senyumnya hilang, dan ia tampak terkejut saat Pearl Harbor tiba-tiba disebut,” katanya dilansir dari BBC.

Serangan Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 menjadi titik balik besar dalam Perang Dunia II.

Baca Juga: Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'

Peristiwa itu menewaskan lebih dari 2.300 personel militer AS dan mendorong Amerika Serikat masuk ke perang.

Konflik tersebut berujung pada pengeboman atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945, yang menewaskan ratusan ribu orang.

Sejak itu, kedua negara bertransformasi menjadi sekutu dekat dan jarang mengangkat isu sensitif tersebut secara terbuka.

Meski melontarkan ocehan yang membuat tegang saat bertemu Sanae Takaichi, Trump tetap menyebut Jepang sebagai “teman”.

Pertemuan ini juga membahas isu strategis, termasuk keamanan jalur energi global di Selat Hormuz yang tengah terdampak konflik Iran.

Kontributor: M.Faqih

Load More