- Presiden Trump menyindir PM Jepang Sanae Takaichi dengan menanyakan alasan Jepang tidak memberitahu Pearl Harbor.
- Komentar sensitif Trump mengenai serangan mendadak 1941 tersebut memicu ketidaknyamanan pada PM Jepang.
- Pertemuan tersebut juga membahas isu strategis keamanan energi global di Selat Hormuz terkait Iran.
Suara.com - Pertemuan Presiden Donald Trump dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi memicu kontroversi setelah komentar soal Serangan Pearl Harbor.
Pernyataan Trump dianggap sensitif dan mengejutkan dalam konteks hubungan historis kedua negara.
Saat ditanya mengapa Washington tidak memberi tahu sekutu sebelum menyerang Iran, Trump menjawab dengan sindiran.
“Siapa yang lebih tahu soal serangan mendadak selain Jepang? Kenapa kalian tidak memberi tahu saya tentang Pearl Harbor?” ujarnya.
Komentar tersebut langsung menarik perhatian di ruang Oval Office.
Sejumlah jurnalis tertawa, namun reaksi Takaichi disebut menunjukkan ketidaknyamanan.
Seorang reporter Jepang menggambarkan respons sang PM secara jelas.
“Matanya membesar, senyumnya hilang, dan ia tampak terkejut saat Pearl Harbor tiba-tiba disebut,” katanya dilansir dari BBC.
Serangan Pearl Harbor pada 7 Desember 1941 menjadi titik balik besar dalam Perang Dunia II.
Baca Juga: Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'
Peristiwa itu menewaskan lebih dari 2.300 personel militer AS dan mendorong Amerika Serikat masuk ke perang.
Konflik tersebut berujung pada pengeboman atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945, yang menewaskan ratusan ribu orang.
Sejak itu, kedua negara bertransformasi menjadi sekutu dekat dan jarang mengangkat isu sensitif tersebut secara terbuka.
Meski melontarkan ocehan yang membuat tegang saat bertemu Sanae Takaichi, Trump tetap menyebut Jepang sebagai “teman”.
Pertemuan ini juga membahas isu strategis, termasuk keamanan jalur energi global di Selat Hormuz yang tengah terdampak konflik Iran.
Kontributor: M.Faqih
Berita Terkait
-
Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'
-
Berani! Tolak Mentah-mentah Permintaan AS, Sri Lanka Diam-diam Bantu 32 Awak Kapal Iran
-
Miguel Diaz-Canel Bakal 'Di-Maduro-kan', Pemerintah Kuba Tegas Melawan AS
-
Tantrum Harga Minyak Meroket, Trump Cap NATO Pengecut Karena Tak Mau Ikut Buka Selat Hormuz
-
Abaikan Ultimatum Trump, Israel Nekat Hajar Jantung Energi Iran di South Pars!
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Terbongkar! Isi Obrolan 2 Jam Prabowo dan Megawati di Istana, Singgung Geopolitik Global?
-
Puan Maharani Beri Sinyal Pertemuan Susulan Megawati-Prabowo: Insyaallah Secepatnya!
-
Kelakuan Turis AS Keluyuran saat Nyepi di Bali, Pura-pura Bisu saat Ditanya
-
Didampingi Didit, Prabowo Akhirnya Temui dan Salami Warga Yang Hadir di Acara Open House Istana
-
SBY dan Jokowi Dijadwalkan Silaturahmi Lebaran ke Istana Temui Prabowo Sore Ini, Bagaimana Megawati?
-
Jelang Kick Off Piala Dunia 2026, Meksiko Kembali Membara: Polisi Tangkap Bos Kartel Sinaloa
-
Bisa Makan Gratis di Istana! Begini Suasana Open House Presiden Prabowo Siang Ini
-
Tegas! Swiss Setop Ekspor Senjata ke AS hingga Langit Ikut 'Dikunci'
-
Survei Mengejutkan: Mayoritas Warga AS Nilai Perang Iran Lebih Untungkan Israel
-
Presiden Prabowo Apresiasi Progres Signifikan Pemulihan Pascabencana Sumatera