Rapat koordinasi bersama Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjend Pol Djuhandhani Rahardjo, Deputi Hukum dan HAM Kemenko Polhukam Sugeng Purnomo, Dirreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Totok Suharyanto, Ketua Kompolnas Irjen Pol (Purn) Dr Benny Jozua Mamoto dan Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko digelar.
Rapat itu membahas soal komitmen terkait menyelesaikan tragedi Kanjuruhan. Komitmen itu dinyatakan langsung oleh Moeldoko.
Ia menyatakan, pertemuan tersebut menindaklanjuti audiensi tokoh dari Aremania serta keluarga korban Kanjuruhan ke Kantor Staf Kepresidenan (KSP). Di mana, hal tersebut terjadi pada Kamis (05/01/2023) lalu.
"Saat itu saya berjanji akan mengundang Kepolisian, Kejagung, dan Kemenko Polhukam untuk mengetahui sejauh mana proses hukum berjalan,” katanya, dilansir Rabu (11/01/2023).
Ia menilai, buat meyakinkan berbagai pihak, khususnya keluarga korban Kanjuruhan dan Aremania, semua aparat harus punya semangat yang sama. Tujuannya, buat mempercepat penuntasan tragedi tersebut.
“Saya pastikan Aparat tidak pernah ragu untuk menuntaskan kasus Kanjuruhan,” tegasnnya.
Ia menekankan kepada aparat buat ambil langkah secepat mungkin. Ia melanjutkan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sudah berjanji bahwa pemerintah bakal melakukan investigasi tuntas soal tragedi Kanjuruhan.
“Jangan sampai menimbulkan kekecewaan kembali di masyarakat. Untuk itu penuntasan kasus ini harus benar-benar jalan dan mempertimbangkan segala aspek. Baik itu terkait pasal yang didakwakan, jumlah tersangka, atau soal restitusi. Sehingga tidak ada lagi persepsi publik bahwa kasus ini tidak mendapat atensi,” serunya.
Baginya, kasus Kanjuruhan bukan cuma soal hukum. Namun, soal masalah sosial yang berhubungan dengan kepentingan masyarakat.
Baca Juga: 'Ini Serius' Jokowi Dukung Yusril Ihza Mahendra Jadi Capres 2024
“Kasus ini luar biasa. Jadi harus dilihat secara luas. Jangan sampai lambatnya penuntasan kasus menyebabkan terjadinya konflik sosial,” ujarnya.
Ia bahkan mewanti-wanti tak boleh ada pihak yang menunggangi kasus Kanjuruhan. Apalagi demi kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
"Jangan coba-coba mendompleng situasi ini, agar penyelesaian kasus ini benar-benar bersih dan jernih,” pungkas Moeldoko.
Disclaimer: Artikel ini merupakan kerja sama Suara.com dengan Warta Ekonomi. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi artikel menjadi tanggung jawab Warta Ekonomi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Eksplorasi Budaya dan Misteri dalam Tingka Buku 1
-
Strategi Blusukan Desa di Jatim Manjur! Indosat Panen 14,4 Juta Pelanggan
-
Persija vs Persib Dipindah ke Samarinda, Bojan Hodak Bawa Kabar Baik Soal Marc klok dan Eliano
-
Apa Zodiak Ahmad Dhani? Ini Karakter dan Peruntungannya
-
Nama Djaka Budi Utama Masuk Surat Dakwaan Kasus Bea Cukai, KPK Akan Telusuri Keterlibatannya?
-
Bertemu di Hotel Borobudur, Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Terseret Dakwaan Korupsi Impor?
-
Kasa Tertinggal di Tubuh: Diskes Tulungagung Kawal Dugaan Malapraktik yang Kini Masuk Ranah Polisi
-
Hilirisasi Batu Bara Menjadi DME, Langkah Strategis Memperkuat Ketahanan Energi Nasional
-
Pemain Kunci Timnas Indonesia U-17, Mathew Baker Ungkap Terinspirasi Jay Idzes dan Justin Hubner
-
Di Balik Ledakan Belanja Online, Mengapa Transisi Kemasan Ramah Lingkungan Masih Berliku?