Kasus dugaan pelecehan seksual oleh jemaah umrah asal Indonesia terus menjadi perbincangan. Setelah keluarga korban melakukan klarifikasi atas tuduhan pelecehan seksual tersebut.
Terkini, akun twitter @endah_musya*** membocorkan perbincangan pendamping jemaah umrah terkait kasus ini. Akun ini juga menampilkan potongan hasil sidang dalam bahasa arab.
Dalam putusan hakim beberapa kalimat menuliskan saksi-saksi atas peristiwa ini berani disumpah atas nama Allah. Sementara pelaku tidak berani.
Dalam hasil sidang juga disebutkan pelaku memegang dada korban dari belakang dengan tangan kanan dan korban merasakan sakit.
Korban pun melapor dan menolak mencabut laporannya.
Akun twitter @endah_musya*** juga menampilkan pengakuan seorang perempuan yang mengaku sebagai istri pendamping umrah terduga pelaku.
Dalam keterangan perempuan tersebut, dikatakan terduga pelaku memakai celana pendek di dalam pakaian ihram. Padahal haram hukumnya tawaf memakai pakaian selain ihram.
Kelakuan terduga pelaku juga dibuktikan dengan petugas memperlihatkan video CCTV.
Saat tawaf, terduga pelaku disebut sendirian. Tidak bersama rombongan. Karena tawafnya sudah kesekian kalinya.
Baca Juga: SDG Peduli Seni dan Budaya di Depok, Kolaborasi Gelar Festival Pencak Silat
Seharusnya, kata sumber tersebut, tawaf kedua dan ketiga dilakukan di lantai 2. Tapi terduga pelaku memilih melakukan tawaf di lantai 1 dan berdesak-desakan dengan jemaah perempuan.
"Ditangkaplah dia sama tentara. Dicek ternyata dia pakai celana pendek dalam kain ihram," tulis perempuan dalam percakapan tersebut.
Menurut @endah_musya*** rekaman CCTV juga disaksikan oleh 5 hakim.
Keluarga Bantah Ada Pelecehan Seksual
Keluarga Muhammad Said, terdakwa kasus dugaan pelecehan seksual di Masjidil Haram kini angkat bicara. Mereka yakin terdakwa tidak senekat itu. Bahkan salah seorang saudara Muhammad Said mengaku melihat peristiwa tersebut.
Hal tersebut diungkapkan Nirwana Tirsa, saudara terdakwa. Dia mengatakan, Said dan keluarga berangkat ke Mekkah pada tanggal 8 November 2022. Perjalanan dilanjutkan ke Madinah.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Film Agak Laen: Menyala Pantiku Akhirnya Masuk Netflix, Catat Tanggal Penayangannya
-
Respons Kelme Soal Nameset Jersey Timnas Indonesia Copot di FIFA Series 2026
-
Rupiah Ambruk Karena Kondisi Fiskal, Panda Bond dan Swap Currency Tak Selesaikan Masalah
-
37 Kode Redeem FC Mobile Aktif 6 Mei 2026, Ada Hadiah OVR Tinggi hingga 119
-
Fundamental Terjaga, Tugu Insurance Bukukan Laba Rp265,62 Miliar di Kuartal I-2026
-
Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik?
-
Sheila on 7 Ngerap Lagi! Intip 3 Fakta Menarik dari Lagu Terbaru Sederhana
-
Bus ALS di Muratara Diduga Hindari Lubang Sebelum Tabrakan dengan Truk Tangki
-
Investor Masih Kabur saat IHSG Menguat? Rupiah Kuncinya
-
Siasat Licin Teroris JAD di Sulteng: Jualan Buah di Siang Hari, Sebar Propaganda ISIS di Medsos