/
Minggu, 22 Januari 2023 | 14:41 WIB
Akun twitter mengaku keluarga Muhammad Said

Sebuah akun Twitter bernama @iniakuhelmpink, mengaku keluarga jemaah umrah bernama Muhammad Said menegaskan bahwa telah terjadi kesalahpahaman. Mengenai kabar soal pelecehan seksual terhadap WNA Lebanon yang disebut dilakukan oleh Muhammad Said.

Akun yang mengaku sebagai sepupu dari Muhammad Said ini kemudian membeberkan kronologi peristiwa pada saat itu.

“Kronologinya, pada tanggal 8-11-2022 Muhammad Said dan rombongan sampai ke Mekkah dari Medinah, dan ditanggal 10-11-2022 jam 1 malam waktu Mekkah, dia tawaf bersama ibu, Kaka dan neneknya,” ujar akun Twitter @iniakuhelmpink, Minggu 22 Januari 2023.

“Karna banyak orang, Muhammad Said suruh ibunya buat tunggu depan(diluar area Ka’bah) takutnya kejepit, pas Muhammad Said hampir megang sudut Ka’bah ada orang dari belakang narik pakaian ihramnya, karna takut pakaian ihramnya melorot dia ditariklah dari belakang kedepannya,” lanjutnya.

Setelah memperbaiki pakaian ihramnya, Muhammad Said langsung ditarik dari kumpulan jemaah dan diamankan oleh pihak keamanan setempat.

“Pas keluar dari kumpulan jemaah, Muhammad Said langsung ditarik 2 polisi dan Askar disitu, trus dibawa ke kantor polisi dimintaki keterangan dalam keadaan Muhammad Said kebingungan salahnya apa,” tuturnya.

Dalam kondisi terpisah dari keluarga yang juga sedang umroh di Mekkah, Muhammad Said mencoba mengabarkan sanak saudara di Indonesia mengenai tuduhan pelecehan seksual yang dialaminya.

Menurut akun Twitter ini, semua data dan identitas diri Muhammad Said yang ada di telepon genggamnya telah dimusnahkan oleh aparat setempat.

“Diambil sama polisi tsb, dihapus semua foto² dan semua biodata Muhammad Said, sebelumnya sempat menghubungi kami yg di Indonesia karna hp ibunya tidak aktif karna waktu itu ibunya kan masih disekitaran Ka’bah nungguin Muhammad Said, dihubungikah kami di indo,” katanya.

Baca Juga: Sinopsis Waktu Maghrib: Pentingnya Menjaga Lisan dari Kalimat Serapah

“Kami disuruh buat hubungi kakanya yg juga di Mekkah kalau Muhammad Said dibawa sama polisi Arab katanya, namanya Kak Mini, nah kak Mini ini posisinya juga disekitaran Ka’bah tapi sementara sholat, dihubungilah kak Mini ini oleh Muhammad Said kalau dia ditangkap polisi dengan tuduhan PELECEHAN,” sambungnya.

Lalu pihak kepolisian menerangkan kalau Muhammad Said dianggap telah memegang payudara wanita jemaah umroh berkewarganegaraan Lebanon.

Pihak keluarga menerangkan bahwa selama pemeriksaan mengenai kasus pelecehan seksual tersebut, pihak kepolisian terus melakukan penyiksaan dan memaksa Muhammad Said mengakui perbuatan yang tidak pernah ia lakukan.

“Kata polisinya ada Wanita Jemaah asal Lebanon yg melapor Muhammad Said memegang Payudara si wanita Lebanon ini pada saat di depan Ka’bah, Muhammad said dimintai keterangan pada saat dikantor polisi tidak berkutik sedikitpun karna beliau tidak paham bahasa Arab sampai dipukul,” paparnya.

Ketika waktunya tiba untuk pulang ke Indonesia, pihak travel mendapatkan informasi dari kepolisian kalau Muhammad Said dilarang meninggalkan wilayah Arab Saudi sampai pengadilan berlangsung.

“Karna kami pikir mungkin kesalahpahaman disana butuh waktu menyelesaikan, tibalah waktu travel yg bawa Muhammad said dan rombongan ini harus pulang ke Indonesia dan Muhammad Said belum bisa pulang karna kabarnya harus tetap disana sampai selesai pengadilan,” ucapnya.

Load More