Perempuan asal Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, bernama Khaerunnisa mengaku tidak pernah meminta uang ke Asib Ali. Pria asal India yang ditolak lamarannya, saat datang ke Wajo bertemu Khaerunnisa.
Dia mengatakan, uang kiriman tiap bulan itu atas inisiatif Ali sendiri.
"Saya tidak pernah minta (uang), dia yang selalu kirim. Selalu kutolak, cuma dia paksa," ucapnya.
Khaerunnisa mengaku jumlah uang yang dikirim tidak sampai Rp52 juta. Tapi hanya Rp9,5 juta.
Uang itu bahkan sudah dikembalikan saat mereka bertemu di kantor polisi, tapi ditolak.
"Dia tidak mau (terima), malah dilempar di kantor polisi," ungkapnya.
kata Khaerunnisa, uang itu digunakan untuk membeli HP, kosmetik dan kuota internet. Sebab, jika pesan singkatnya tidak dibalas, Ali selalu mengancam.
"Intinya itu uang saya pakai untuk dia sendiri karena kalau ndak dibalas chatnya, selalu mengancam mau bunuh diri sampai iris-iris tangannya," sebutnya.
Khaerunnisa mengaku sempat bertemu dengan Ali di kantor polisi. Ia juga sempat diajak kabur dari rumah.
Baca Juga: 4 Keunggulan Belajar IELTS Secara Online, Cocok untuk yang Sibuk Bekerja atau Kuliah
"Tapi saya bilang ndak bisakah, ndak mau orang tuaku baru ndak mungkin juga kutinggalkan orang tuaku lagi sakit jantung," ujarnya.
Kisal Ali sebelumnya viral di media sosial. Ia mengaku datang jauh dari wilayah Lucknow di India untuk melamar kekasihnya bernama Khaerunnisa di Kecamatan Majauleng, Wajo.
Namun, bukannya disambut dengan bahagia, lamaran Ali ditolak oleh pihak perempuan. Alasannya karena Khaerunnisa sudah dijodohkan dengan pria lain.
Ali bahkan membawa sejumlah seserahan berupa produk kecantikan dan perhiasan dari India untuk diberikan ke pujaan hatinya.
Dalam video yang beredar, Ali mengaku sudah menjalin kasih dengan Khaerunnisa selama satu tahun. Mereka berkenalan dan berpacaran lewat media sosial.
Ali bahkan kerap mengiriminya uang hingga Rp52 juta. Ia pun datang ke Indonesia atas persetujuan pihak perempuan dengan maksud untuk menikah.
Berita Terkait
-
Terungkap Alasan Perempuan Asal Sulawesi Tolak Lamaran Pria India, Merasa Dibohongi dan Sudah Dilamar Pria Lain
-
Tolak Lamaran Pria India, Khaerunnisa Sebut Pacarnya Selalu Mengancam Jika Pesan Lewat HP Tidak Dibalas
-
Klarifikasi Perempuan Tolak Lamaran Pria India: Uang Digunakan Beli HP, Kosmetik, dan Kuota Internet Karena Selalu Mengancam
-
Perempuan Tolak Lamaran Pria India Muncul ke Publik: Kami Juga Merasa Dibohongi
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Bupati Pemalang Anom Widiyantoro Terjaring OTT KPK, Ulangi Jejak Kelam Pendahulu
-
Ledakan Dahsyat Guncang Mall AEON Dua Orang Tewas, Diduga Akibat Kebocoran Gas
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
Terkini
-
4 HP Murah Samsung Rp1 Jutaan Terbaik, Performa Stabil untuk Harian
-
Gempa Kumamoto Magnitudo 7,1 Menewaskan 13 Orang, Merubuhkan Mall Aeon Jepang
-
Purbaya Jamin Dana Otsus Papua dan Wilayah Terdampak Bencana Aman Tanpa Ganggu Fiskal
-
Head to Head Nguyen Dinh Bac vs Mitchell Baker, Adu Tajam Dua Bintang Muda di Piala AFF 2026
-
Beda! Datang ke Indonesia, AC Milan Minta Dapur Khusus, Chelsea Cuma Request Sandwich
-
Anom Widiyantoro dari Partai Apa? Bupati Pemalang Terjaring OTT KPK
-
Lupakan Skor 7-0, Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Ujian Sesungguhnya di Piala AFF 2026
-
5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
-
Harta Anom Widiyantoro, Ternyata Masuk Golongan Bupati Terkaya di Jawa Tengah
-
Sinergi BRI dan KPP: Penyaluran KUR Perumahan Tembus Rp10,6 Triliun