/
Sabtu, 04 Maret 2023 | 13:56 WIB
Sunan Kalijaga ([Youtube/Infoline id])

Pengacara Sunan Kalijaga melaporkan dugaan pengeroyokan anaknya ke Polres Metro Jakarta Selatan. Didampingi kuasa hukumnya, Agustinus Nahak.

"Mau Anda sebut kenal menteri dan pengacara senior kalau urusan anak saya tidak gentar..! saya pilih jalur hukum," tulis Sunan Kalijaga dalam narasi di postingan Instagramnya, dikutip Sabtu (4/3/2023).

Dalam potongan video yang diunggah di @sunankalijaga_sh, Sunan Kalijaga menjelaskan alasan melaporkan pelaku pengeroyokan anaknya ke polisi.

Dirinya merasa tidak ada rasa empati maupun iktikad baik dari orangtua para terduga pelaku pengeroyokan Sean.

"Ada pengakuan dan permintaan maaf. Tapi mohon maaf sekali, hati saya rasanya mendidih ya," ujarnya.

"Melihat peristiwa yang di mana sampai detik ini kami membuat laporan, tidak ada empati, tidak ada iktikad baik dri orangtua-orangtua pelaku yang kemarin sudah bertemu dengan kami."

"Jadi mohon maaf saat ini saya lebih memilih jalur hukum, ketimbang jalur kekeluargaan," sambung Sunan Kalijaga, menjelaskan.

Sunan Kalijaga menganggap bahwa jika orangtua terduga pelaku pengeroyokan anaknya tidak menghiraukan kondisi Sean.

Kondisi ini berbeda dengan pihak sekolah yang dianggapnya memberikan empati terhadap kondisi yang dialami putranya.

Baca Juga: Korban Kebakaran Depo Pertamina Plumpang Sangat Butuh Popok Untuk Lansia

"Saya kemarin juga mencoba untuk membuka hati sya. Tapi ternyata saya dilecehkan. Saya tidak dianggap, kondisi putra saya tidak dihiraukan. Tidak ada basa-basi sekalipun tidak ada," tuturnya.

"Kalau dari pihak sekolah mulai dari kemarin menanyakan, 'bang Pak Sunan bagaimana kondisi ananda Sean setelah diperiksa CT Scan-nya'. Guru-guru juga seperti itu."

"Tapi justru orangtua dari pelaku yang tahu nomor telepon saya tidak ada rasa empati, tidak ada WhatsApp, tidak ada menghubungi saya, seolah dianggap kemarin itu beres, selesai sudah bertemu dengan saya, selesai sudah meminta maaf," ujar Sunan Kalijaga, geram.

Load More