Sepak terjang perempuan berinisial NPA akhirnya terhenti setelah Polda Bali menangkapnya di rumah pada Selasa (4/4/2023). Ia ternyata menggelapkan belasan mobil milik perusahaan rental mobil di Bali.
Bukan hanya itu, NPA juga berani meminjam uang dengan jaminan dokumen palsu.
Menurut pengakuan vendor rental mobil Buser Rentcar Nasional yang dua unit mobilnya digelapkan oleh NPA, pelaku memang sudah dikenal sebagai mafia rental mobil. Di kalangan pemilik rental, NPA sudah dikenal sejak lama sebagai mafia rental mobil dengan nama “Erayanti”.
“Kita di rental bilang namanya itu Erayanti. Kalau tim teman-teman pemilik rental, nama dia memang sudah banyak yang mencari,” ujar Kepala Korwil Buser Rentcar Nasional Kuta Selatan, Mikael Anak Agung Rai Putra.
Menurut pengakuan NPA, uang tersebut memang digunakan untuk memenuhi gaya hidupnya yang menengah ke atas. Termasuk juga dengan bergonta-ganti mobil dan tempat tinggal kos elit.
Ia pun mendapat 13 laporan polisi akibat tindakannya ini dan 12 diantaranya adalah pelaporan penggelapan mobil rental.
Sementara itu Wakil Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali AKBP Suratno menerangkan modus penggelapan mobil rental itu dinilai sederhana.
Setelah disewa, mobil-mobil itu kemudian dibuatkan dokumen palsu seperti plat dan STNK untuk kemudian digadaikan.
Selain itu, modus lainnya juga dengan meminjam uang dengan orang lain dengan mobil hasil penggelapan tersebut.
Baca Juga: Amanda Manopo Kembali Terlihat di BKT, Akan Kembali Syuting Ikatan Cinta?
“Gampang sekali melakukan pidana seperti ini. Dia menyewa kendaraan, kemudian seolah-olah kendaraan punya dia kemudian dia gadaikan atau dijual. Modus kedua, berutang kepada orang dengan jaminan kendaraan yang disewa tadi,” ujar Suratno saat konferensi pers di Mapolda Bali, Kamis (6/4/2023).
Selain menggelapkan mobil, NPA juga melakukan penipuan dengan dokumen Sertifikat Hak Milik (SHM) palsu.
Serupa dengan kasus penggelapan mobil, dia meminjam uang hingga Rp 700 juta dengan jaminan SHM palsu tersebut.
“Menawarkan SHM dengan objek tertentu kemudian meminjam uang. Ternyata setelah dicek dokumennya itu palsu. Nilainya utangnya Rp700 juta,” imbuh Suratno.
Suratno menjelaskan, total kerugian dari semua tindak kejahatan yang diperbuat oleh NPA mencapai Rp3,8 Miliar.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Jadwal Imsakiyah Kota Malang Sabtu 28 Februari 2026
-
Negosiasi AS-Iran Gagal! Ancaman Perang Bisa Terjadi dalam 15 Hari ke Depan
-
AS Evakuasi Staf dan Warganya dari Israel, Isu Perang dengan Iran Memanas
-
Derby Pemain Keturunan Indonesia di 16 Besar Europa League, Calvin Verdonk On Fire
-
Sudah Kehilangan Anak, Ibu Kandung di Sukabumi Kini Diteror dan Diancam Diam
-
Daftar Lengkap Progres Lahan Koperasi Merah Putih se-Banten: Kabupaten Serang Terbanyak
-
Marah! Ketua Komisi III DPR Habiburokhman Usir Pengembang saat Rapat Penolakan Musala di Bekasi
-
3 Wakil Inggris vs 3 Klub Laliga, Siapa Lolos ke Perempatfinal Liga Champions?
-
Jadwal Imsak dan Buka Puasa Bogor, Depok dan Cianjur Sabtu 28 Februari 2026
-
Jadwal Imsakiyah Bukittinggi Sabtu 28 Februari 2026, Simak Waktu Sahur dan Berbuka