/
Kamis, 20 April 2023 | 13:27 WIB
Ilustrasi mudik. [Istimewa]

Polisi mengingatkan kepada masyarakat yang berlebaran di kampung halaman, tidak membuat status di media sosial sedang mudik. Karena bisa dimanfaatkan oleh pelaku kejahatan.

"Kami ingatkan kembali untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak dinginkan sebelum melaksanakan mudik," tulis himbauan dari Polda Sulawesi Selatan, Kamis 20 April 2023.

Untuk itu polisi mengingatkan kepada pemudik:

1.Pastikan rumah yang ditinggalkan dalam keadaan terkunci dengan baik. Titip pesan kepada tetangga yang tidak mudik atau kepada RT/RW setempat

2.Jangan buat status lagi mudik yang memberikan informasi bahwa rumah lagi kosong. Karena dapat dimanfaatkan pelaku kejahatan

3.Membawa barang bawaan secukupnya, jangan menggunakan perhiasan berlebihan yang dapat mengundang timbulnya tindak pidana

4.Dalam perjalanan selalu patuhi aturan lalu lintas dan arahan petugas di lapangan

5.Selalu perhatikan barang bawaan ketika mudik dengan kendaraan umum. Jika ada gangguan keamanan jangan ragu-ragu lapor ke pos polisi terdekat 

6.Berhati-hati dalam mengemudi dan tidak menggunakan HP

Baca Juga: 5 Makna Tradisi Sungkeman saat Lebaran, Apakah Wajib Dilakukan?

Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan mengerahkan sebanyak 4.816 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik Lebaran 2023.

Kapolda Sulsel Irjen Pol Setyo Boedi Moempoeni Harso saat Memimpin Gelar Apel Pasukan Operasi Ketupat 2023 di Makassar, Senin, mengatakan aparat keamanan yang dikerahkan akan bekerja maksimal untuk pengamanan arus mudik dana Lebaran 2023. .

"Sebanyak 4.816 personel gabungan itu terdiri atas Polri, TNI, dan instansi terkait untuk mengamankan Lebaran 2023 dan arus mudik," ujarnya.

Kapolda mengatakan jumlah personel gabungan meliputi unsur Polri sebanyak 2.643 petugas, TNI 315 prajurit, dan unsur pemerintah daerah sebanyak 1.848 orang.

Setyo menyebutkan semua personel akan disebar di 104 pos pelayanan pengamanan para pemudik Lebaran 2023.

"Ada 104 pos yang didirikan terdiri atas 63 pos pengamanan, 32 pelayanan, dan 9 pos terpadu," katanya.

Load More