Pemilik perusahaan bus PO Haryanto, Haji Haryanto menceritakan alasannya memasukkan anaknya Rian Mahendra ke pondok pesantren. Saat ibunda Rian masih hidup.
"Saya berharap Rian jadi ulama, jadi kiai di depan saya," ungkap Haji Haryanto, saat menjawab pertanyaan di kanal Youtube JatengPosTV, diakses Senin 24 April 2023.
Meski pada akhirnya, harapan Haji Haryanto tidak bisa terwujud. Karena Rian Mahendra keluar dari pesantren dan menjalankan usaha PO Haryanto.
Namun Haji Haryanto masih terus berharap Rian Mahendra menjadi anak yang saleh. Berbakti kepada orang tua.
Sekarang Ibunda Rian Mahendra sudah tidak ada, seharusnya Rian Mahendra bisa membalas kebaikan ibunya. Mendengarkan nasehat orang tua.
"Kembali ke jalan yang benar, taubatan nasuha. Urus keluarga yang baik," kata Haji Haryanto.
Haryanto mengaku sejak kecil sudah tahu perilaku Rian Mahendra. Sehingga Rian Mahendra harus bertaubat jika ingin pulang ke rumah. Mengakui kesalahan.
"Karena jika tidak mau mengakui kesalahan, akan terulang lagi," kata Haryanto.
Bahkan Rian Mahendra pun masih diberikan kesempatan mengelola perusahaan. Jika benar mau berubah.
Baca Juga: Viral Diduga Peneliti BRIN Ingin Bunuh Umat Muhammadiyah, Sebar Ujaran Kebencian
Sebab, PO Haryanto adalah perusahaan yang menghidupi ribuan orang. Tidak boleh dikelola dengan cara yang salah.
Konflik antara Haji Haryanto dan anaknya Rian Mahendra masih menjadi perhatian warganet. Dalam beberapa kesempatan wawancara dengan youtuber, Haji Haryanto menegaskan bahwa Rian Mahendra masih tetap anaknya.
Meski Rian Mahendra sudah keluar dari PO Haryanto dan bergabung dengan perusahaan otobus lain PO Kencana.
"Orang tua sama anak gak ada putus. Yang ada itu orang tua marahin anaknya, siapa tahu mau jadi anak yang benar anak yang taat," ungkap Haji Haryanto.
Haji Haryanto meminta Rian Mahendra tidak usah banyak main youtube, tidak bergaul sama orang yang tidak benar. Bergaul sama penghafal Al Quran.
"Kalau saya marah sama tegas beda. Saya militer, disiplin adalah nafasku," kata Haji Haryanto.
Haji Haryanto berharap Rian Mahendra menjadi anak yang nurut ke orang tua. Pulang ke rumah merenungi kesalahan-kesalahannya selama ini.
"Kalau pulang diterima asal taubat nasuha, anak tidak boleh melawan orang tua. Tidak ada orang tua durhaka ke anak," ungkap Haryanto.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Bedak yang Mengandung Niacinamide, Bantu Cerahkan Wajah dan Kontrol Sebum
- 5 HP Snapdragon untuk Budget Rp2 Juta, Multitasking Stabil dan Hemat Baterai
- Mitsubishi Destinator dan XForce Lagi Promo di Bulan Mei, Harga Jadi Segini
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 8 Sepatu Adidas untuk Jalan Kaki yang Sedang Diskon di Toko Resmi, Harga Jadi Rp500 Ribuan
Pilihan
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
Terkini
-
PLN Investigasi Penyebab Blackout Sumatera Utara: Ini Bedanya dengan Mati Lampu Biasa
-
Review Buku Milenial Bisa Memimpin: Panduan Jadi Leader di Tengah Perubahan Zaman
-
Jaringan Telkomsel di Sumatera Terganggu Akibat Blackout, Perusahaan Maksimalkan Catu Daya Cadangan
-
SAMADE Riau Kritik Wacana Monopoli Badan Ekspor: Bebani Petani Sawit
-
Sebut Penjahat Perang, Presiden Korea Selatan Mau Tangkap Benjamin Netanyahu
-
Blackout Sumatera Lumpuhkan Riau, Sinyal Hilang hingga Ganggu Persiapan Ujian Siswa SD
-
Ratusan Ponsel Pelaku Begal Diperiksa, Polda Metro Jaya Dalami Jaringan
-
Viral Mobil Porsche Gunakan Pelat Dinas Mabes TNI, Kapuspen Duga Palsu
-
Harga Aspal Jadi Mahal Gegara Rupiah Lemah, Kementerian PU Ganti Pakai Beton
-
PK Entertainment Siapkan Konser ENHYPEN, BOYNEXTDOOR dan Kejutan Bintang K-Pop Besar di Indonesia